Ditegur DLH, Pabrik Tahu Tempe Janji Lengkapi Seluruh Izin Lingkungan

TERNATE,Beritamalut.co – Pemilik pabrik tahu dan tempe di Kelurahan Sasa dan Jambula akan menindaklanjuti surat edaran yang dikeluarkan Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Lingkungan Hidup.

Berdasarkan surat keputusan nomor : 660.1/243/tahun 2019, Dinas Lingkungan Hidup kepada pabrik tahu tempe milik Hi Slamet Mudjito dengan menimbang bahwa dalam upaya dan/atau kegiatan wajib menaati peraturan perundang undangan dan persyaratan perizinan di bidang lingkungan hidup.

Dalam surat itu juga DLM  minta menghentikan sementara semua kegiatan yang berdampak pada dampak lingkungan di kelurahan Jambula, serta penerapan sanksi administratrif teguran tertulis kepada Hi Slamet Mudjito untuk segera mengurus surat ijin lingkungan dan yang kedua diberikan jangka waktu pengurusan izin lingkungan paling lama 60 hari.

Menanggapi itu, pemilik pabrik tahu tempe Hi Slamet Mudjito melalui Idham Irjaya kepada media ini mengatakan dalam waktu dekat akan memberikan apa yang menjadi persyaratan perizinan di bidang lingkungan hidup kepada DLH Kota Ternate sesuai rentan waktu yang di tentukan.

“Surat-surat perizinan sudah hampir dilengkapi, namun masih bertahap. sehingga nantinya akan diserahkan langsung ke DLH sesuai dengan peraturan perundang undangan,” kata Idham selaku direktur saat dikonfirmasi di lokasi.

Disentil terkait dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Idham menuturkan bahwa pihaknya sudah membuatnya pada tahun 2018. Sehingga, setelah membuat perizinan di bidang lingkungan hidup langsung di lanjutkan dengan Izin UPL UKL dan diserahkan kepada DLH Kota Ternate.

Sementara salah satu konsulan Maluku Utara Syarif Can saat dikonfirmasi mengatakan, untuk IPAL di Kota Ternate baru 6 pabrik yang memilikinya, salah satunya pabrik tahu dan tempe di Jambula.

“Pabrik tahu ini yang berbahaya hanyalah Chemical Oksigen Demand (COD) atau kebutuhan oksigen kimia untuk reaksi oksidasi terhadap bahan buangan di dalam air dan Biological Oxygen Demand (BOD), atau kebutuhan oksigen biologis untuk memecah bahan buangan di dalam air oleh mikroorganisme,” jelasnya.

Menurutnya, alat IPAL yang dipakai pabrik tahu tempe itu menggunakan sistem jepang “Joka Sou” dengan menggunakan sistem anaerob dan aerob bahkan dengan menggunakan halogen sekitar 10 meter kubik yang di pasang, bahkan di uji ke laboratorium selama satu bulan untuk membuahkan hasil yang masksimal demi menurunkan COD dan BOD.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Ternate melalui Kabid Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan Hidup, Edi Hatari berharap, pihak pabrik tahu dan tempe dapat melengkapi seluruh perijinan sesuai dengan waktu yang diberikan.

Dikatakan Edi bahwa pihaknya juga tidak akan mencabut usaha atau kegiatan itu karena ini menyangkut hajat hidup orang, tetapi ada kewajiban dari pelaku usaha untuk melakukan pemulihan terhadap lingkungan sekitar.

“Laporan dari masyarakat tetap akan kami tindak lanjuti sebagai bentuk pengawasan, karena penghentian sementara ini tidak menggugurkan kewajiban pelaku usaha untuk melengkapi surat-surat perijinan berdasarkan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya. (As)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Ini Dia Stiker Ramadhan yang Bisa Dipakai di Facebook, Instagram dan WhatsApp

Jakarta - Dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadhan, Facebook, Instagram, dan WhatsApp kompak merilis koleksi stiker edisi khusus Ramadhan di Indonesia. Deretan stiker ini sudah...

Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia, Bagaimana dengan Indonesia?

Jakarta - Umat Islam di dunia mulai melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1442 Hijriah atau 2021 Masehi. Di Indonesia, ibadah puasa Ramadhan 1442 Hijiriah dilaksanakan mulai...

Ibnu Sina, Filsuf Muslim Jago Sains Hingga Guru Para Dokter

Jakarta - Sejumlah tokoh muslim diketahui berjasa dalam dunia sains beberapa puluh hingga ratusan tahun lalu. Beragam pemikiran mereka pun menjadi dasar bagi kemajuan...

Jokowi Teken Keppres Cuti Bersama ASN 2021 Hanya 2 Hari

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan aturan tentang cuti bersama  bagi ASN. Cuti bersama ASN pada 2021 hanya dua hari. Aturan mengenai cuti bersama...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...