Ratusan Warga Lingkar Tambang Masih Bertahan Menunggu Penjelasan Bupati & PT NHM

TOBELO,Beritamalut.co-Aksi yang dilakukan ratusan warga lingkar tambang PT. Nusa Halmahera Mineral (NHM), Jumat (28/06/2019) hari ini memasuki hari keempat.

Hingga pukul 22.00 Wit malam tadi, massa aksi dari berbagai desa di lima kecamatan lingkar tambang itu masih bertahan di depan pintu masuk PT. NHM.

Massa aksi tidak akan pulang sebelum mendengarkan langsung dari Bupati Halut Frans Manery serta pihak PT. NHM terkait tuntutan mereka.

“Kami menunggu sampai dengan ini karena kabarnya pak gubernur dan bupati akan kesini, makanya tidak akan pulang sebelum tuntutan kami dipenuhi. Kami akan pulang kalau anggaran Rp 350 juta itu sudah masuk ke rekening desa,” kata Kepala Desa Gamlaha, Topi dalam orasinya.

Sementara Kades Ngofakiaha, Fahri Yamin mengatakan yang menjadi tuntutan mereka yaitu agar anggaran pemberdayaan masyarakat berbasis desa yang bersumber dari CSR tahun 2018 sebesar Rp 350 juta segera dicairkan.

Pencairannya pun kata Fahri tidak satu rekening dengan ADD/Dana Desa tapi harus rekening desa tersendiri.

“Mereka menginginkan agar uang itu dimasukan dalam APBDes, terus dananya ditransfer satu rekening dengan rekening Dana Desa. Ini yang kami tidak mau. Kami mau harus rekening tersendiri,” katanya.

“Jumlah desa yang ada di wilayah lingkar tambang ini yaitu 83 desa,” katanya lagi.

Aksi rencananya masih berlanjut Sabtu (29/06/2019) besok hingga massa mendapatkan kepastian terkait tuntutan mereka.

Sementara, sebelumnya Anggota DPRD Malut Sahril Thair menjelaskan, bahwa PT. NHM sudah berada disini sejak 22 tahun dan ini bukan waktu yang singkat tapi dari tahun ke tahun kita hanya dipersoalkan dengan sebuah proses bagaimana rakyat menuntut dana CSR.

Setiap pencairan dana masyarakat katanya selalu saja bermasalah.

“Apakah ini Undang-undang yang mengatur hak dan kewajiban perusahaan yang berada di sini perusahaan harus tau Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 dimana setiap apa yang dia ambil maka dia berkewajiban sesuai amat pasal 108 harus memberikan hak-hak masyarakat tidak perlu dituntut oleh masyarakat,” ujarnya.

Perusahaan katanya berkewajiban harus membayar Rp 350 juta/desa secepatnya.

“Apa bila hak-hak masyarakat perusahaan tidak membayarnya maka saya tidak akan pulang dan saya akan memimpin langsung jalannya aksi ini sampai dengan selesai,” katanya lagi. (dy)

 

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Gubernur dan Wagub Hadiri Paripurna Pandangan Umum Fraksi Atas Ranperda Usulan Kepala Daerah

SOFIFI, Beritamalut.co – Tujuh (7) fraksi DPRD Maluku Utara telah menyampaikan pemandangan umum fraksi terkait dengan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usulan Pemprov, di ruang...

Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Paru-paru

JAKARTA - Paru-paru merupakan organ penting untuk manusia karena perannya dalam proses pernapasan. Apabila kamu ingin memulai gaya hidup sehat, ada beberapa cara menjaga...

MotoGP Austria 2020: Rossi Takut Hujan

JAKARTA - Valentino Rossi khawatir balapan MotoGP Austria 2020 di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu (16/9), akan berlangsung di kondisi trek basah karena cuaca buruk. Kepercayaan diri...

Bangun Tidur, Nenek Ini Kaget Ular Kobra Melingkar di Atas Tubuhnya

INDRAMAYU - Seorang nenek berinisial Y di Indramayu, Jawa Barat, kaget bukan kepalang saat terbangun dari tidur pada Kamis (7/8/2020) malam. Perempuan berusia 67...

TERPOPULER

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Gara-gara Investasi Bodong, Rumah Astrid Jadi Sasaran Amukan Warga

TERNATE,Beritamalut.co-Puluhan ibu-ibu yang menjadi korban dugaan investasi bodong, Rabu (7/3/2018) sore tadi kembali mendatangi kediaman pemilik investasi, Astrid Fitriyanti Pakaya di Kelurahan Kalumata. Kedatangan mereka kembali...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Astrid Didakwa Kelola Uang Investasi Total Rp 6 Miliar Lebih

TERNATE,Beritamalut.co-Pengadilan Negeri (PN) Ternate menggelar sidang perdana perkara dugaan investasi bodong CV. Ubay Jaya dengan terdakwa atas nama Astrid Fitriyani Pakaya alias Astrid, Rabu...

KPK Layangkan Surat Panggilan kepada AHM

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat panggilan kepada tersangka Ahmad Hidayat Mus (AHM) dan Zainal Mus. Surat tersebut dikirim KPK kepada AHM dan Zainal Mus...