Video Viral Ibu-ibu Gunting Bendera Merah Putih dengan Gembira, Polisi Tangkap Empat Orang

JAKARTA – Sebuah video viral aplikasi TikTok menunjukkan ibu-ibu di Sumedang sedang menggunting bendera Merah Putih.

Dalam video tersebut, terlihat ada anak-anak yang melihat kejadian itu.

Seolah menunjukkan kegembiraan, ibu tersebut juga menyebarkan guntingan bendera Merah Putih ke atas.

Peristiwa itu terjadi di Sumedang pada 15 September 2020.

Empat orang ditangkap dan diperiksa

Video tersebut awalnya viral di TikTok dan kemudian tersebar di YouTube dan Facebook.Empat orang ibu yang terkait video tersebut kemudian ditangkap petugas Polres Sumedang. Ada yang menggunting bendera, ada pula yang merekam video.

Mereka adalah ISR (36), warga Perum Bumi Mekar Jaya Indah RT 02 RW 09, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.

Kemudian, DYH (30), warga Dusun Gawiru RT 03 RW 06, Desa Padasuka, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.

Selanjutnya, PO (40), warga Dusun Cikondang RT 02 RW 02, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Tanjungmedar.

Terakhir ialah AN (51), warga Dusun Tarajumas RT 04 RW 05, Desa Sukamukti, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang.

Status saksi

Melansir Kompas.com, Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laksmana membenarkan kejadian video viral tersebut.

Polisi juga sedang memeriksa keempat orang ibu itu. Mereka masih berstatus saksi.

Polisi masih menyelidiki motif ibu-ibu menggunting bendera dan mengunggahnya ke media sosial.

“Iya betul. Untuk statement lebih lanjut dan detailnya harus satu pintu di Pak Kabid Humas Polda (Jabar) ya. Nanti saya kirim kontaknya,” kata Indra kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (16/9/2020).

Dikutip dari Tribun Jabar, peristiwa itu diduga terkait dengan kondisi anak dari DHY yang berkebutuhan khusus.

Anak berusia lima tahun itu disebut tidak bisa lepas dengan bendera Merah Putih.

Kemudian berdasarkan saran seseorang, bendera tersebut harus dipotong bersama-sama di depan anak itu agar bisa melupakan kebiasaannya.

Mengenai hal tersebut, polisi masih belum berkomentar.

“Kami sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi perihal kejadian tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Yanto Slamet.

Kesal anak ke mana-mana bawa bendera

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago membenarkan adanya peristiwa pengguntingan bendera Merah Putih itu.

Peristiwa itu, kata Erdi, terjadi pada 15 September 2020 sekitar pukul 14.00 WIB di Sumedang.

Menurut pemeriksaan, ibu itu menggunting bendera lantaran marah kepada anaknya yang mengalami gangguan mental.

Penyebabnya, sang anak setiap hari harus selalu memegang bendera.

Dalam kasus ini, sang ibu ingin memberi peringatan dan efek jera kepada anaknya. Tak ada niat membenci NKRI.

“Ibu yang menyobek (menggunting) bendera tersebut untuk mengingatkan atau memberi efek jera kepada anaknya. Kebetulan anaknya itu mengalami gangguan mental atau disabilitas, di mana setiap harinya anak tersebut itu ke mana-mana, baik tidur atau bermain, dan sebagainya, itu selalu memegang bendera Merah Putih,” ucap Erdi.

“Ada yang memvideokan dan memviralkan, nah ini yang menjadi masalah. Pada intinya ibu tersebut dari hasil pemeriksaan itu tidak mempunyai maksud apa pun juga terkait kebencian terhadap Merah Putih ataupun NKRI,” lanjut Erdi.

Saat ini Polres Sumedang tengah melakukan pendalaman terkait video itu.

“Tapi, pemeriksaan sementara menyebutkan bahwa ibunya tidak mempunyai motif apa pun terkait kebencian terhadap Indonesia ataupun bendera kita,” kata Erdi. (Kompas.com)

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Melly Goeslaw Pernah Berjualan Kue Kering hingga Casing Ponsel

JAKARTA - Penyanyi dan penulis lagu Melly Goeslaw menceritakan kisah masa lalunya. Sebelum terkenal berkat karya-karya yang dihasilkannya, Melly Goeslaw pernah melalui masa sulit saat...

Salut! Perjuangan Driver Ojol Jujur Kembalikan Dompet Isi Rp 1,6 Juta

Jakarta - Percayalah, orang jujur masih ada di negeri ini. Seperti kisah driver ojek online yang mengembalikan dompet utuh dengan isinya milik Samuel Leonardi. Samuel...

Bawaslu Kota Ternate Rekrut Puluhan Mahasiswa jadi Relawan Pengawasan Pemilu

TERNATE, Beritamalut.co – Sebanyak 45 mahasiswa dari berbagai universitas dan organisasi direkrut menjadi relawan pengawasan pemilu partisipatif pada Pilkada serentak 2020 di Kota Ternate. Koordinator...

Rumah Ibunda Mahfud Md di Pamekasan Didatangi Puluhan Orang

Pamekasan - Rumah ibunda Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md di Pamekasan, Madura, didatangi puluhan orang. Video kedatangan massa ini...

TERPOPULER

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...

KPK Layangkan Surat Panggilan kepada AHM

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat panggilan kepada tersangka Ahmad Hidayat Mus (AHM) dan Zainal Mus. Surat tersebut dikirim KPK kepada AHM dan Zainal Mus...