Masita Ajak Warga Taliabu Perangi Politik Uang dan Isu SARA

BOBONG, Beritamalut.co – Anggota Bawaslu Provinsi Maluku Utara Hj Masita Nawawi Gani mengatakan, partisipasi masyarakat juga turut andil dalam pencegahan serta penanganan politik uang.

Karena itu masyarakat diharapkan aktif melapor jika mencium adanya politik uang di daerahnya. Tak hanya itu, masyarakat hendaknya menolak jika ada calon-calon yang memberikan uang.

“Bawaslu mengapresiasi sejumlah desa yang telah mendeklarasikan diri anti politik uang. Semoga ini pertanda kesadaran masyarakat untuk tidak masuk ke politik uang,” ujar Masita Nawawi pada Launcing Pengawasan Sadar DPT yang dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Pulau Taliabu Desa Wayo Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu, Senin (31/8/2020).

Melansir dari laman resmi malut.bawaslu.go.id, Masita menjelaskan tentang tujuan dibentuknya Desa  Awasi DPT, Desa Anti Politik Uang, Politik Suku Ras Agama (Sara), ujaran kebencian dan hoax, dapat memberikan edukasi dan bagaimana pentingnya peran masyarakat, khususnya stakeholder yang memiliki kepentingan langsung dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) untuk sama-sama melakukan pengawasan terhadap seluruh rangkaian tahapan pemilihan

“Saya berharap semua kalangan stakeholder, partai politik dan masyarakat umumnya di kabupaten Pulau Taliabu memerangi politik uang dan isu Suku Agama Ras (SARA) dalam pelaksanaan Pilkada Bupati dan wakil Bupati Pulau Taliabu,” sebut Koordinator divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga.

Selain itu, Masita juga mengajak warga masyarakat daan stakeholder dan partai politik untuk bersama-sama menjaga  proses demokrasi di kabupaten Pulau Taliabu agar tercipta Pilkada yang aman, jujur serta bebas dari politik uang, isu SARA serta penyebaran berita Hoax, dan tetap menjaga Persatuan dan Kesatuan.

“Berbeda pilihan itu hal yang biasa, dalam menentukan pilihan itu merupakan hak yang tidak dapat diganggu atau diintervensi oleh siapapun juga. Dalam menentukan pilihan itu terjadi hanya di bilik suara atau kamar rahasia, Jadi saya berharap walaupun berbeda pilihan jangan kemudian  berdampak  kepada persatuan dan kesatuan,”pintahnya.

Untuk politik uang lanjut Masita, dimana pelanggaran politik uang pilkada ada perbedaan pada pasal 187 yang di atur dalam undang-undang Pemilu  dan  undang-undang Pilkada. Ia mengatakan, Undang-undang pemilu sanksinya dikenakan kepada pemberi, tetapi untuk undang-undang pilkada pemberi dan penerima kena sanksi.

“Kalau pada Pemilu sebelumnya, yang Kena sanksi hanya pemberi saja, penerima tidak kena. Tetapi sekarang sesuai UU No 10 Tahun 2016 tentang pemilihan yang terakhir diperbaharui, pemberi dan penerima kena sanksi,” tutur Masita.

Masita mengatakan ancaman hukuman dari pelanggaran politik uang ini sangatlah tidak tanggung-tanggung. Ancamannya minimal penjara 36 bulan dan maksimal penjara 72 bulan. Kemudian denda minimal 200 juta, maksimal maksimal 1 Milyar. (SUKUR L)

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Nissa Sabyan Bantah Selingkuh dengan Ayus, Ririe Fairus: Allah Maha Melihat!

Jakarta - Nissa Sabyan pernah membantah memiliki hubungan dengan Ayus. Hal itu disampaikan Nissa Sabyan kepada ayahnya, Komar. Mengenai hal tersebut, Ririe Fairus enggan menanggapinya. Ririe mengatakan jika Tuhan...

Honda Jazz Setop Produksi di RI, Jadi ‘Tumbal’ Kehadiran City Hatchback

Jakarta - PT Honda Prospect Motor (HPM) resmi menyetop produksi Honda Jazz. Posisi Jazz digantikan oleh Honda City Hatchback RS yang baru saja diluncurkan hari ini (3/3/2021) secara virtual. Dijelaskan...

Calon Jamaah Haji Asal Halbar Mengikuti Bimbingan Manasik Haji Mandiri

JAILOLO, Beritamalut.co - Sejumlah calon jamaah haji Kabupaten Halmahera Barat mengikuti bimbingan manasik haji mandiri, Rabu (03/03/2022). Bimbingan ini dalam rangka agar calaon jamaah Haji...

Temui Ombudsman, DPRD Tikep Konsultasi Soal Mutasi ASN Hingga Anggaran Pendidikan dan Pungutan

TERNATE, Beritamalut.co - Soal Mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) kota Tidore Kepulauan Konsultasi ke Ombusdman RI Perwakilan Maluku Utara...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...