Soal Pinjaman Rp 150 Miliar, Pemkab Halbar dan Dewan Diduga ‘Main Mata’

JAILOLO,Beritamalut.co-Polemik pinjaman Pemerintah daerah Kabupaten Halmahera Barat senilai Rp150 miliar, terus menuai sorotan dari berbagai kalangan. Kali ini, giliran dosen Universitas Samratulangi, Hendra Karianga.

Dikatakan Hendra, pinjaman yang diusulkan Pemkab yang berdasarkan persetujuan dewan, tidak sesuai dengan mekanisme, sebagaimana diatur dalam PP Nomor 30 Tahun 2011.

“Mekanisme pinjaman, harus melalui Banggar (Badan Anggaran DPRD). Setelah dari Banggar, baru akan dikeluarkan keputusan pimpinan yang merekomendasikan. Namun yang terjadi kan tidak, hanya melalui fraksi, kemudian disetujui oleh unsur pimpinan. Nah, ini jelas ada dugaan kong kali kong,” ungkap Hendra.

Mantan anggota Banggar Deprov Malut ini juga menambahkan, persetujuan pinjaman ini sama sekali tidak melalui prosedur.

“Jadi, surat keluar yang diterbitkan unsur pimpinan yang menyetujui pinjaman ini, begitu juga harus diparipurnakan. Paling tidak, harus diplenokan melalui banggar bersama unsur pimpinan dan komisi. Ini pinjaman diperuntukan untuk apa saja kan tidak tau. Jangan main-main, ini Rp 150 miliar loh,” tegasnya.

Baginya, pinjaman uang diusulkan, tidak bisa digunakan untuk menutup defisit.

“Kalau mau menutup defisit, maka harus dilakukan efisiensi biaya. Kurangi biaya perjalanan dinas.  Ini hukum untuk menutup defisit. Nah disini muncul dugaan lagi. Jangan-jangan, ada main mata lagi,” aku Hendra.

Karena itu, bagi Hendra, tata kelola keuangan pemkab dinilaina amburadul. Dia juga menjelaskan, sebagai daerah otonom, sumber PAD yang dikelola, yakni DAU, DAK dan dana transfer serta pajak daerah.

“Yang jadi pertanyaan, berapa besaran dana transfer yang ada di APBD Halbar, dan berapa PAD yang dikelola melalui pajak daerah. Makanya, pinjaman harus disesuaikan dengan rancangan PAD. Sumber pendapatan melalui pajak dan retribusi ini yang harus digenjot untuk menutupi defisit. Kalau PAD jongkok, maka jalan saru-satunya, yakni efisiensi belanja,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya menyarankan agar pemkab, tidak meningkatkan belanja, jika tidak didukung dengan pendapatan.

“Nafsunya besar, tapi tidak mampu menutup defisit. Ini sama saja gali lubang, tutup lubang,” ujar Hendra.

Sehingganya, dirinya menyarankan agar pinjaman ini, bisa di endus ke pihak Kejaksaan dan BPK.

Sementara itu, anggota komisi II, pendeta Murary, saat dikonfirmasi mengaku jika secara institusi, pihaknya jelas tau dengan asal-muasal pinjaman.

“Pinjaman ini jikalau kita berbicara, seperti harus berhati-hati, kasarnya tidak mungkin dewan tidak tau kemudian dipersoalkan, sebab kita di dewan, tau akan hal itu,”aku Murary.

Bahkan lanjut Murary, jika pinjaman tersebut, sudah dibahas di internal komisi. Namun anehnya, ketika disinggung soal besaran cicilan pinjaman, lagi-lagi, Murary justru mengalihkan dan menyarankan agar persoalan ini ditanyakan langsung ke pihak Banggar.

“Jikalau DPRD tidak tau, tidak mungkin mempersoalkan ini. Karena bupati, ketika mendengar soal pinjaman ini, bisa gelisah,”akunya.

Disentil seputar mekanisme persetujuan antara Pemkab dan dewan terkait dengan pinjaman, kata Murary, hanya disepakati komisi melalui pimpinan fraksi.

“Ketua-ketua fraksi aja yang di panggil dan diarahkan, serta diberitahu langsung. Jadi itukan sudah jelas bagi anggota dewan,” katanya.

Terpisah, Riswan Hi. Kadam, salah satu anggota banggar mengatakan, pinjaman diperuntukan, guna untuk kepentingan item pekerjaan fisik, berupa jalan dan jembatan.

Namun, sempat terjadi perdebatan antara TAPD dan Banggar saat diusulkan lalu. Sehingga sempat terjadi perdebatan yang cukup alot, menyangkut dengan titik atau lokasi infrastruktur yang menjadi prioritas.

Hanya saja, penjelasan Ridwan menyangkut dengan item pekerjaan fisik terkesan bertele-tele. Disebutkan Riswan, item pekerjaan fisik yang dianggarkan melalui pinjaman, diantaranya, ruas jalan yang menghubungkan Going-Kedi, kecamatan Loloda, dan ruas jalan Tacin menuju simpang jalan barito, ruas jalan di kota Jailolo, Ibu dan Sahu Timur.

“Ini yang dianggarkan melalui pinjaman. Namun informasi ini masih bersifat informasi, dan belum teragendakan oleh unsur pimpinan, sebab ada terjadi pergeseran di beberapa lokasi yang sudah disetujui,” kata Riswan.

Hanya saja pergeseran ini katanya juga butuh pemberitahuan dari tim TAPD.

“Jadi sepanjang belum ada penjelasan atau pemberitahuan dari TAPD, berarti tidak ada pergeseran,” ujar Riswan.

Pernyataan Ridwan ini, berbeda dengan data yang dihimpun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum lama ini. Dimana, menyebutkan tiga mega proyek, yang salah satunya adalah pembangunan ruas jalan Ke di menuju Going, justru dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bersamaan dengan dua fisik pembangunan ruas jalan lainnya.

Yakni, jembatan yang menghubungkan desa hoku-hoku dan desa Akelamo, kemudian jembatan yang menghubungkan desa Abraha ke desa Tewe, Jailolo Selatan, sebagaimana diusulkan  melalui DAK 2018, dengan total anggaran, kurang lebih senilai Rp300 miliar lebih. (lan)

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Jadwal Mike Tyson Vs Roy Jones Jr, Duel Besok Minggu

Jakarta - Dua petinju legendaris, Mike Tyson dan Roy Jones Jr, akan berhadapan satu sama lain di atas ring. Duel eksibisi Mike Tyson vs Roy...

Cerita Pria Bisnis Tanaman Hias Sultan, Rela Tukar Mobil dengan Tanaman

Jakarta - Pria ini pernah viral karena membeli tanaman hias yang seharga mobil. Dia menukarkan mobilnya dengan dua jenis tanaman hias. Dalam video viral yang...

Marak Prostitusi Artis, Ini Ciri-ciri Pria yang Doyan ‘Jajan’ Seks

Jakarta - Belakangan ini marak prostitusi artis seperti kasus artis inisial ST dan MA. Keduanya dibayar puluhan juta untuk melayani threesome bersama pria hidung...

Ratusan Personil Polda Malut yang Diperbantukan Pengamanan TPS di Rapid Tes

TERNATE, Beritamalut.co - Polda Maluku Utara melakukan rapid tes bagi 452 personil yang akan diperbantukan (BKO) dalam pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilihan...

TERPOPULER

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...

KPK Layangkan Surat Panggilan kepada AHM

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat panggilan kepada tersangka Ahmad Hidayat Mus (AHM) dan Zainal Mus. Surat tersebut dikirim KPK kepada AHM dan Zainal Mus...