Mahasiswa IAIN Tuntut Pengurangan Uang Kuliah di Masa Pandemi Covid-19

TERNATE,Beritamalut.co – Aliansi Mahasiswa Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate bersatu, Maluku Utara, Jumat (10/7/2020) pagi tadi kembali menggelar unjuk rasa terkait uang kuliah tunggal di masa pendemi Covid-19, di depan gedung rektorat IAIN Ternate.

Koordinator aksi Riskiyawan Hasan kepada beritamalut.co melalui sambungan telepon mengatakan, aksi tadi mahasiswa ingin bertemu dengan Rektorat, Warek 1, Warek 2, dan Warek 3, untuk membicarakan Surat Keputusan (SK) Rektorat Nomor 133 Tahun 2020.

Namun yang menemui massa aksi hanya warek 2 dan 3.

“Kami minta agar SK rektor Nomor 133 tahun 2020 yang dikeluarkan itu dan beberapa tuntutan kami bisa dibahas dan diskusikan secara bersama dan terbuka. Tapi kata Warek 2 tidak mau dan Warek 2 mengatakan tunggu dulu karena masih ingin mempelajari lebih dulu SK rektor tersebut,” kata Riskiyawan.

“Kami akan tetap mengawal sampai masalah ini tuntas atau dengan kata lain tuntutan mahasiswa IAIN bisa terealisasi,” tambahnya.

Dalam SK rektor Nomor 133 tahun 2020 itu meninjaklanjuti SK Kementerian Agama Nomor 515 tahun 2020 yang mengintruksikan tidak secara konkrit berapa persen UKT itu dipotong, dan itu dikembalikan ke tiap institusi Pendidikan Tinggi.

Namun dari pihak IAIN sendiri mengambil keputusan untuk melakukan pemotongan UKT sebesar 10 persen.

Dia mencontohkan jika besaran UKT Rp 1.400.000, dipotong 10 persen berarti Rp 140.000, begitupun besaran UKT Rp 1.700.000 maka potongannya Rp 170.000.

“Tuntutan kami bebaskan UKT selama pendemi saja, dan apabila pihak kampus merasa keberatan maka seharusnya dikurangkan atau pemotongan UKT sebesar 50 persen,” ungkapnya.

Kuliah daring juga katanya tidak efektif karena mahasiswa harus membeli paket pulsa untuk internetan.

“Maka dari itu kami meminta kepada pihak lembaga perguruan Tinggi juga seharusnya memberikan paket gratis kepada mahasiswa yang mengikuti kulia secara online tanpa syarat,” tambahnya.

Senada disampaikan ketua Aliansi Mahasiswa IAIN bersatu Naffia bahwa di masa pendemi covid-19 ini dari pihak kampus seharusnya mengratiskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Kepada mahasiswanya karena semua ekonomi mahasiswa dari orang tua mengalami kendala atau penurunan pendapatan ekonomi di Masa sekarang ini.

Adapun beberapa point tuntutan massa aksi tadi yaitu:

1. Rektor IAIN segara mencabut SK Nomor 133 Tahun 2020 tentang mekanisme keringanan UKT bagi mahasiswa atas dampak wabah covid-19
2. Segera gratiskan biaya UKT selama pendemi covid-19 tanpa syarat
3. Libatkan mahasiswa dalam mengambil kebijakan
4. Berikan dispensasi biaya UKT Tampa syarat
5. Transparansi anggaran kampus
6. Berikan fasilitas penunjang kuliah daring Kouta setiap bulan Tampa syarat
7. Wujudkan Demokratisasi kampus
8. Tolak surat keputusan Mentri agama (Kemenag) nomor 515 tentang keringanan uang kulia tunggal (UKT) bagi perguruan Tinggi keagamaan negri atas dampak bencana wabah covid-19. (Sukur L)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Jasa Raharja Bersama Lantas Polres Ternate Bagikan Puluhan Helm Gratis

TERNATE, Beritamalut.co - Ada pemandangan menarik di depan Mapolres Ternate pada Sabtu (15/8/2020) pagi tadi. Di depan Mapolres Ternate belasan anggota polisi tampak sibuk menghentikan...

Silaturahim Tommy Suharto Dihadiri Pengurus Partai Berkarya 31 Provinsi, Termasuk Malut

TERNATE, Beritamalut.co - Dalam rangka menguatkan soliditas dan konsolidasi kader menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Pimpinan Pusat (DPW) Partai Berkarya menyelenggarakan Silaturahmi Nasional...

BMI: Pemprov Malut Belum Mampu Sejahterakan Masyarakat

HALTIM, Beritamalut.co - Barisan Masyarakat Indonesia (BMI) Wilayah Maluku Utara kembali menggelar aksi unjuk rasa di jalan lintas Halmahera timur, Desa Waijoi Ke Desa...

Pemkab Taliabu Telah Cairkan 80 Persen Anggaran Pilkada

BOBONG, Beritamalut.co - Realisasi anggaran Pilkada Pulau Taliabu, telah dicairkan sesuai dengan permintaan yang diajukan pihak KPU dan Bawaslu, dimana anggaran untuk kedua instansi...

TERPOPULER

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Gara-gara Investasi Bodong, Rumah Astrid Jadi Sasaran Amukan Warga

TERNATE,Beritamalut.co-Puluhan ibu-ibu yang menjadi korban dugaan investasi bodong, Rabu (7/3/2018) sore tadi kembali mendatangi kediaman pemilik investasi, Astrid Fitriyanti Pakaya di Kelurahan Kalumata. Kedatangan mereka kembali...

KPK Layangkan Surat Panggilan kepada AHM

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat panggilan kepada tersangka Ahmad Hidayat Mus (AHM) dan Zainal Mus. Surat tersebut dikirim KPK kepada AHM dan Zainal Mus...

Astrid Didakwa Kelola Uang Investasi Total Rp 6 Miliar Lebih

TERNATE,Beritamalut.co-Pengadilan Negeri (PN) Ternate menggelar sidang perdana perkara dugaan investasi bodong CV. Ubay Jaya dengan terdakwa atas nama Astrid Fitriyani Pakaya alias Astrid, Rabu...