Tuntut Ganti Rugi, Petani Wasile Boikot Jalan Menuju PT. MAP

MABA, Beritamalut.co-Sudah hampir sepekan, Aliansi Masyarakat Petani Wasile melakukan aksi boikot jalan menuju perusahaan PT.Mahakarya Agra Pesona.

Selama itu pula, belum ada pihak perusahaan yang menemui masyarakat tiga kecamatan itu untuk menjawab tuntutan para petani.

Mereka meminta kepada pemerintah segera cabut IUPHHK seluas 36.860 hektar lahan karena sangat menyengsarakan masyarakat di 3 kecamatan, kemudian mendesak Gubernur Maluku Utara segera mencabut ijin Amdal dan kehutanan yang di keluarkan oleh dinas terkait di propinsi  Maluku Utara.

Ketiga yaitu meminta pengganti atas kerugian masyarakat yang disebabkan PT Mahakarya Hutan Indonesia.

Koordinator lapangan Yulia Pihang mengatakan, di tahun 2017 lalu pihak perusahaan mengundang seluruh kepala-kepala desa di 3 kecamatan yang ada di wasile berangkat ke Ternate untuk mengikuti sosialisasi terkait AMDAL.

Hanya saja masyarakat tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan AMDAL dan tiba-tiba AMNDAL nya sudah ada dan pada tanggal 5 februari 2018 PT.Mahakarya Agra Pesona melakukan sosialisasi di seluruh desa yang berada di 3 kecamatan wasile timur, wasile tengah, dan wasile utara.

“Dalam sosialisasi tahap awal perusahaan mengaku mengantongi ijin IUPHHK seluas 36.860 Ha lahan. selain itu juga pihak perusahaan berjanji akan membangun pabrik tripleks,melayani pelayanan publik baik tunjangan pendidikan ,kesehatan,infrastruktur desa maupun renofasi pembangunan tempat-tempat ibadah (gereja dan mesjid) dan berjanji akan meningkatkan pemberdayaan masyarakat yang masuk dalam areal konsesi PT. MAP,” kata Yulia, Senin (04/03/2019).

Tak kunjung adanya pembahasan lanjutan AMDAL bersama warga, pada Mei 2018 tanpa ada pemberitahuan terhadap pemerintah desa dan masyarakat Desa Hilaitetor tiba-tiba di lakukan pendaratan alat.

“Padahal kesepakatan awal logpond PT. MHI Letaknya di desa Iga dan Foli dan  tanpa ada konfirmasi tiba-tiba pendaratan alat di lakukan,” ujarnya.

Hal yang sangat fatal katanya perusahaan menebang kayu dalam kebun masyarakat dan akibat penebangan kayu ini sehingga tanaman berupa musiman seperti langsat, padi, ubi jalar dll mengalami kerusakan tanpa ada ganti rugi.

Selain itu, masyarakat dilarang membangun kebun serta pencemaran sumber air oleh ulah perusahaan juga cukup fatal karena telah melanggar

“Pihak perusahaan telah melanggar UU Kehutanan Dan Lingkungan Hidup, dimana dalam Pasal 50 ayat 3 Point C Bagian 2, 3 dan 4 telah jelas bahwa penebangan harus dilakukan dengan jarak atau radius 200 meter dari tepi mata air dan kiri kanan sungai di daerah rawa, 100 meter dari kiri kanan tepi sungai,50 meter dari kiri kanan anak sungai,” kata Yulia lagi. (mn)

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Pilkada 2020, Polda Bakal Pertebal Pengamanan di Enam Desa

TERNATE,Beritamalut.co – Aparat kepolisian Polda Maluku Utara akan perketat pengamanan di enam desa, perbatasan Halmahera Utara dan Halmahera Barat pada pilkada serentak 2020. Polda akan...

Empat Desa di Oba Utara Diminta Siapkan Diri Penyusunan RKPDesa 2021

TIDORE,Beritamalut.co-Empat pemerintah desa yang ada di Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore diminta segera menyiapkan diri guna melaksanakan musyawarah penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP-Desa)...

Mahasiswa IAIN Tuntut Pengurangan Uang Kuliah di Masa Pandemi Covid-19

TERNATE,Beritamalut.co - Aliansi Mahasiswa Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate bersatu, Maluku Utara, Jumat (10/7/2020) pagi tadi kembali menggelar unjuk rasa terkait uang kuliah...

Maluku Utara Tertinggi Kasus Keterlibatan ASN dalam Pilkada

TERNATE,Beritamalut.co - Ketua Bawaslu Provinsi Maluku Utara, Muksin Amrin mengatakan, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sudah memutuskan 44 kasus pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara...

TERPOPULER

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Gara-gara Investasi Bodong, Rumah Astrid Jadi Sasaran Amukan Warga

TERNATE,Beritamalut.co-Puluhan ibu-ibu yang menjadi korban dugaan investasi bodong, Rabu (7/3/2018) sore tadi kembali mendatangi kediaman pemilik investasi, Astrid Fitriyanti Pakaya di Kelurahan Kalumata. Kedatangan mereka kembali...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Astrid Didakwa Kelola Uang Investasi Total Rp 6 Miliar Lebih

TERNATE,Beritamalut.co-Pengadilan Negeri (PN) Ternate menggelar sidang perdana perkara dugaan investasi bodong CV. Ubay Jaya dengan terdakwa atas nama Astrid Fitriyani Pakaya alias Astrid, Rabu...

KPK Layangkan Surat Panggilan kepada AHM

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat panggilan kepada tersangka Ahmad Hidayat Mus (AHM) dan Zainal Mus. Surat tersebut dikirim KPK kepada AHM dan Zainal Mus...