Ini Penjelasan Lengkap Pengepul Atas Anjloknya Harga Kopra

TERNATE,Beritamalut.co-Anjloknya harga kopra di sejumlah daerah di Maluku Utara, mengundang gejolak dari petani kopra dan mahasiswa.

Ribuan mahasiswa dan petani di sejumlah daerah di Malut melakukan aksi turun ke jalan beberapa hari kemarin sebagai bentuk keprihatinan mereka melihat kondisi harga kopra yang terus merosot.

Aksi itu pun membuat Pemerintah Provinsi Malut akhirnya bersikap dengan berencana menaikkan harga kopra pada Senin (26/11/2018) besok.

Namun dibalik anjloknya harga kopra memunculkan berbagai spekulasi terutama adanya permainan harga kopra di pasaran.

Ini karena Maluku Utara bisa dibilang harga kopra paling terjun bebas jika dibanding daerah lain seperti Kota Manado dan Surabaya.

Bambang, salah satu pengepul di Toko UD Andhika Kelurahan Gamalama Kota Ternate ketika ditemui Beritamalut.co, Minggu (25/11/2018) mengaku mereka membeli kopra berdasarkan harga yang diterima di pabrik karena itu jika pemerintah berencana menaikan harga kopra maka harus dimulai dari pabrik.

Atau dengan cara katanya pemerintah dapat memberikan subsidi pada kopra sehingga pengepul dapat membeli dengan harga yang tinggi dari petani.

“Jadi suruh pemerintah untuk tekan di pabrik, bukan di torang, karena kalau tekan di torang itu torang juga tidak peduli, torang rugi? kecuali mereka subsidi lain ceritanya,” kata Bambang.

Untuk harga kopra di Ternate sebelumnya di tingkat produsen berkisar Rp 4.500-Rp5.000 dan saat ini hanya bermain diangka Rp3.100-Rp 3.300 perkilogram. Sementara untuk di Bitung yaitu Rp 5.300 dan Surabaya Rp 6.100 perkilogram.

Harga itu katanya berdasarkan harga pabrik, sehingga jika pabrik naikkan maka tingkat pengepul akan dinaikkan.

“Kalau di pabrik naik, ya kita kasih naik, tapi kalau pabrik cuman main Rp 5.000 otomatis harganya akan seperti ini saja, belum lagi kalau mengalami penyusutan,” ujarnya.

Harga itu kata Bambang karena tingginya biaya transportasi. Untuk 1 ton saja kopra, ongkosnya bisa mencapai Rp 1.200.000.

“Torang kerja harus ada untungnya juga, kalau kerja cuman buat rugi untuk apa kerja,” kata Bambang.

Menurutnya, semua rata-rata seperti itu kendalanya berada di transportasi, dan yang paling menentukan hanya ada di pabrik.

“Kalau pabrik cuman main itu-itu saja kita bisa buat apa? Karena kita punya penjualan atau hasil akhir itu ada di pabrik, terkecuali kita yang mengelola minyak sendiri,” katanya.

Pemilik toko UD Andhika itu menjelaskan, untuk sekarang harga kopra harian dihitung Rp 3.300, sementara kopra gudang Rp 4.100 perkilogram.

“Kita yang pembeli hanya liat pabrik, kalau ada pemerintah yang sudah berbuat janji ya syukur, nanti kita liat hasilnya besok, tapi kalau itu cuman naik dengan harga 100 itu untuk apa? Intinya kalau di Bitung naik dengan harga Rp 6.000 itu sudah ada perubahan,” katanya lagi.

Untuk biaya transportasi kapal ferry katanya sebenarnya tidak ada kendala karena harga tiketnya sama saja. Hanya saja di sopir mobil pengangkutan harus nambah.

“Sopir kan cari makan juga, cuman memang antrian untuk bongkar di pabrik itu lama, kalau dulu 3 hari sudah selesai, sekarang sampai 12 hari, itu kendalanya. Yang jelas kami juga peduli dengan langganan yang ada, terutama di Halmahera dengan harga kopra yang mungkin turun 200 lebih ini, apalagi mengingat mendekati hari natal,” jelasnya.

Bambang menambahkan, untuk harga kopra di pabrik berada pada Rp 6.000 perkilogram atau lebih, itu sudah lebih baik. Hanya saja untuk menekan harga di pabrik ini katanya tidak gampang karena harga ini juga dilihat dari bursa luar negeri, minyak kelapa dan kelapa sawit.

“Tapi ya harus dicoba untuk intervensi, apalagi pemerintah kan kuasanya banyak. Kita lihat saja besok, harapan saya kalau di Bitung Rp 6.000 atau 6.500 perkilogram maka disini sudah boleh Rp 4.400 penjualanya, itu petani sudah bisa dapat,” ujar Bambang.

Sementara itu Tomi, selaku pekerja UD Gudang Putra di Kelurahan Bastiong, menjelaskan bahwa sebelumnya kopra dengan harga Rp 3.800 perkilogram dan sekarang sudah naik menjadi Rp 4.100.

“Nanti untuk harian dengan harga Rp 3.200 perkilogram, dari pelanggan yang memang paling banyak berasal dari Makeang, Halmahera, dan Tidore, dan harga memang belum stabil, naik turun terus,” katanya. (jl)

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Pertamina Sehati Lakukan Pendampingan Program PMTP pada Bayi Kurang Gizi di Jambula

TERNATE, Beritamalut.co - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua bekerjasama dengan Filantra melaksanakan tanggungjawab sosial dan lingkungan perusahaan terutama dalam bidang...

Rapat dengan TNI AU, Warga di Morotai Selatan Minta Hentikan Pemasangan Patok

DARUBA, Beritamalut.co - Lanud Leowattimena Pulau Morotai lakukan rapat bersama Camat Morotai Selatan, DPRD, Polres, dan tokoh masyarakat dalam rangka membahas pemasangan patok lahan...

Bendera Bintang Kejora Dibakar di Jayapura

JAYAPURA - Sejumlah tokoh pejuang pembebasan Irian Barat (Papua) menolak gerakan Papua Merdeka yang dilakukan KNPB dan warga Papua di luar negeri. Secara simbolis...

Fakta-fakta Terbaru Soal Mayat WNI Wanita Dalam Koper di Mekah

Jakarta - Aparat Kerajaan Arab Saudi menahan dua warga negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat memasukkan jenazah seorang perempuan warga Indonesia lainnya ke dalam...

TERPOPULER

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...

KPK Layangkan Surat Panggilan kepada AHM

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat panggilan kepada tersangka Ahmad Hidayat Mus (AHM) dan Zainal Mus. Surat tersebut dikirim KPK kepada AHM dan Zainal Mus...