Selain RSI, 14 Rumah Sakit di Malut Bekerjasama dengan BPJS

TERNATE,Beritamalut.co – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Ternate memastikan ada sekitar 15 rumah sakit yang tersebar di seluruh wilayah Maluku Utara yang masih bekerjasama dengan BPJS.

Diantaranya yaitu RSUD Ternate, Rumah Sakit Dharma Ibu, Rumah Sakit Tentara, Rumah Sakit di Halut, Rumah sakit Morotai, Rumah Sakit Maba, Rumah Sakit Weda, Rumah Sakit Bacan, Rumah Sakit di Kabupaten Sula, Rumah Sakit Tidore kepulauan, Rumah Sakit Kao, Rumah Sakit Jailolo.

Sementara untuk Rumah Sakit Islam Ternate untuk sementara ini belum dapat melayani pasien BPJS seiring berakhirnya masa kontrak.

“Di awal tahun ini baru 14  Rumah Sakit di Maluku Utara yang bekerja sama dengan BPJS, sementara Rumah Sakit Islam sudah berakhir kontrak kerja sama, dan Ini bukan soal akreditasi namun persoalan kridensialin, yang artinya sistem penilaian BPJS Kesehatan terkait fasilitas kesehatan,” kata Kepala Cabang BPJS Ternate, Revin Virlandra saat dikonfirmasi, Rabu (9/1/2019).

Rumah Sakit Islam katanya untuk sementara waktu tidak lagi bekerja sama dengan BPJS Kesehatan alasannya ada tiga diantaranya, terkait akreditasi, tidak lolos kridensialin penilaian BPJS, dan belum perbaharui ijin operasional.

Setiap tahun katanya, menjelang berakhirnya kerja sama selalu dilakukan penilaian, namun yang ditemukan di Rumah sakit Islam belum mencapai target.

Karena berdasarkan standar passing grade nya adalah 70 dan Rumah Sakit Islam belum mencapai standar tersebut.

“Untuk penilaiannya yang pertama soal kecukupan SDM, dan persoalan sarana dan prasarana dan juga menyangkut administrasi. Nah ini ada berapa hal yang tidak memenuhi,” ungkapnya.

Untuk pasien yang selama ini berobat di Rumah Sakit Islam (RSI) sementara belum bisa menerima peserta JKN KIS. Namun polinya masih boleh di back up oleh rumah sakit lain, sehingga pasien harus dirujuk ke rumah sakit lain yang telah bekerjasama sama dengan BPJS.

“Jika pasien kondisi rawat inap masuk tanggal 30 Desember masih bisa dilayani karena masuk kontrak yang lama. Tapi kalau pasien baru datang tanggal 1 Januari 2019 sudah tidak bisa dilayani karena kontrak kerja sudah lewat. RSI masa kontrak tahun ini sudah selesai,” ujarnya.

Selain itu kata dia, fasilitas kesehatan bahwa akreditasi dan penilaian kredensial ini bukan hal baru karena setiap tahun selalu ada.

Harapannya katanya bukan standar yang mengharuskan menjadi mutlak namun harus dipandang sebagai bentuk hadirnya pemerintah untuk menjaga stabilitas layanan.

“Coba dibayangkan satu rumah sakit fasilitas yang kurang memadai tapi karena tidak ada standar akreditasi yang pastinya kita tidak bisa kerja sama. Dan peraturan akreditasi ini diatur oleh pemerintah kita sebagai badan penyelenggara menjalankan prinsip ke hati hatian. Ketika kita jalin kerja sama harus berhati-hati karena dalam akses yang kita kerja sama ini sudah siap atau belum. Ini mohon dipandang sebagai suatu hal kenyamanan bersama, supaya pada program JKN aset terpenting kita adalah peserta karena peserta lah yang menjadikan program ini berjalan,” katanya. (As)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

13 Tersangka Kasus Narkoba, 4 Diantaranya Masih Mahasiswa, 2 Narapidana

TERNATE, Beritamalut.co - Sebanyak 13 orang pengedar dan pengguna Narkotika berhasil ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku Utara. Empat diantaranya masih berstatus mahasiswa. Direktur Resnarkoba Polda...

Bantu Teman Biaya Pengobatan Ayahnya, SMI Galang Dana

TERNATE, Beritmalut.co - Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Cabang Kota Ternate melakukan aksi galang dana kemanusiaan untuk ayah salah satu rekan mereka bernama Ariyanto U...

Temui Kejati, Dinas PUPR Malut Minta Pengawasan dan Pendampingan Hukum atas Tender Proyek

TERNATE, Beritamalut.co - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara, Santrani Abusama, Rabu (05/07/20) siang tadi mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi...

Feri KMP Lompa Ternate-Halsel Sementara Dihentikan, Ini Penjelasan ASDP

TERNATE, Beritamalut.co - Feri KMP Lompa yang melayani rute penyebrangan khusus masyarakat Halmahera Selatan dengan tujuan Babang - Saketa, (PP) dan Babang Kayoa, Makian,...

TERPOPULER

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Gara-gara Investasi Bodong, Rumah Astrid Jadi Sasaran Amukan Warga

TERNATE,Beritamalut.co-Puluhan ibu-ibu yang menjadi korban dugaan investasi bodong, Rabu (7/3/2018) sore tadi kembali mendatangi kediaman pemilik investasi, Astrid Fitriyanti Pakaya di Kelurahan Kalumata. Kedatangan mereka kembali...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Astrid Didakwa Kelola Uang Investasi Total Rp 6 Miliar Lebih

TERNATE,Beritamalut.co-Pengadilan Negeri (PN) Ternate menggelar sidang perdana perkara dugaan investasi bodong CV. Ubay Jaya dengan terdakwa atas nama Astrid Fitriyani Pakaya alias Astrid, Rabu...

KPK Layangkan Surat Panggilan kepada AHM

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat panggilan kepada tersangka Ahmad Hidayat Mus (AHM) dan Zainal Mus. Surat tersebut dikirim KPK kepada AHM dan Zainal Mus...