Mitos dan Kesalahan Obati Luka: Air Liur, Alkohol dan Kasa

JAKARTALuka yang muncul pada kulit seringkali dianggap remeh. Sebagian orang menganggap luka bisa sembuh dengan sendirinya. Ada pula mitos-mitos dan kesalahan yang berkembang mengenai penyembuhan luka. Mulai dari menggunakan air liur untuk membersihkan luka hingga menggunakan kasa.

Luka sendiri merupakan kondisi ketika struktur kulit hilang kesinambungan sehingga merusak jaringan di bawah kulit. Perlu langkah pengobatan yang tepat agar luka tak kian parah atau menjadi kronis.

Penerapan mitos-mitos dan kesalahan dalam pengobatan justru akan memperlambat penyembuhan luka, berisiko membuat luka infeksi, dan memperparah luka.

Berikut sejumlah mitos dan kesalahan dalam mengobati luka.

 

1. Mengemut luka dengan air liur

Seringkali luka langsung diobati dengan memberikan air liur, terutama luka di tangan. Dokter spesialis luka Adisaputra Ramadhinara menjelaskan, air ludah memang memiliki kandungan anti-bakteri. Namun, membersihkan luka dengan air liur bukan cara yang tepat.

“Memang ada anti-bakteri, tapi di dalamnya juga terdapat banyak sekali bakteri lain. Ini tidak direkomendasikan. Tidak higienis dan tidak etis,” kata Adisaputra dalam talkshow virtual Hansaplast, memperingati World First Aid Day atau Hari Pertolongan Pertama Sedunia.

2. Menutup luka dengan tanaman

Sejumlah kepercayaan meyakini menutup luka dengan tanaman seperti cabai, kopi, kunyit, jahe, dan dedaunan. Namun menurut Adisaputra, cara ini belum terbukti secara ilmiah sehingga tidak sesuai dengan standar medis di seluruh dunia.

“Secara medis yang menjadi standar adalah yang dapat diaplikasikan dan diulang dengan hasil yang selalu sama,” ucap Adisaputra yang merupakan dokter spesialis luka pertama dan satu-satunya di Indonesia.

3. Membersihkan luka dengan alkohol

Banyak orang memilih untuk membersihkan luka dengan alkohol. Adisaputra menjelaskan alkohol bukan cairan yang tepat untuk membersihkan luka. Alkohol memang bisa membunuh bakteri, tapi di sisi lain juga merusak jaringan kulit.

“Alkohol bukan antiseptik tapi desinfektan untuk benda mati, bukan untuk diaplikasikan pada kulit karena merusak jaringan kulit yang sehat,” tutur Adisaputra.

4. Menutup luka dengan kasa

Kesalahan lain dalam mengobati luka adalah menutup luka dengan kasa. kasa bukanlah penutup yang tepat untuk luka. Studi menunjukkan dibutuhkan 64 lapis kasa untuk menghalangi bakteri masuk ke luka yang ditutup. Sebaiknya, gunakan plester.

“Bukan hanya di kalangan awam, tapi juga di kalangan medis, masih banyak yang menggunakan kasa. Menutup luka itu untuk mencegah bakteri masuk dan menjaga luka tetap lembap. Sayangnya kasa bukan material yang memenuhi dua kategori itu,” ungkap Adisaputra.

Agar luka tak menjadi kronis atau kian parah, perlu langkah tepat dalam pengobatan.

Berikut cara mengobati luka yang tepat.

1. Membersihkan luka dengan air mengalir dan cairan antiseptik.

2. Jika perdarahan, tekan dengan kain bersih untuk menyetop perdarahan.

3. Memberikan salep luka untuk melembapkan.

4. Menutup luka dengan plester.

5. Mengganti plester dua kali sehari setiap habis mandi. (CNNIndonesia)

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Sebelum Ditembak Mati dalam Demo Myanmar, Angel Ingin Sumbangkan Organ Tubuh

Jakarta - Kaum muda kembali menjadi korban kekerasan militer Myanmar. Seorang gadis berusia 19 tahun menjadi simbol perlawanan setelah tewas tertembak dalam unjuk rasa antikudeta di Myanmar. Dia menjadi...

10 Jurusan Kuliah yang Paling Banyak Disesali Beserta Alasannya

Jakarta - Terkadang kesuksesan dalam hidup adalah buah dari pilihan yang tepat, termasuk jurusan kuliah. Meski jurusan tak selalu menjamin gaji tinggi bahkan belum tentu terpakai sepenuhnya...

Jokowi: Gaungkan Benci Produk dari Luar Negeri

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta agar kampanye cinta produk-produk Indonesia terus digaungkan. Bersamaan dengan itu, ia ingin agar ajakan untuk membenci produk-produk luar negeri disuarakan. Jokowi...

Jubir: Jabat Komisaris PT KAI, Said Aqil Akan Tetap Kritis

Jakarta - Juru bicara pribadi Said Aqil Siradj, Muchamad Nabil Haroen, mengatakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu bakal tetap kritis kepada pemerintah...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...