Kekerasan Terhadap Fotografer Malut Post Melanggar Undang-undang

TERNATE,Beritamalut.co– Selain Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Maluku Utara, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malut juga mengecam tindak kekerasan yang dilakukan massa aksi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Malut AHM- Rivai terhadap fotografer Malut Post, Senin (12/11/2018).

Plt Ketua PWI Maluku Utara Halik Djokrora mengatakan, tindakan yang dilakukan salah satu oknum pendukung pasangan calon gubernur terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas, harus dikecam.

Menurutnya, tindakan kekerasan merupakan gaya lama yang dapat merusak semangat kebebasan pers demokrasi.

Aksi kekerasan tersebut katanya, telah menghalang-halangi kerja jurnalis, dan jelas telah melanggar Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

“PWI sangat menyesalkan tindakan anarkis terhadap jurnalis, apalagi yang bersangkutan sementara melakukan aktivitas di lapangan dan kasus pemukulan fotografer Malut post, harus diusut tuntas oleh pihak kepolisian,” katanya.

Halik juga mengatakan, PWI Malut berharap pada pihak kepolisian agar melakukan proses hukum terkait kasus pemukulan jurnalist atau wartawan ini supaya bisa menjadi contoh bagi masyarakat yang ada di daerah ini, agar lebih mengetahui bahwa tindakan kekerasan terhadap jurnalist atau wartawan ada sanksi hukumnya.

Lanjut dia, masyarakat diminta juga untuk mengetahui tugas jurnalist, jika ada yang tidak berkenan dengan pemberitaan, ada mekanisme masyarakat atau siapa saja akan diberikan ruang untuk mengklarifikasi, bahkan sampai pada tindakan wartawan yang bersangkutan diberikan sanksi oleh organisasi dalam hal ini Dewan Pers.

“Wartawan tidak kebal hukum, tetapi semua ada mekanismenya dan itu telah diatur,” ujarnya.

PWI juga berharap bahwa kasus-kasus seperti ini tidak terjadi di kemudian hari, dan kepada wartawan juga harus bersikap prodesional, dengan mengedepankan kode etik jurnalist sebagaimana telah diamanatkan oleh Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Pada pasal 4 undang-undnag nomor 40 tahun 1999 tentang pers menegaskan bahwa,

1. Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi sebagai warga negara,
2. Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyosoran pemblederan atau pelanggaran penyiaran, 3. Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan memyebarluaskan gagasan dan informasi.

Kemudian pada pasal 18 undang-undang yang sama berisi ancaman pidana pada siapa saja yang melanggar ketentuan pasal 4 undang-undang pers, khususnya ayat 2, dan ayat 3.

“Ada ancaman pidana bagi setiap orang yang melanggar hukum yang dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat, atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4, ayat 2 ayat 3 dipidana dengan penjara paling lama 2 tahun, atau denda paling banyak Rp. 500 jt,” katanya.

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Barcelona Rindukan Suarez seperti Real Madrid ke Ronaldo

Montevideo - Barcelona diyakini sudah keliru karena menjual Luis Suarez. Dampak keputusan itu dinilai setara seperti kala Real Madrid kehilangan Cristiano Ronaldo. Pendapat itu merupakan pandangan dari mantan striker top Uruguay, Diego...

Mengenal Pak Dadang, Pecatur Indonesia di Chess.com yang Kalahkan Gamer Catur Dunia

Jakarta - "Bapak saya tidak terlalu mempermasalahkan (akunnya) diblokir," ujar Ali Akbar, anak dari Dadang Subur, pria asal Bandung yang akun Chess.com-nya ditangguhkan karena...

Partai Demokrat Tak Akui Moeldoko sebagai Ketum: KLB Ilegal!

Deli Serdang - Acara yang diklaim sebagai kongres luar biasa atau KLB Partai Demokrat (PD) di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum (ketum). Partai Demokrat tidak...

Viral Wanita Modifikasi Model Seragam PNS, Lengan Baju Jadi Sorotan

Jakarta - Seragam PNS (Pegawai Negeri Sipil) selama ini identik dengan setelan blazer warna cokelat. Tidak hanya itu, model seragam PNS pun sudah diatur oleh pemerintah. Meski begitu,...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...