BMKG: Musim Pancaroba, Waspadai Cuaca Esktrim di Wilayah Maluku Utara

TERNATE, Beritamalut.co – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate mengingatkan masyarakat khususnya nelayan dan kapal untuk mewaspadai cuaca ekstrim hingga satu pekan ke depan.

Tinggi gelombang diperkirakan dari 0,75-2,5 meter di beberapa wilayah di Maluku Utara.

Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate, Setiawan mengatakan, Maluku Utara saat dalam masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Untuk kemarau diperkirakan baru akan memasuki pada pertengahan Agustus ini.

Di musim pancaroba ini katanya masih terjadi hujan karena didominasi awan konvektif atau mirip bunga kol yang menjulang tinggi. Dan ini terjadi di wilayah Kabupaten Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Barat dan Tidore, Sofifi dan sebagian Ternate.

Ini katanya dipicu pemanasan yang cukup ekstrim suhu permukaan laut di Maluku Utara, juga didukung pertumbuhan tekanan rendah dari laut Filipina sehingga angin muson dari Australia bertiup kuat hingga wilayah Maluku Utara.

Ditambah angin pasat timur laut yang mengakibatkan wilayah Maluku Utara terbentuk himpunan awan, kemudian adanya pertemuan dua arus massa udara dari utara dan selatan.

“Itulah yang menyebabkan beberapa hari ini hujan hingga diperkirakan pekan pertama Agustus, kondisi cuaca di Malut masih hujan ringan hingga hujan lebat,” katanya by phone.

“Untuk hari ini pun kita prediksi kondisi hujan hingga malam hari dan besok pagi masih hujan ringan hingga sedang,” kata Setiawan lagi.

Untuk Senin (3/8/2020) besok pagi, wilayah yang punya potensi hujan sedang hingga lebat yaitu wilayah Tidore, Tobelo, Sofifi dan Sanana, itu terjadi siang hingga sore.

Kemudian tinggi gelombang katanya cukup signifikan di wilayah Maluku Utara, khususnya wilayah selatan seperti Bacan,  Obi, ditambah Sula dan Taliabu.

“Tinggi gelombang cukup signifikan yaitu 0,75-2,5 meter, ini perlu diwaspadai, terutama bagi nelayan dan kapal,” ujar Setiawan.

Kondisi seperti ini berpotensi terjadinya pertumbuhan awan konvektif karena kuatnya arus angin, dan ini bukan hanya horizontal tapi vertikal, yakni angin yang sifatnya merusak.

 

“Kecepatan angin ini bisa sampai 70 km/perjam, namun sifatnya sesaat. Tapi ini perlu diwaspadai di lautan, jika diakibatkan awan ini, terutama nelayan perlu waspadai terutama siang, sore hingga malam hari,” tambahnya. (mn)

 

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

KPU Halbar Sosialisasi Tahapan Pencalonan dan Syarat Calon Kepala Daerah

JAILOLO, Beritamalut.co - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halmahera Barat, Maluku Utara mensosialisasikan tahapan pencalonan dan syarat calon Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Halmahera...

Jasa Raharja Bersama Lantas Polres Ternate Bagikan Puluhan Helm Gratis

TERNATE, Beritamalut.co - Ada pemandangan menarik di depan Mapolres Ternate pada Sabtu (15/8/2020) pagi tadi. Di depan Mapolres Ternate belasan anggota polisi tampak sibuk menghentikan...

Silaturahim Tommy Suharto Dihadiri Pengurus Partai Berkarya 31 Provinsi, Termasuk Malut

TERNATE, Beritamalut.co - Dalam rangka menguatkan soliditas dan konsolidasi kader menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Pimpinan Pusat (DPW) Partai Berkarya menyelenggarakan Silaturahmi Nasional...

BMI: Pemprov Malut Belum Mampu Sejahterakan Masyarakat

HALTIM, Beritamalut.co - Barisan Masyarakat Indonesia (BMI) Wilayah Maluku Utara kembali menggelar aksi unjuk rasa di jalan lintas Halmahera timur, Desa Waijoi Ke Desa...

TERPOPULER

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Gara-gara Investasi Bodong, Rumah Astrid Jadi Sasaran Amukan Warga

TERNATE,Beritamalut.co-Puluhan ibu-ibu yang menjadi korban dugaan investasi bodong, Rabu (7/3/2018) sore tadi kembali mendatangi kediaman pemilik investasi, Astrid Fitriyanti Pakaya di Kelurahan Kalumata. Kedatangan mereka kembali...

KPK Layangkan Surat Panggilan kepada AHM

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat panggilan kepada tersangka Ahmad Hidayat Mus (AHM) dan Zainal Mus. Surat tersebut dikirim KPK kepada AHM dan Zainal Mus...

Astrid Didakwa Kelola Uang Investasi Total Rp 6 Miliar Lebih

TERNATE,Beritamalut.co-Pengadilan Negeri (PN) Ternate menggelar sidang perdana perkara dugaan investasi bodong CV. Ubay Jaya dengan terdakwa atas nama Astrid Fitriyani Pakaya alias Astrid, Rabu...