Studi Buktikan #DiRumahAja Ampuh Kurangi Penularan Corona

JAKARTA – Sebuah kajian ilmiah menunjukkan semakin banyak orang berada di rumah, maka semakin kecil jumlah transmisi atau penularan virus corona SARS-CoV-2 di Jakarta.

Kajian ilmiah tersebut dikeluarkan oleh tim ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

Berdasarkan kajian ilmiah itu pula, Gubernur Jakarta Anies Baswedan resmi memperpanjang status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama14 hari. Mulai 22 Mei, hingga 4 Juni 2020.

Dalam kajian ilmiah tersebut, terdapat grafik yang menunjukkan penurunan jumlah penularan Covid-19 akibat semakin banyak proporsi orang yang di rumah saja. Serta, potensi semakin tinggi penularan jika semakin banyak orang di luar rumah.

Lantas apakah penurunan kasus Covid-19 hanya seputar proporsi masyarakat di rumah saja, atau karena banyak warganya yang sudah pulang kampung?

Pakar epidemiologi FKMUI, Pandu Riono menjawab bahwa hasil kajian grafik yang menunjukkan adanya penurunan penularan Covid-19 di DKI Jakarta hanya mengambil proporsi penduduk yang tinggal di rumah saja selama PSBB.

Pandu menyebutkan hal ini tidak berkaitan dengan banyaknya orang yang sudah pulang kampung.

“Indikatornya (grafik hasil kajian ilmiah) proporsi. Proporsi penduduk stay at home,” kata Pandu kepada Kompas.com, Kamis (21/5/2020).

Kajian yang dilakukan oleh Pandu dan timnya dapat menghasilkan data penurunan akibat indikator proporsi warga di rumah saja, dari pengumpulan data yang dihimpun secara statistik.

Namun secara sederhana, Pandu menjelaskan bahwa proporsi penduduk yang tinggal di rumah saja selama PSBB berasal dari big data google mobility index yang dikumpulkan dari para pengguna Android.

Pandu juga mengaitkan dengan data laporan kasus pemerintah melalui analisis statistik.

Hasil kajian penurunan kasus Covid-19 Jakarta

Sejak diberlakukannya PSBB di Jakarta, angka proporsi warga berada di rumah meningkat sampai hampir 60 persen.

Bersamaan dengan itu, dua minggu kemudian, perlahan laporan kasus Covid-19 di Jakarta mulai menurun.

“Efek proporsi yang tinggal di rumah capai 60 persen, dua minggu kemudian terlihat penurunan kasus di Jakarta,” kata dia.

Pada Maret 2020, angka reproduksi atau tingkat penularan awal (R0) di DKI Jakarta adalah empat. Maksudnya adalah satu orang bisa menulari Covid-19 kepada empat orang lainnya.

Setelah hampir 60 persen warga di rumah saja selama PSBB, pada 17 Mei angka reproduksi menjadi 1,11, dan dianggap sudah mulai stabil pada dua hingga tiga minggu terakhir.

Diharapkan dengan diperpanjangnya PSBB, dapat menekan angka ideal reproduksi atau penularan menjadi di bawah satu.

Sebab menurut Pandu, hingga saat ini PSBB memang sebaiknya masih tetap dilakukan karena pandemi Covid-19 belum berakhir dan terkendali. “Belum memenuhi kriteria pelonggaran (PSBB),” ujar dia. (Kompas.com)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Puluhan Anak di Panti Rumah Sejahtera Halut Terancam Kelaparan Hingga Putus Sekolah

TOBELO, Beritamalut.co - Puluhan anak di panti Rumah Sejahtera di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara terancam kelaparan dan putus sekolah. Hal itu karena sudah selama...

Jadwal Semifinal Piala Menpora – 2 Leg Persija Vs PSM, Persib Vs PSS

Jakarta - Turnamen pramusim Piala Menpora 2021 telah mencapai babak semifinal. Keempat tim terbaik telah ditentukan seusai melalui babak penyisihan grup hingga memenangi partai perempat...

Ini Dia Stiker Ramadhan yang Bisa Dipakai di Facebook, Instagram dan WhatsApp

Jakarta - Dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadhan, Facebook, Instagram, dan WhatsApp kompak merilis koleksi stiker edisi khusus Ramadhan di Indonesia. Deretan stiker ini sudah...

Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia, Bagaimana dengan Indonesia?

Jakarta - Umat Islam di dunia mulai melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1442 Hijriah atau 2021 Masehi. Di Indonesia, ibadah puasa Ramadhan 1442 Hijiriah dilaksanakan mulai...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...