Cerita Dibalik Masjid Bergaya Arsitektur Tionghoa di Falajawa

TERNATE,Beritamalut.co – Di lingkungan Falajawa Puncak, Kelurahan Jati Perumnas, Kota Ternate berdiri sebuah masjid dengan arsitektur bergaya Tionghoa.

Jika melihat sepintas, pastinya akan mengira bahwa masjid itu adalah peninggalan masyarakat China atau paling tidak warga masyarakat yang tinggal dilingkungan masjid itu adalah mayoritas warga Tionghoa (etnis China).

Ternyata tidak, masjid dengan kubah bergaya Tionghoa ternyata dirancang oleh arsitek lokal, Kota Ternate, Maluku Utara.

Dia adalah Iksan Marsaoly atau biasa disapa Ican, salah satu arsitek muda yang juga pemenang sayembara gagasan desain Tata Kawasan Kayu Merah Kalumata oleh PUPR Ternate beberapa hari lalu.

Arsitek jebolan Universitas Khairun Ternate ini dikenal berambisi besar memajukan profesi arsitek di Maluku Utara, lewat karyanya yang berjudul “Menemukan Garis Imajiner Tara No Ate” yang rencananya akan dibukukan.

Ditemui Beritamalut.co diruang kerjanya, Jumat (15/11/2019), Iksan lantas mengisahkan bagaimana ia memulainya hasil karyanya itu.

Berawal di tahun 2012 katanya, ia dihubungi oleh panitia pembangunan Masjid Al Ansar (nama dari mesjid cina) untuk membantu mereka merevisi desain pertama.

Desain pertama mesjid ini sama sekali tidak memiliki bentukan dari simbol-simbol arsitektur cina, persegi, ada kubah dan empat menara kecil di top floor bangunan layaknya masjid pada umumnya.

“Menerima projek ini dan tidak ingin melanggar etika profesi saya pun menghubungi orang yang mendesain hasil pertama masjid ini untuk sekedar siloloa (ijin) merevisi karyanya,” kata Ican.

Jauh sebelum ia diberikan tanggung jawab ini (mendesain) katanya, almarhum papa mantu (mertua) nya bernama  H.Tasrif Hanafi sebagai salah satu kuasa pemegang kar/sertifikat tanah cina bercerita kepadanya.

Beliau sampaikan bahwa Falajawa Puncak dulunya lebih dikenal dengan sebutan Tanah Cina, nama tanah cina itu diberikan karna bersumber dari Nyonya Oe Pek Nio (seorang keturunan cina) yang mewariskan Tanahnya kepada Anaknya Muhammad Hanafi yang beristri Hafsah Quilim.

Keturunan dari Nyonya Oe Pek Nio saat ini banyak yang bermukim di lingkungan Falajawa 1, Falajawa 2 dan Falajawa Puncak, sebagiannya di kampung Makassar Timur, dan juga diluar Ternate sampai ke Jawa karna orang Tuanya mungkin merantau kesana.

Dari kisah sosok seorang Nyonya Oe Pek Nio inilah menjadi alasan munculnya ide desain mesjid al ansar dengan sentuhan arsitektur cina.

Tujuannya yaitu mengabadikan sosok Nyonya Oe Pek Nio ini kepada generasi selanjutnya (terutama bagi penghuni Tanah Cina/Falajawa Puncak dan juga Keturunan Nyonya Oe Pek Nio yang tinggal dimana saja).

“Tentu dengan narasi Karya Arsitektur Puitik yang menjadi hobi saya dan inilah cara saya mengimplementasikan toleransi lewat Arsitektur,” ujar Ican.

Ada ungkapan dan pesan yang ingin saya sampaikan lewat karya ini, bahwa Ternate itu harmonis dalam ber’arsitektur, misalkan Kadatong (keraton) Sultan Ternate yang juga bergaya arsitektur cina, tinggal bagaimana kita generasi sekarang merasa bertanggung jawab dalam menjaga kearifan itu baik dengan arsitekturnya, dengan seninya, dengan sejarah budayanya, atau dengan apapun sebagai latar belakang profesi kita masing-masing,” kata Ican lagi.

