Kesal Kasus Lahan, Warga Boikot Jalan Mangga Dua Pantai

TERNATE,Beritamalut.co – Masyarakat Kelurahan Mangga Dua Utara, RT 14 RW 06, Kecamatan Kota Ternate Selatan, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota dan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Tak sampai disitu, warga juga melakukan aksi pemboikotan jalan mangga dua pantai untuk perjuangkan hak mereka, Senin (25/2/2019).

Massa aksi mendesak pemerintah Kota Ternate dalam hal ini Walikota Ternate Burhan Abdurahman dan BPN Kota Ternate membatalkan sertifikas atas Hak Tanah yang berada di RT 14 RW 06.

Kordinator aksi, Asbar Kadir mengatakan, pembuatan sertifikat pada tahun 1967 itu cacat dan inprosedural, karena yang dimaksud adalah sertifikat eigendom namun realitas di lapangan bahwa sertifikat itu berada diatas laut.

Dalam Pembuatan sertifikat ini seharusnya diatas tanah tetapi ini pembuatan sertifikat diatas laut, maka dari itu sertifikat ini dianggap cacat dan inprosudural.

“Untuk itu kami meminta kepada kantor Pertanahan Kota Ternate membatalkan sertifikat yang dibuat pada masa kepala Agraria saat itu Maks Horu-Horu, kemudian Pemerintah Kota Ternate selama ini seakan-akan lepas tangan dengan persoalan tersebut, padahal kita sudah bertemu berulangkali,” kata Asbar Kadir saat dikonfirmasi, Senin (25/2/2019).

“Kami meminta pak Walikota Ternate Burhan Abdurahman untuk memperhatikan persoalan ini, karena ini sudah cukup lama, sejak periode pertama pak walikota kami sudah berulang kali meminta untuk diselesaikan,” kata Asbar lagi.

Dalam aksi di kantor walikota dan Pertanahan tak membuahkan hasil sehingga massa melakukan pemboikotan jalan mangga dua pantai dan mangga dua tengah.

“Mereka alasan pak walikota sibuk maka kami merasa sangat kecewa dan kami melakukan proses aksi penutupan jalan, dan ini  bagian dari bentuk kekecewaan kami terhadap pak walikota ternate,” ujarnya.

Massa mengancam jika persoalan ini tidak diperhatikan oleh Pemerintah Kota Ternate dan Pertanahan Kota Ternate maka mereka akan melakukan aksi lanjutan.

Sementara itu, Kasi Hubungan Hukum Pertanahan (HHP) Kota Ternate, Abdullah Rahman mengatakan, sertifikat yang dimiliki  benar adanya yakni sertifikat 01 mangga dua yang diterbitkan pada tahun 1967, atas nama Maks Horu-Horu mantan kepala Agraria dan kemudian di jual lagi ke Andi Cakra.

Abdullah juga menyarankan kepada masyarakat untuk menggugat ke pengadilan sebab kasus ini masuk pada kasus perdata.

Dalam persoalan tersebut Kapolres Ternate Azhari Zuanda saat ditemui dilokasi mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk mediasi antara kedua belah pihak diantaranya, masyarakat dan Pemerintah Kota Ternate.

“Kepentingan masyarakat harus bisa terakomodir dan pemerintah juga harus mendengar apa yang menjadi keinginan masyarakat jangan sampai komunikasi ini menjadi buntu, jika komunikasi ini buntu akan bisa terjadi hal hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya. (As)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Ssttt… Ada Gerakan Mau Kudeta Cak Imin dari Kursi Ketum PKB

Jakarta - Mantan Ketua DPC PKB Karawang Ahmad Zamakhsari alias Kang Jimmy bercerita ada gerakan untuk melaksanakan Muktamar Luar Biasa (MLB) atau kongres luar biasa versi PKB....

Denwalsus Bentukan Prabowo: Fisik Sempurna Didikan Batu Jajar

Jakarta - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto resmi membentuk satuan khusus yang kemudian diberi nama Detasemen Pengawal Khusus atau Denwalsus. Satuan ini dibentuk untuk mengawal...

Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan Hari Ini

Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat atau penetapan awal bulan Ramadhan 1442 Hijriah pada hari ini Senin (12/4). Sidang tersebut rencananya digelar...

Lima Warga yang Tenggelam dengan Longboat Ditemukan dalam Keadaan Selamat

TERNATE, Beritamalut.co - Lima warga dengan longboat yang dilaporkan tenggelam antara perairan Pulau Gala dan Pulau Tobalai, Kabupaten Halmahera Selatan ditemukan dalam keadaan selamat,...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...