Terbukti Korupsi Dana Desa Ratusan Juta, Eks Kades di Klaten Dibui

KLATEN – Mantan Kepala Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Klaten, Sukarno kini dijebloskan ke Lapas Kelas II B Klaten. Sukarno diputus bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Semarang karena terbukti korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) senilai Rp 149 juta.

“Hari ini dilakukan penahanan terhadap Sukarno, mantan Kades Sidowarno, Kecamatan Wonosari periode 2013-2019. Penahanan dilaksanakan oleh Jaksa Cecep Mulyana di Lapas Kelas II B Klaten,” kata Kasi Pidsus Kejari Klaten, Ginanjar Damar Pamenang saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (28/7/2020).

Ginanjar menyebut Sukarno datang ke Kejari Klaten didampingi kuasa hukumnya pukul 14.00 WIB siang ini. Ginanjar menyebut majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang menjatuhkan vonis 1 tahun 8 bulan bui dan denda Rp 50 juta ke Sukarno atas kasus korupsi.

“Penahanan Sukarno didasarkan pada Putusan Pengadilan Tipikor, Semarang. Majelis Hakim yang diketuai Bakri, memutuskan Sukarno terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 3 UU Tipikor,” terang Ginanjar.

“Selain divonis 1 tahun 8 bulan penjara, Majelis Hakim juga memerintahkan untuk menahan Sukarno. Maka kita tahan,” sambungnya.

Kasus itu bermula saat Sukarno menjabat sebagai Kades Sidowarno periode 2013-2019. Sukarno terbukti menggunakan APBDesa periode 2015-2018 untuk pembangunan wahana wisata air dan rehabilitasi kantor desa tanpa melibatkan tim pengelola kegiatan, padahal nilai proyek tersebut sebesar Rp 500 juta.

“Kasus ini ada dua kegiatan dengan nilai sekitar Rp 500 juta. Yaitu rehab balai desa dan pembangunan taman dengan kerugian negara Rp 149 juta,” terangnya.

“(Proyek pembangunannya) Tidak melibatkan tim. Setelah anggaran cair kemudian anggaran langsung dipegang oleh Sukarno dan digunakan untuk membangun tanpa mekanisme yang sesuai dengan Perbup Klaten No 22 tahun 2014 tentang pengadaan barang dan jasa di desa,” urai Ginanjar.

Dari hasil penyelidikan ada pekerjaan yang tidak sesuai dengan perencanaan dan mengakibatkan kerugian negara. Dalam perjalanannya, duit ratusan juta sisa dari anggaran pembangunan wahana wisata air dan rehab kantor desa ternyata dinikmati oleh Sukarno.

“Kita sita sejumlah uang Rp 149 juta. Uang tersebut untuk sementara dititipkan di rekening negara,” ucap Ginanjar.

Selama sidang berlangsung, Sukarno tidak ditahan. Dengan vonis ini, Sukarno maupun jaksa punya waktu seminggu untuk pikir-pikir.

“Selama sidang tidak ditahan tapi setelah vonis hakim memerintahkan ditahan. Dua pihak yaitu jaksa dan terdakwa memiliki waktu 7 hari untuk menanggapi dan jaksa dalam hal ini pikir-pikir,” terang Ginanjar.

detikcom sudah berusaha menghubungi Sukarno terkait penahanan ini. Saat ditelepon, beberapa kali nomor ponselnya aktif tapi tidak diangkat. (detik.com)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Rakor SDM Penunjang Industri Logam Di Malut Hasilkan 6 Kesepakatan

TERNATE,Beritamalut.co - Kesiapan SDM menjadi hal yang vital, dan memiliki tantangan tersendiri, mengingat negara kita yang tercinta merupakan negara kepulauan, tidak terkecuali Provinsi Maluku...

Tetty Melina Lubis, Jenderal Perempuan Berhijab yang Jadi Pimpinan di TNI AD

Beritamalut.co - Sebanyak 20 perwira TNI Angkatan Darat, berkesempatan untuk dilantik dan mendapat kesempatan untuk naik pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya....

Jokowi Teken Aturan Gaji ke-13, Segini Besarannya

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menerbitkan peraturan pemberian gaji ke-13 pegawai negeri sipil (PNS) tahun 2020. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah...

Turun Bobot 41 Kg dalam 5 Bulan Tanpa Pergi ke Gym, Tahu Rahasianya?

JAKARTA - Tanpa disadari, menjadi travel blogger selama 12 tahun membuat Nivedith atau #MacroTraveller (32) memiliki berat badan yang berlebih. Bobot terberatnya pernah mencapai 126,6...

TERPOPULER

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Gara-gara Investasi Bodong, Rumah Astrid Jadi Sasaran Amukan Warga

TERNATE,Beritamalut.co-Puluhan ibu-ibu yang menjadi korban dugaan investasi bodong, Rabu (7/3/2018) sore tadi kembali mendatangi kediaman pemilik investasi, Astrid Fitriyanti Pakaya di Kelurahan Kalumata. Kedatangan mereka kembali...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Astrid Didakwa Kelola Uang Investasi Total Rp 6 Miliar Lebih

TERNATE,Beritamalut.co-Pengadilan Negeri (PN) Ternate menggelar sidang perdana perkara dugaan investasi bodong CV. Ubay Jaya dengan terdakwa atas nama Astrid Fitriyani Pakaya alias Astrid, Rabu...

KPK Layangkan Surat Panggilan kepada AHM

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat panggilan kepada tersangka Ahmad Hidayat Mus (AHM) dan Zainal Mus. Surat tersebut dikirim KPK kepada AHM dan Zainal Mus...