Dokumen Ungkap Asal-Usul Khalifah ISIS yang Membingungkan

JAKARTA — Dokumen yang dirilis kelompok jihadis pada 2018 lalu menimbulkan pertanyaan tentang siapakah sekarang pemimpin ISIS dan dari manakah asal usul mereka. 

Melansir Republika.co.id, Direktur program Aktor Non-Negara dan Geopolitik di Pusat Kebijakan Global (CGP), Hasan, mencoba menjelaskan dokumen itu.

Dia menyatakan, tujuan pembuatan dokumen itu adalah untuk mengisahkan kehidupan seorang jihadis Irak, dari yang awalnya hanya seorang pemuda biasa, hingga akhirnya menjadi salah satu pemimpin ISIS paling berpengaruh. 

Biografi dari Abu Ali al-Anbari, mantan wakil ISIS yang terbunuh pada 2018, kata dia, jelas ditujukan untuk membangun kepercayaan agama dan minat pribadi, jika seandainya pemimpin Abu Bakr al-Baghdadi dibunuh lebih cepat.

Menurut Hasan, dokumen itu juga memiliki relevansi yang diperbarui. Meskipun, klaim utama dalam dokumen tersebut melibatkan asal etnis dari keluarga yang dimiliki pemimpin ISIS saat ini, Al-Mawla. 

Menurut Hasan, Jika al-Anbari berasal dari Turki, maka klaimnya sebagai suku Arab Quraisy adalah salah, dan dengan demikian klaimnya sebagai khalifah adalah tidak sah.

Namun, hal yang masih mengganjal menurut Hasan adalah pertanyaan mengenai asal mula dari pemimpin ISIS sekarang yang disimpulkan PBB. Utamanya, ketika pemimpin itu dipandang PBB hanya sebagai seorang pengganti hingga organisasinya menemukan orang Arab dengan kualifikasi suku dan agama yang tepat. 

Hasan menambahkan, pemimpin saat ini, Amir Muhammad Sa’id Abd-al-Rahman al-Mawla, merupakan nama asli orang yang diidentifikasi  ISIS sebagai Abu Ibrahim al-Hashemi al-Qurashi yang lahir pada 1976 di sebuah desa dekat Mosul. Desa, yang dikenal sebagai al-Mahalabiyah itu, memang didominasi etnis minoritas Turkmen di Irak.

Dengan latar belakang itu, mengutip pernyataan pihak berwenang di Irak dan Amerika Serikat, Hasan meyakini jika kelompok itu berbohong tentang asal-usul etnis pemimpinnya. Walaupun pada akhirnya, hal itu justru memperburuk perselisihan yang ada di dalam organisasi, menurut sumber di Baghdad yang mengetahui diskusi tersebut. 

Hasan menjelaskan lebih lanjut mengutip artikelnya dengan judul ‘Exclusive Look into the Islamic State’s New Leadership’ yang terbit di Center for Global Policy Kamis (17/9) kemarin. Pemimpin kedua setelah al-Baghdadi itu, juga diketahui menjalani pelatihan agama formal.  

Bahkan, disebutkan jika dia memegang gelar sarjana dalam studi Islam dari perguruan tinggi syariah di Universitas Mosul. Hasan menambahkan, Al-Mawla bahkan pernah menjabat sebagai hakim di Islamic State Irak (dikenal pada saat itu sebagai Alqaeda di Irak) sebelum dia ditangkap dan dipenjara Amerika Serikat di Irak selatan, tepatnya di Kamp Bucca pada 2008.

Meski dia dibebaskan di tahun setelahnya, Irak menyatakan bahwa dia dibebaskan setelah mengingkari janji setia pada Alqaeda dan memberi informasi mengenai semua jihadis yang diketahuinya. Sebagaimana, yang dirinci dalam dokumen interogasi otoritas Amerika Serikat terhadap pemimpin saat ini ketika dia di penjara.  

Sumber-sumber Irak juga mengatakan, jika al-Mawla sempat menjadi ajudan terpercaya al-Baghdadi sebelum akhirnya terbunuh. Yang tentu hal itu diklaim, tidak akan terjadi jika al-Mawla memberi tahu rekan-rekan jihadisnya.  

Sementara dari sumber resmi lainnya, Hasan menuturkan, ada gambaran lain yang diambil pihak berwenang secara umum mengenai kepemimpinan baru ISIS itu. Menurutnya, pemimpin ISIS saat ini, adalah bagian dari kelompok organisasi pengikut al-Anbari, mantan pemimpin puncak ISIS yang sempat diramalkan ayahnya untuk memimpin umat.  

Meski demikian, hingga kematiannya, Anbari memang diketahui telah menjadi ulama terlama dan berpangkat tertinggi di dalam ISIS. Di samping itu, dirinya juga telah dikaitkan dengan pemberontakan melawan Saddam Hussain pada 1990-an dan awal 2000-an. Faksi itu, dikenal sebagai Qaradish, yang selalu memainkan peran kunci dan besar dalam ISIS sejak awal. 

Hasan menegaskan, sebelum masa kepemimpinan saat ini, al-Anbari adalah yang terdekat dengan faksi tersebut untuk mengambil alih ISIS. Sedangkan dalam biografinya, Hasan mengeklaim hal itu adalah upaya pencegahan untuk membenarkan identitasnya. Walaupun, pada akhirnya ia terbunuh, bahkan sebelum kematian al-Baghdadi. 

Sumber: https://cgpolicy.org/articles/exclusive-look-into-the-islamic-states-new-leadership/

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Jadwal Mike Tyson Vs Roy Jones Jr, Duel Besok Minggu

Jakarta - Dua petinju legendaris, Mike Tyson dan Roy Jones Jr, akan berhadapan satu sama lain di atas ring. Duel eksibisi Mike Tyson vs Roy...

Cerita Pria Bisnis Tanaman Hias Sultan, Rela Tukar Mobil dengan Tanaman

Jakarta - Pria ini pernah viral karena membeli tanaman hias yang seharga mobil. Dia menukarkan mobilnya dengan dua jenis tanaman hias. Dalam video viral yang...

Marak Prostitusi Artis, Ini Ciri-ciri Pria yang Doyan ‘Jajan’ Seks

Jakarta - Belakangan ini marak prostitusi artis seperti kasus artis inisial ST dan MA. Keduanya dibayar puluhan juta untuk melayani threesome bersama pria hidung...

Ratusan Personil Polda Malut yang Diperbantukan Pengamanan TPS di Rapid Tes

TERNATE, Beritamalut.co - Polda Maluku Utara melakukan rapid tes bagi 452 personil yang akan diperbantukan (BKO) dalam pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilihan...

TERPOPULER

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...

KPK Layangkan Surat Panggilan kepada AHM

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat panggilan kepada tersangka Ahmad Hidayat Mus (AHM) dan Zainal Mus. Surat tersebut dikirim KPK kepada AHM dan Zainal Mus...