Orangtua, Jangan Menjadi “Toksik” bagi Anak

JAKARTA – Sebuah rumah idealnya menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi seluruh anggota keluarga, termasuk anak.

Anak seharusnya mendapatkan dukungan dan kasih sayang dari lingkungan keluarganya.

Namun, apakah semua anak berada di keluarga yang baik dan memberi kasih sayang? Jawabannya, tidak.

Sebab, bisa jadi situasi buruk sebenarnya terjadi di rumah kita, namun tidak disadari.

Lantas, seperti apa tanda orangtua yang toksik terhadap anak? Berikut beberapa tanda umumnya dilansir dari Kompas.com, Kamis (23/7/2020) sebagai berikut:

1. Sangat reaktif dan secara emosional tidak terkontrol

Orangtua yang toksik cenderung bersikap “drama” pada segala hal, bahkan untuk isu-isu kecil.

Orangtua toksik juga selalu mencari celah dan alasan untuk bersikap marah atau mencaci.

2. Kurang empati

Hampir semua orang yang toksik tidak mampu berempati kepada orang lain. Mereka hanya memikirkan tentang kebutuhannya sendiri.

Tidak hanya itu, mereka juga tidak bisa melihat bahwa yang mereka lakukan sebenarnya berbahaya atau menyakiti orang lain.

3. Senang mengontrol

Semakin toksik seseorang, semakin kuat keinginan mereka untuk mengontrol semua hal dan semua orang.

Dalam gaya pengasuhan, mereka biasanya sangat protektif dan tidak pernah mempertimbangkan apa yang diinginkan atau dibutuhkan anak.

Mereka juga sering membuat permintaan yang tidak beralasan, bahkan ketika anak sudah dewasa.

4. Senang mengkritik

Orangtua yang toksik tidak bisa melihat pencapaian anak-anaknya, walaupun si anak sudah berusaha.

Orangtua tipe ini juga sering menjatuhkan orang lain dan menganggap dirinya lebih berbakat atau berbeda dari orang lain.

5. Menyalahkan orang lain

Ketidakharmonisan, permusuhan, dan perpecahan keluarga, dianggapnya sebagai salah orang lain.

Orangtua tipe ini juga tidak mau mengambil tanggung jawab dalam semua masalah dan malah menyalahkan orang lain serta berperilaku memanipulatif.

Menghindari orangtua toksik

Dari sudut pandang orangtua, perilaku ini mungkin saja tidak disadari karena orangtua merasa apa yang dilakukan adalah yang terbaik.

Jika kita sebagai orangtua menyadarinya, segeralah mengevaluasi diri dan mulai memperbaiki relasi dengan anak.

Sementara jika kita berada pada posisi anak, mungkin selama ini kita menghindari konflik dengan orangtua.

Sebab, nilai-nilai di masyarakat masih menganut anggapan bahwa “melawan orangtua adalah dosa”.

Namun, situasi tersebut jika dibiarkan, dapat memunculkan masalah mental. Tidak menutup kemungkinan, perilaku tersebut secara tidak sadar maupun tidak akan kita teruskan pada keluarga dan anak kita kelak.

Jadi, mulailah memikirkan kebahagiaan kita sendiri, dan terimalah bahwa perilaku orangtua mungkin akan sulit berubah.

Menyadari dan menerima bahwa orangtua kita toksik dan tidak mau berubah justru bisa memberi kita kebebasan untuk mementingkan kebutuhan sendiri.

Tanamkan dalam diri bahwa kita boleh menentukan hubungan yang diinginkan untuk memenuhi kebutuhan emosional dan menghindari permusuhan, hal negatif, dan hal beracun lainnya.

Kita bisa saja menetapkan batasan dan meminimalisasi kontak dengan orangtua jika langkah itu dapat menghindari permusuhan dan hal negatif lainnya. (kompas.com)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Jalan di Mangga Dua Selalu jadi “Kolam” saat Hujan Deras, Lurah Angkat Tangan

TERNATE, Beritamalut.co - Akibat hujan deras mengguyur kota Ternate Senin (12/4/2021) pagi dini hari, Jalan kawasan RT 01/RW01 kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Ternate Selatan...

THR Wajib Dibayar Sebelum Lebaran!

Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan pengusaha wajib membayar tunjangan hari raya (THR) kepada karyawan paling lambat sebelum Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Jika...

Ssttt… Ada Gerakan Mau Kudeta Cak Imin dari Kursi Ketum PKB

Jakarta - Mantan Ketua DPC PKB Karawang Ahmad Zamakhsari alias Kang Jimmy bercerita ada gerakan untuk melaksanakan Muktamar Luar Biasa (MLB) atau kongres luar biasa versi PKB....

Denwalsus Bentukan Prabowo: Fisik Sempurna Didikan Batu Jajar

Jakarta - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto resmi membentuk satuan khusus yang kemudian diberi nama Detasemen Pengawal Khusus atau Denwalsus. Satuan ini dibentuk untuk mengawal...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...