Kronologis Lengkap Ronal Memperkosa Hingga Akhiri Hidup Kiki Kumala

TERNATE,Beritamalut.co – Muhammad Irwan Tutuwarima alias Ronal (35), tersangka kasus pencurian, perkosaan disertai pembunuhan terhadap korban Kiki Kumala, saat ini berada di tahanan Kejaksaan Negeri Soasio Tidore Kepulauan setelah dilakukan penyerahan tahap dua, Kamis (19/09/2019) dari penyidik polisi ke jaksa.

Ronal diantar langsung penyidik Ditreskrimum Polda Malut bersama jaksa dari Kejaksaan Tinggi Malut ke Kejari Soasio.

Selama penyidikan, penyidik mendapatkan sejumlah fakta seputar pembunuhan Kiki Kumala, mulai dari korban naik mobil hingga diperkosa dan dibunuh di Desa Guraping, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.

Kabid Humas Polda Maluku Utara, AKBP Hendry Badar, dalam keterangan persnya di ruangan Humas Mapolda Malut, Jumat (20/09/2019) mengatakan, bahwa kronologis kejadian pada Selasa 16 Juli 2019, sekitar pukul 08.00 WIT.

Tersangka saat itu membawa mobil Daihatsu Xenia Abu-abu Metalik, Nomor Polisi DG 1754 KF, untuk mencari penumpang lintas Malifut – Sofifi.

Sesampainya di Desa Tahane, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara, Kiki Kumala bersama beberapa warga Desa Tahane memberhentikan mobilnya dengan melambaikan tangan. Kiki pun menaiki mobil tersebut, dan duduk di kursi depan.

Mobil yang dibawa oleh Muhammad Irwan Tutuarima alias Ronal itu pun menuju ke Sofifi.

Namun ketika sampai di sekitaran Kantor Gubernur di Sofifi, Ronal berhenti dan menyuruh Kiki Kumala pindah tempat duduk di tengah. Setelah itu ia melanjutkan perjalanan ke Sofifi melewati jalan belakang Desa Guraping Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan.

“Setelah jalanan sepi, sekitar pukul 10.15 WIT, Ronal memberhentikan mobil dan berpindah ke kursi tengah yang ditempati korban. Ronal lalu mengambil paksa uang Kiki sebesar Rp 250 ribu, lalu memperkosanya,” kata AKBP Hendri Badar.

Selesai memperkosa korban, Kiki mengancam akan melaporkan perbuatan Ronal itu pada pamannya dan polisi di Sofifi.

Tersangka rupanya takut dan tak ingin masuk penjara lagi kasus yang sama, Ronal kemudian memilih untuk mengakhiri hidup Kiki Kumala.

Ia pun mengambil sebuah karet lis variasi mobil berwarna silver, yang berada di saku belakang salah satu jok dalam mobil di bagian depan, lalu dililitkan di leher Kiki. Beberapa waktu kemudian, Ronal mengetahui korbannya itu telah meninggal.

“Setelah almarhum meninggal, Ia pun melanjutkan perjalanan sampai ke KM 40, masih daerah Sofifi, dan berhenti untuk mengambil terpal cokelat di bagasi belakang mobil yang digunakan untuk menutup jenazah Kiki,” ujarnya.

Setelah itu, Ronal melanjutkan perjalanan ke Desa Lelilef Kecamatan Weda Tengah, tepatnya di kebun milik warga Dusun Lukolamo, tersangka balik mobil sehingga posisi mobil mengarah di jalan balik menuju Weda, kemudian parkir di kiri jalan.

Ronal lantas membuang mayat Kiki sekitar 5 meter dari jalan raya tersebut, lalu menutupnya dengan terpal cokelat tadi serta daun kelapa kering. Ia juga membuang tas korban.

Setelah itu, Ronal kembali ke Weda dan membuang baju kaosnya, koper korban, jilbab korban dan sepatu korban di kilometer 10—250, jalan poros Weda – Lelilef (titik nol pada pertigaan RSUD Weda desa Wedana) Kecamatan Weda Kabupaten Halteng, kemudian melanjutkan perjalanan ke weda.

Dalam perjalanan ke Weda ponsel korban tiba-tiba berdering, sehingga Ronal turun di Pelabuhan Laut Weda dan membuang ponsel korban di laut.

