KPK Tahan Orang Kepercayaan Eks Bupati Malang

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Eryck Armando Talla (EAT), orang kepercayaan mantan Bupati Malang Rendra Kresna terkait kasus dugaan gratifikasi, di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pomdam Jaya Guntur, Jakarta.

Melansir cnnindonesia.com, Eryck merupakan seorang kontraktor dan memiliki beberapa perusahaan, seperti CV Thalita Berkarya, CV Thalita Abadi, CV Nathan Putra Teknik dan PT Antigo Agung Pamenang sejak tahun 2010-2015.

“Untuk kepentingan penyidikan, setelah memeriksa saksi dengan jumlah 75 orang, KPK melakukan penahanan tersangka EAT selaku orang kepercayaan Bupati RK [Rendra Kresna],” kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (30/7).

Alex mengatakan kasus dugaan gratifikasi ini bermula setelah Rendra terpilih sebagai Bupati Malang pada 2010 lalu. Ketika itu, Rendra meminta Eryck mengondisikan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Malang yang dilelang melalui e-Proc LPSE Kabupaten Malang.

“Atas permintaan tersebut EAT melakukan pengondisian lelang dari tahun 2011 sampai 2013,” ujarnya.

Atas perintah Rendra juga, lanjut Alex, Eryck mengumpulkan dan diduga menerima gratifikasi berupa uang dari para pemenang lelang Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan Tahun 2011 dan 2012.

“EAT diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan yang berlawanan dengan kewajiban RK selaku Bupati Kabupaten Malang periode tahun 2010-2015 dan 2016-2021,” katanya.

Alex menyebut gratifikasi Rendra dan Eryck bersumber dari pengadaan di seluruh dinas Kabupaten Malang pada 2011-2013. Besaran yang diterima Rendra beragam, mulai dari 7 persen sampai 15 persen.

Selain itu, kata Alex, Rendra juga menerima dan mengumpulkan fee-fee dari pengadaan di Dinas Pendidikan tahun 2011-2012. Penerimaan gratifikasi tersebut melalui Eryck dan digunakan untuk kepentingan Rendra.

“Jumlah total dugaan penerimaan gratifikasi oleh RK dari tahun 2010 sampai dengan 2018 bersama-sama dengan Tersangka EAT berjumlah sekitar Rp 7,1 miliar,” ujarnya.

Atas perbuatannya tersebut, Eryck bersama Rendra disangkakan melanggar Pasal 12 B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, Rendra sendiri telah divonis 6 tahun penjara pada pertengahan tahun lalu. Rendra terbukti menerima gratifikasi selama menjabat bupati dua periode Rp7,5 miliar. (cnnindonesia.com)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Nabung 15 Tahun untuk Berkurban, Nenek Ini Dapat Hadiah Umrah Gratis

Beritamalut.co - Bupati Kutai Kertanegara (Kukar) Edy Damansyah terharu dengan kegigihan nenek Sumiyati (71) untuk berkurban satu ekor sapi dan kambing dengan cara menabung...

Perbaikan Sejumlah Jalan Rusak Dianggarkan di Tahun 2022

TERNATE, Beritamalut.co - Sejumlah jalan raya di Kota Ternate mengalami kerusakan. Beberapa jalan berlobang, hingga akhirnya terkadang menyulitkan kendaraan roda dua maupun empat. Diantaranya jalan raya...

Seorang Ayah di Morotai Setubuhi Putrinya Hingga Hamil 6 Bulan

DARUBA, Beritamalut. co - Sungguh bejat kelakuan seorang Ayah berinisial TS (50) di Kecamatan Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai. Dia tega menyetubuhi anak kadungnya sendiri...

Angka Kemiskinan di Maluku Utara Naik 3 Persen

TERNATE, Beritamalut.co - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara dalam Profil Tingkat Kemiskinan Provinsi Maluku Utara (Malut) Tahun 2018-2019 mengalami peningkatan walaupun tidak...

TERPOPULER

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Gara-gara Investasi Bodong, Rumah Astrid Jadi Sasaran Amukan Warga

TERNATE,Beritamalut.co-Puluhan ibu-ibu yang menjadi korban dugaan investasi bodong, Rabu (7/3/2018) sore tadi kembali mendatangi kediaman pemilik investasi, Astrid Fitriyanti Pakaya di Kelurahan Kalumata. Kedatangan mereka kembali...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

KPK Layangkan Surat Panggilan kepada AHM

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat panggilan kepada tersangka Ahmad Hidayat Mus (AHM) dan Zainal Mus. Surat tersebut dikirim KPK kepada AHM dan Zainal Mus...

Astrid Didakwa Kelola Uang Investasi Total Rp 6 Miliar Lebih

TERNATE,Beritamalut.co-Pengadilan Negeri (PN) Ternate menggelar sidang perdana perkara dugaan investasi bodong CV. Ubay Jaya dengan terdakwa atas nama Astrid Fitriyani Pakaya alias Astrid, Rabu...