Dipecat dari Keanggotaan Partai, Samad Beberkan “Dosa” AHM

JAILOLO,Beritamalut.co-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Samad Hi Moid menilai keputusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) satu Provinsi Maluku Utara (Malut) atas pemecatan dirinya dari keanggotaan partai, cacat hukum.

Kepada wartawan Minggu, 11 Februari 2018 sore tadi via handpone, Samad menyebut Alien Mus selaku DPD I Partai Golkar Malut Provinsi maupun Ahmad Hidayat Mus (AHM) serta Sekretaris DPD I Hamid Usman, tidak memahami konstitusional yang diatur oleh partai besar itu, sehingga mengambil keputusan pemberhentian dirinya sebagai anggota partai tanpa menengok aturan organisasi dan AD/ART partai golkar.

Dikatakan Samad, dirinya telah mengajukan laporan pengaduan atas tindakan pelanggaran disiplin organisasi yang dilakukan DPD I.

Menurutnya, ada empat pelanggaran yang dilakukan oleh DPD I Maluku Utara  yang tidak sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta peraturan organisasi Nomor 15 tahun 2017.

Diantaranya pelanggaran disiplin berupa pelaksanaan Musdalub Partai Golkar Kabupaten Halmahera Barat tanggal 12 Juli 2017 yang terang-terangan inkonstitusional. Karena musdalub kabupaten yang dilaksanakan sesuai dengan AD/ART atas usulan minimal 2/3 dari pimpinan kecamatan yang ada di daerah tersebut tidak dilaksanakan sebelumnya oleh Ahmad Hidayat Mus.

AHM kata Samad melaksanakan Musdalub di Halbar 2017 lalu saat silaturahmi dengan tokoh masyarakat Halbar di Jailolo dimana AHM mensosialisasikan diri ingin maju pada pilkada Gubernur Maluku Utara.

“Musda tersebut yang hadir hanya satu pimpinan kecamatan. Hal tersebut sangat bertentangan dengan peraturan organisasi partai,” ujarnya.

Lanjut Samad, pelanggaran lain oleh DPD I Provinsi  Malut adalah intervensi DPD dalam menentukan struktur keanggotaan Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) Halbar.

Padahal untuk penetapan struktur keanggotaan  fraksi yang  diatur dalam AD/ART partai Golkar ditetapkan oleh DPD kabupaten kota yang menetapkan bukan DPD I Provinsi Maluku Utara.

Pelanggaran disiplin berupa dukungan DPD I Provinsi Maluku Utara tentang pemberhentian sementara keanggotaan partai golkar dirinya (Samad Hi Moid) tanpa dasar sebagaimana diatur dalam AD/ART serta peraturan organisasi.

Parahnya kata Samad, DPD I belakangan mengeluarkan keputusan pemberhentian tetap dirinya dari keanggotaan Partai Golkar. Padahal Keputusan itu sangat bertentangan dengan peraturan partai Golkar PO-15/DPP/Golkar/VII/2017 bab III pasal 11 ayat 2 huruf e.

“Sesuai aturan, diberhentikan sebagai anggota partai adalah kewenangan dewan pimpinan pusat. Kewenangan DPD I hanya mengusulan ke pimpinan pusat bukan keluarkan surat pemberhentian keanggotaan partai seseorang,” jelas politisi partai Golkar tiga periode itu.

Dari sejumlah bukti pelanggaran DPD I tersebut, Samad meminta keadilan kepada DPP Partai Golkar untuk melakukan investigasi atas keputusan pemberhentian dari keanggotaan partai oleh DPD I terhadap dirinya.

Karena ia menyakini  dengan hasil investigasi itu dapat lebih terang kebenaran pelanggaran DPD I.

Lanjut Samad berharap   DPP dapat mengambil keputusan dilakukan Musdalub DPD I Provinsi Maluku Utara dan meninjau kembali hasil Musdalub kabupaten Halbar tahun 2017 yang dilakukan mantan ketua DPD I Ahmad Hidayat Mus. (Tim)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Puluhan Rumah Warga yang Rusak Akibat Dihantam Angin Kencang akan Diberi Bantuan Stimulus

TERNATE, Beritamalut.co - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Ternate, akan berikan bantuan terhadap warga yang rumahnya mengalami kerusakan, akibat diterjang angin kencang pada...

Basarnas Imbau Nelayan Tidak Melaut di Tengah Cuaca Ekstrim

TERNATE, Beritamalut.co - Kepala Badan Pencarian Nasional (Basarnas) kota Ternate Muhamad Arafah, menghimbau masyarakat atau nelayan untuk dapat menunda melakukan aktifitas di laut, di...

Sultan Tidore dan Gubernur Siap Perjuangkan Sofifi sebagai Daerah Kawasan Khusus

TIDORE, Beritamalut.co - Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memperlihatkan keseriusannya untuk mengembangkan Sofifi sebagai Daerah Kawasan Khusus. Hal tersebut setelah Gubernur Maluku Utara Kh, Abdul...

Setelah TMII, 2 Aset Milik Keluarga Soeharto Juga Dikelola Pemerintah

Jakarta - Masih ingat dengan Gedung Granadi dan aset Megamendung milik keluarga Soeharto yang disita negara pada 2018 atas kasus Yayasan Supersemar? Keduanya akan dikelola oleh...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...