Ronal kemudian kembali ke rumahnya di Desa Makaeling (Dum-dum). Ia mandi serta mengobrol dengan istri, lalu mengembalikan mobil pada kakaknya, yang merupakan pemilik mobil, di Desa Makaeling Kecamatan Kao Teluk Kabupaten Halut. Ronal balik lagi ke rumahnya sekitar pukul 20.40 WIT.

Pada hari Rabu tanggal 17 Juli 2019 sekitar pukul 12.00 WIT tersangka pergi ke Loleo Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore, menggunakan sepeda motor tersangka. Kemudian lanjut ke Tidore, menumpang speedboat, sementara sepeda motor tersangka dititip di rumah makan dekat pelabuhan speedboat Loleo.

Sesampainya di Tidore, tersangka sembunyi di rumah salah satu keluarganya.

“Keesokan harinya, Kamis 18 Juli 2019, sekitar pukul 09.00 WIT, tersangka ditangkap oleh Satuan Reskrim Polres Tidore dengan dugaan perkosaan dan pembunuhan,” tandasnya.

Akibat perbuatannya, Ronal disangkakan dengan pasal tentang tindak pidana pembunuhan berencana, pembunuhan yang diikuti, disertai atau didahului oleh suatu perbuatan pidana, yang dilakukan dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pelaksanaannya dan atau pencurian yang mengakibatkan kematian dan atau pemerkosaan.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal Primer Pasal 340 Junto (Jo) Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2) Subsider Pasal 339 Jo Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2) Lebih Subsider Pasal 338 Jo Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2) Lebih Lebih Subsider Pasal 365 Ayat (3) Jo Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2) dan atau Pasal 285 Jo Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHP.

“Dengan demikian, tinggal menunggu waktu saja, Ronal disidangkan,” kata Hendri Badar lagi. (As)

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Sempat Dibubarkan Tommy, Munaslub Berkarya Tunjuk Muchdi Pr Jadi Ketum!

JAKARTA - Presidium Penyelamat Partai Berkarya tetap menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub) meski dibubarkan Tommy Soeharto. Muchdi Pr terpilih menjadi ketua umum dan...

Hasil Juventus Vs Atalanta, 2 Penalti Ronaldo Selamatkan Bianconeri dari Kekalahan

BOLA - Juventus harus rela berbagi poin saat menjamu Atalanta dalam lanjutan pekan ke-32 Liga Italia.  Bermain di Stadion Allianz, Minggu (12/7/2020) dini hari WIB,...

Mobil Dinas Sekda Pulau Morotai Terbakar saat Disimpan di Bengkel

DARUBA,Beritamalut.co - Mobil dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai terbakar Sabtu (11/7/2020) kemarin sore saat disimpan di bengkel karena dalam masa perbaikan. Data yang...

Sering Di-SMS dari Nomor Tak Dikenal? Ini Penjelasan Telkomsel

JAKARTA - Tanda pagar (tagar) boikotTelkomsel sempat ramai dicuitkan oleh warganet di Twitter, Sabtu (11/7/2020). Dari tagar tersebut banyak yang membicarakan mengenai nomor pelanggan Telkomsel...

TERPOPULER

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Gara-gara Investasi Bodong, Rumah Astrid Jadi Sasaran Amukan Warga

TERNATE,Beritamalut.co-Puluhan ibu-ibu yang menjadi korban dugaan investasi bodong, Rabu (7/3/2018) sore tadi kembali mendatangi kediaman pemilik investasi, Astrid Fitriyanti Pakaya di Kelurahan Kalumata. Kedatangan mereka kembali...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Astrid Didakwa Kelola Uang Investasi Total Rp 6 Miliar Lebih

TERNATE,Beritamalut.co-Pengadilan Negeri (PN) Ternate menggelar sidang perdana perkara dugaan investasi bodong CV. Ubay Jaya dengan terdakwa atas nama Astrid Fitriyani Pakaya alias Astrid, Rabu...

KPK Layangkan Surat Panggilan kepada AHM

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat panggilan kepada tersangka Ahmad Hidayat Mus (AHM) dan Zainal Mus. Surat tersebut dikirim KPK kepada AHM dan Zainal Mus...