Masjid ini katanya diresmikan sekitar tahun 2017 dengan tiga kali revisi desain. Pertama didesain oleh sejawatnya, kedua barulah dirinya sekaligus memasukkan gaya arsitektur cinanya dengan menerapkan pola persegi delapan pada kubah dan menara dengan susunan yang menyerupai pagoda atau klenteng (rumah ibadah cina).

“Terakhir revisi ke tiga desain dilakukan oleh sejawat saya juga almarhum Dedi Tomaito yang sangat menghargai ide dan gagasan sehingga terus berkonsultasi dengan saya dan tetap mempertahankan Arsitektur Cinanya,” katanya.

Pada revisi ketiga ini menurutnya, kalau tidak salah pada menara yang sebelumnya dibuatkan terpisah dengan bangunan utama kemudian digabungkan menjadi entrance ke ruang ibadah lantai dua. Disana ada ornamen dan beberapa bentukan fasad disesuaikan dengan keinginan panitia, juga penyesuaian tempat wudhu karena ada pergeseran menara masjid.

Atas terselainya desain masjid ini, Ican mengaku secara pribadi merasa senang karena selain tempat ibadah bagi kaum muslim juga dapat menjadi wisata religi bagi keluarga yang tinggal diluar Ternate ketika mudik.

Bahkan katanya pernah suatu ketika ada beberapa rombongan (saya tidak tau dari mana) hendak menuju ke bandara tapi masih ingin menyempatkan berkunjung ke masjid ini hanya sekedar bisa berfoto dari luar masjid.

“Mungkin saja, mereka juga bagian dari narasi yang termuat dalam karya arsitektur ini atau mungkin akan menjadi simbol kebanggaan mereka yang merupakan keturunan dari Nyonya Oe Pek Nio,” tutupnya. (Arz)

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Mobil Dinas Sekda Pulau Morotai Terbakar saat Disimpan di Bengkel

DARUBA,Beritamalut.co - Mobil dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai terbakar Sabtu (11/7/2020) kemarin sore saat disimpan di bengkel karena dalam masa perbaikan. Data yang...

Sering Di-SMS dari Nomor Tak Dikenal? Ini Penjelasan Telkomsel

JAKARTA - Tanda pagar (tagar) boikotTelkomsel sempat ramai dicuitkan oleh warganet di Twitter, Sabtu (11/7/2020). Dari tagar tersebut banyak yang membicarakan mengenai nomor pelanggan Telkomsel...

Bill Gates Tak Mau Vaksin Corona Dikuasai Pihak Ini

SEATTLE - Vaksin Corona yang saat ini sedang digarap beberapa pihak sangat ditunggu demi mengatasi pandemi. Bill Gates yang telah banyak berdonasi untuk pengembangannya menyatakan,...

Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

BANYUASIN - Seorang pemuda berinisial AR (18), warga Desa Marga Rahayu, Kecamatan Sumber Marga Telang, Banyuasin, Sumatera Selatan, ditangkap polisi atas kasus pembunuhan guru...

TERPOPULER

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Gara-gara Investasi Bodong, Rumah Astrid Jadi Sasaran Amukan Warga

TERNATE,Beritamalut.co-Puluhan ibu-ibu yang menjadi korban dugaan investasi bodong, Rabu (7/3/2018) sore tadi kembali mendatangi kediaman pemilik investasi, Astrid Fitriyanti Pakaya di Kelurahan Kalumata. Kedatangan mereka kembali...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Astrid Didakwa Kelola Uang Investasi Total Rp 6 Miliar Lebih

TERNATE,Beritamalut.co-Pengadilan Negeri (PN) Ternate menggelar sidang perdana perkara dugaan investasi bodong CV. Ubay Jaya dengan terdakwa atas nama Astrid Fitriyani Pakaya alias Astrid, Rabu...

KPK Layangkan Surat Panggilan kepada AHM

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat panggilan kepada tersangka Ahmad Hidayat Mus (AHM) dan Zainal Mus. Surat tersebut dikirim KPK kepada AHM dan Zainal Mus...