Demo Lengserkan Bupati Morotai Sampai di Telinga Staf Wapres

MOROTAI,Beritamalut.co-Aksi masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Morotai kini sampai di telinga Staf Wakil Presiden dan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.

Yakmil Abdul Karim, salah satu ASN Pemkab Morotai di depan kantor Bupati Pulau Morotai, Kamis (22/11/2018) mengaku dirinya di telepone langsung oleh Staf Wakil Presiden dan Staf Kemendagri RI.

Dimana percakapan itu katanya, staf wapres sudah mengkonfirmasikan ke aksi itu ke Bupati Morotai Benny Laos, namun dijawab bupati bahwa aksi itu bukanlah aksi murni ASN.

“Mereka sudah konfirmasi ke bupati soal aksi ini, tapi dijawab oleh bupati bahwa bahwa itu bukan pegawai (PNS) tapi hanya pegawai honorer yang berpakaian PNS dan tidak ada pejabat yang melakukan aksi, kemudian yang di nonjob dan di mutasi itu hanya pegawai yang malas,” katanya.

“Bupati juga mengaku bahwa masyarakat yang ikut demo itu hanya masyarakat yang lawan politik pada saat Pilkada kemarin, dan untuk Anggota DPRD yang mendukung aksi itu hanya dari PKS tidak ada dari partai lain,” katanya lagi.

Sementara itu kepada staf wapres, Yakmil menjelaskan bahwa aksi unjukrasa tersebut adalah murni aksi ASN dan tidak ada tendensi politik sedikit pun.

“Jadi pada saat saya ditanya, jawab saya, peserta yang demo itu adalah PNS yang ada jabatan, bahkan saya juga menjelaskan bahwa saya juga PNS pejabat eselon III dan saya juga sampaikan bahwa Asisten I juga Ikut dalam aksi itu, dan yang memberikan orasi itu kita dari PNS. Kemudian yang dimutasi dan dinonjob itu bukan karena malas, tapi karena hanya terlambat menjemput tamu,” kata Yakmil kepada Staf Wapres.

“Saya juga sampaikan bukan hanya satu anggota DPRD dari Partai PKS saja yang melawan Benny Laos, tetapi ada 4 fraksi yang mendukung, yang terdiri dari PKS, PPP, Demokrat dan Golkar. Itu sikap mereka pada saat hearing di kantor DPRD,” sambungnya.

Yakmil menambahkan, bahwa pernyataan bupati yang mengatakan hanya masyarakat yang lawan politiknya yang ikut demo adalah pernyataan yang keliru, sebab dalam aksi itu, yang ikut adalah masyarakat secara kolektif bukan atas dasar lawan politiknya.

“Pilkada saya ketua Tim keamanan, tetapi karena kebijakan yang dia (bupati) ambil tidak sesuai dengan kepentingan rakyat, jadi saya pikir-pikir bahwa kita harus mengambil sikap, sebab sejak saya pikir-pikir juga jika kita diam dengan kebijakan bupati ini maka Morotai kedepan akan hancur, kebetulan juga dengan adanya informasi penistaan agama, maka itu saya lebih bersikap keras bahwa pak bupati harus ditolak, jadi dengan adanya isu ini Pak Bupati sudah tidak bisa lagi dipakai di Morotai,” tegasnya.(Ia)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Dianggarkan Rp 280 Juta, Warga Desa Tabono Belum juga Nikmati Air dari Program Pamsimas

BOBONG, Beritamalut.co - Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang bernilai ratusan juta rupiah di desa Tabona, Kecamatan Tabona, Kabupaten...

Mahasiswa di Ternate Minta Pemerintah segera Sahkan RUU PKS

TERNATE, Beritamalut.co - Sejumlah mahasiswi di Kota Ternate, Maluku Utara yang tergabung dalam Komite Setara Bergerak menggelar aksi unjuk rasa di area pasar Gamalama,...

APBD Kabupaten Pulau Morotai Tahun Ini Dikurangi Rp 12,2 Miliar, Ini Dampaknya

DARUBA, Beritamalut.co - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pulau Morotai tahun ini mendapat pengurangan sebesar Rp 12,2 miliar. Pengurangan itu terjadi pada anggaran...

Kubu Moeldoko Daftarkan Hasil KLB Deli Serdang ke Kemenkumham Besok

Jakarta - Kubu acara yang diklaim sebagai Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) batal menyerahkan berkas pendaftaran ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) hari ini. Pendaftaran...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...