Permohonan Warga 6 Desa Coblos Ulang Tunggu Arahan Pusat

TERNATE,Beritamalut.co–Badan pengawas pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara (Malut), menolak permohonan enam (6) desa versi Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), untuk melakukan pencoblosan ulang.

Itu karena, baik KPU maupun Bawaslu telah mencari solusi dengan melakukan pertemuan dengan perwakilan masyarakat enam desa versi Halbar yang didampingi Kapolda dan Danrem 152 Babullah.

“Kami telah mendapatkan informasi bahwa warga versi Halbar mengancam tidak akan menggunakan hak pilih mereka maka dari perspektif itu penting bagi kami untuk mencari solusi agar terakomodir keseluruhan warga ini untuk menggunakan hak pilih sehingga kami melakukan pertemuan dengan perwakilan masyarakat 6 desa versi Halbar pada tanggal 26 Juni sehari sebelum pencoblosan,” kata Ketua Bawaslu Malut, Muksin Amrin, Selasa (3/7/2018).

Muksin menjelaskan, hasil kesepakatannya yaitu warga 6 desa versi Halbar bersedia menggunakan hak pilih mereka asalkan enam warga desa tersebut diambil alih oleh KPU provinsi, dan itu disepakati melalui rapat pleno bersama KPU dan empat tim paslon.

“Hasilnya enam desa tetap di selenggarakan oleh KPPS dan PPS yang ada. Tetapi hasil pemungutan dan perhitungan langsung diambil alih oleh KPU Provinsi dan tidak masuk di KPU Halut, sebab mereka tidak mau kalau hasil suara masuk di Halut, itu pemikiran mereka karena ketika suara masuk di Halut maka melegitimasi mereka mengakui bahwa enam desa itu sebagai Halmahera Utara, padahal ini masih sengketa,” kata Muksin.

Lanjut Muksin, kesepakatan itu berubah setelah perwakilan masyarakat enam desa kembali menggelar pertemuan dengan camat versi Halbar, karena camat tersebut kembali mengumpulkan dan melakukan pertemuan bersama mereka untuk membahas hasil pertemuan sebelumnya dengan Bawaslu dan KPU Malut.

“Hasil pembahasan bersama camat versi Halbar mereka menolak, kalau penyelenggara KPPS maupun PPS penyelenggara itu dari Halmahera Utara,” ujar Amrin.

Dengan begitu, Bawaslu dan KPU tetap ngotot soal kesepakatan awal, sehingga KPU dan Bawaslu tidak bisa memenuhi permintaan mereka. “Akhirnya, warga enam desa tidak menggunakan hak pilihnya pada esok hari tanggal 27 Juni dan memilih golput,” terangnya.

Kata Muksin, Bawaslu dan KPU Malut akan menyampaikan permohonan mereka kepada KPU RI dan Bawaslu RI sebagai pemegang mandat pelaksanaan Undang-undang karena mereka bisa diambil diskresi.

“Saya secara resmi sudah melaporkan tadi ke Bawaslu RI dan begitu juga KPU, nanti kita akan menunggu keputusan sikap dari KPU RI dan Bawaslu RI seperti apa? sebab provinsi tidak bisa mengambil keputusan apa-apa karena dibenturkan dengan persoalan peraturan perundang-undangan, kalau ada perintah KPU pusat dan Bawaslu RI melaksanakan apa ya kita akan laksanakan kita tunggu saja keputusan final,” jelas Muksin.

“Karena secara normatif Provinsi tidak bisa berbuat apa-apa karena kita dibenturkan dengan norma,” kata Muksin lagi. (Lia)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Kemenag: Hari Libur Tahun Baru Islam Digeser ke 11 Agustus

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan Tahun Baru Islam 1443 Hijriah atau 1 Muharram tetap jatuh pada 10 Agustus 2021. Namun, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat...

Resmi! Pengunjung Mal di Jakarta Wajib Sudah Vaksin Corona

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi memperpanjang PPKM Level 4 hingga 9 Agustus mendatang. Dalam aturan terbaru, Anies mewajibkan seluruh pengunjung hingga pegawai mal...

Dinar Candy Ditetapkan Tersangka Buntut Protes PPKM Berbikini

Jakarta - Artis Dinar Candy ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pornografi terkait aksi protesnya menolak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Dalam aksi protesnya, Dinar...

Semangat Korps Harus Dimaknai Setiap ASN untuk Wujudkan Visi Ternate Andalan

TERNATE, Beritamalut.co - Pemerintah Kota Ternate kini berpacu melakukan percepatan program pembangunan sebagaimana visi Wali kota Tauhid Soleman dan Wali kota Ternate Jasri Usman,...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Warga Temukan Mayat Seorang Nelayan di Perairan Pesisir Pantai Payahe

TIDORE, Beritamalut.co - Masyarakat di Kecamatan Oba, Tidore Kepulauan, Maluku Utara digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di pesisir pantai Kelurahan Payahe Kamis (20/5/2021) tadi. Mayat...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...