Sejumlah Tokoh Sumbar Ajak Masyarakat Maafkan Puan

PADANG – Sejumlah tokoh Sumatera Barat (Sumbar) mengajak masyarakat memaafkan Puan Maharani sehubungan pernyataan Ketua DPP PDIP Bidang Politik itu yang dianggap menyinggung masyarakat Sumbar.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan sejumlah tokoh Sumbar, mengajak masyarakat untuk memaafkan Puan dan memandang pernyataan tersebut dari perspektif positif.

“Kalaulah ucapan Bu Puan dianggap menyinggung perasaan masyarakat Sumbar, saya mengajak masyarakat agar memaafkan beliau. Mari kita jalin silaturahmi untuk kepentingan Sumbar. Saya tetap memandang positif ucapan Puan dan berterima kasih sudah didoakan. Bila ada kesalahan di Sumbar, mari kita perbaiki bersama,” ujarnya melansir CNNIndonesia.com, Senin (14/9).

Tokoh Sumbar lainnya, Yulizal Yunus, berpendapat bahwa Puan khilaf dan tak bermaksud memburukkan Sumbar.

“Kita berbaik sangka. Tak ada maksudnya memburukkan kampungnya, Sumbar, dan sukunya, Minangkabau, apalagi ia bicara dalam internal partainya,” tutur akademisi dan tokoh adat itu.

Kata Yulizal, konteks pernyataan Puan membina kader. “Mungkin ia tak menyangka dari internal bocor ke publik. Khilaf. Khilaf itu sifat manusia. Memberi maaf tanda kita satu suku bangsa Minangkabau yang sendi adatnya adalah syarak (agama),” katanya.

Tokoh lain, Alfan Miko berpandangan bahwa karakter orang Minangkabau itu pemaaf, sesuai dengan ajaran Islam yang menjadi dasar falsafah hidup masyarakat Minangkabau.

“Uni Puan sebetulnya telah terhukum secara sosial psikologis dengan mempertanyakan kualitas dan pemahamannya tentang sejarah bangsa,” kata dia.

Mudah-mudahan, kata Alfan, setelah kejadian ini, Puan semakin lebih dewasa bersikap dan juga mendorong keinginan hatinya untuk mendekatkan dirinya dengan tanah leluhurnya di Ranah Minangkabau.

Ketua Bundo Kanduang Sumbar, Raudha Thaib, mengatakan bahwa pernyataan Puan tak perlu lagi diperpanjang. Persoalan maaf memaafkan dalam budaya Minangkabau sudah membudaya.

“Bagaimanapun Puan Maharani adalah dunsanak kita, bagian dari kita Minangkabau. Gelar yang diberikan kepada Bu Megawati adalah gelar saya yang diserahkan. Untuk apa lagi diperpanjang. Sebaiknya kita lakukan dialog dengan melibatkan semua stakeholder masyarakat Minangkabau,” kata ahli waris Kerajaan Pagaruyung itu.

Ketua DPW Muhammadiyah Sumbar, Shofwan Karim, juga berharap persoalan ini tidak berlarut lagi. Ia mengatakan bahwa sifat orang Minangkabau itu egaliter dan demokratis sehingga sudah terbiasa dengan dinamika perbedaan pendapat.

“Perbedaan pendapat merupakan air mandi keseharian masyarakat Minangkabau yang egaliter, demokratis. Dinamika masyarakat memang telah terasah dalam perbedaan. Kasus Uni Puan setidaknya nanti merupakan awal dari membuhul silaturahmi yang lebih erat lagi antara masyarakat Minangkabau dan Uni Puan,” ujarnya.

Puan Maharani mengeluarkan komentar yang menimbulkan reaksi negatif dari banyak orang Sumatera Barat, khususnya orang Minangkabau. Komentar Puan itu ialah “Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila.” Puan menyampaikan harapan itu ketika mengumumkan pasangan calon yang diusung oleh PDIP di Sumbar, yakni Mulyadi-Ali Mukhni. (cnnindonesia)

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Tim SAR Terus Lakukan Pencarian Terhadap Kakek yang Terseret Arus Sungai

TOBELO, Beritamalut.co - Pencarian yang dilakukan tim SAR Gabungan terhadap Kelion Batidji (70 tahun), warga asal Desa Duma, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara...

Matahari Department Store Akan Tutup 6 Gerai Menjelang Akhir 2020 Ini

Jakarta - Perusahaan retail PT Matahari Department Store Tbk. akan menutup sejumlah gerainya di sejumlah lokasi menjelang akhir tahun 2020. Dalam laporannya ke Bursa Efek Indonesia pada...

PKS Ganti Lambang Partai, Tak Lagi Pakai Unsur Ka’bah

Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera atau PKS meluncurkan lambang atau logo baru di kepengurusan baru periode 2020-2025. Selain logo, mars dan hymne partai juga berubah. Sekretaris...

Balai Arkeologi Maluku Ungkap Sejarah Megalitik Situs Mamuya di Halut

HALMAHERA - Balai Arkeologi Maluku mengungkap jejak sejarah megalitik di Situs Mamuya, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Kegiatan tersebut diadakan Rumah peradaban berlangsung secara...

TERPOPULER

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...

KPK Layangkan Surat Panggilan kepada AHM

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat panggilan kepada tersangka Ahmad Hidayat Mus (AHM) dan Zainal Mus. Surat tersebut dikirim KPK kepada AHM dan Zainal Mus...