Menuai Cuan Bisnis Tanaman Hias di Tengah Corona

JAKARTA – Pandemi virus corona mendatangkan rezeki ‘nomplok’ bagi pedagang tanaman, khususnya tanaman hias. Salah satunya, Teguh pemilik toko TnC Nursery di Bekasi.

Ia mengaku sejak pandemi omzetnya melonjak 40 persen dari normal. Kenaikan ini, menurut dia, dipengaruhi oleh gaya hidup masyarakat yang kini lebih sering berada di rumah. Khususnya untuk tanaman hias yang cocok untuk menghiasi ruangan (indoor).

Berbagai tanaman hias yang dulunya jarang dilirik pun kini naik daun. Teguh menyebut yang tengah laku keras saat ini yaitu jenis tanaman bercorak unik (variegata) seperti janda bolong (Monstera adansonii variegated) dan jenis Monstera variegated (Monvar) lainnya.

Untuk tanaman jenis variegata, harga bisa dibanderol gila-gilaan. Bahkan, hingga puluhan juta rupiah per pot. Namun, untuk tanaman jenis ini, ia menuturkan tak dapat mematok harga pasti karena setiap tanaman memiliki keunikannya sendiri.

“Janda bolong variegata harga gila-gilaan, bisa puluhan juta (rupiah), bisa sampai Rp85 jutaan (per pot),” katanya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (16/9).

Namun, ia menyebut harga fantastis tersebut dikarenakan oleh tren sesaat, ‘booming’ tanaman hias kala pandemi. Ia memperkirakan, tanaman hias tak lagi dibanderol tinggi usai pandemi.

Selain itu, harga menjulang hanya berlaku untuk tanaman jenis variegata. Sedangkan, untuk jenis biasa, harga hanya berkisar sebesar puluhan ribu rupiah. Ia mencontohkan janda bolong jenis biasa yang hanya dihargai Rp25 ribu per pot, jauh dari harga jenis variegata.

Oleh karena itu, bagi mereka yang hendak banting setir menjadi pedagang tanaman disarankan untuk banyak melakukan riset, jangan cepat tergiur dan mengira setiap tanaman hias berharga jutaan rupiah.

Pun begitu, ia menyebut potensi cuan menjadi pedagang tanaman terbuka cukup luas. Secara pribadi, ia menyarankan mereka yang kehilangan pekerjaan untuk menjajal bisnis tanaman. Bercermin dari omzetnya yang naik drastis, Teguh menyebut permintaan tengah menjamur. Apalagi, kalau penjualan didukung oleh pemasaran secara daring.

Selain itu, bisnis tak perlu modal yang besar, bisa dimulai dari memasok tanaman atau bibit murah. Ilmu budidaya tanaman pun bisa dipelajari secara mandiri, tak perlu sekolah formal.

“Bisa mulai dari nonton video online, enggak mesti sarjana pertanian. Saya saja awalnya belajar sendiri,” papar Teguh.

Ia menyarankan bagi pemula yang ingin merambah ke bisnis tanaman hias untuk ‘haus ilmu’ dan terus ingin mencari tahu soal tanaman sebelum menentukan pilihan. Meski tampak sepele, mengembangkan tanaman tak semudah yang terlihat.

Senada, pegiat tanaman hias Asoka Remadja mengatakan bahwa tingginya harga Monvar bukan barang aneh di dunia para pecinta tanaman hias. Asoka mengatakan, permintaan yang tinggi, apalagi sejak pandemi, membuat harga Monvar ikut terdongkrak.

“Di sini (Indonesia), Monvar yang punya kebanyakan kolektor. Ada bahkan yang jual 3-4 daun (seharga) Rp30-40 juta. Ini kalau dijual ke sesama kolektor. Tapi, kalau ke user atau penikmat yang tidak mengerti (seluk beluk tanaman hias), harganya bisa di atas segitu,” jelas Asoka.

Tak hanya masalah kelangkaan, harga fantastis Monvar pun disebabkan oleh tampilannya yang enak dipandang. Jenis tanaman yang menyandang nama ‘variegata’ bakal memiliki semburat putih di atas daun berwarna hijau.

Lebih lanjut, ia menilai kalau tren bakal terus berganti, termasuk si janda bolong. Dulu jauh sebelum pandemi, tanaman gelombang cinta (Anthurium plowmanii) sempat naik daun. Harganya tak kalah fantastis dengan ‘janda bolong’.

“Menurut saya, tren itu bakal naik turun,” pungkasnya. (CNNIndonesia)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Tiga Kader Ikut Pilkada, Ini Sikap Politik Pemuda Pancasila Maluku Utara

TERNATE, Beritamalut.co - Pemuda Pancasila Provinsi Maluku Utara menyatakan sikap politik di delapan kabupaten/kota di Provinsi Malut pada pilkada serentak, 2020. Itu karena, ada tiga...

KPU Halbar Sukses Gelar Debat Kandidat di Hotel Sahid Ternate

JAILOLO, Beritamalut.co - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Barat sukses menyelenggarakan debat kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati putaran pertama di Hotel Sahid...

Menilik Sejarah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Jakarta - Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi...

Amankah Air Hujan Diminum?

Jakarta - Air adalah komponen penting untuk tubuh. Faktanya, 60 persen dari tubuh kita terdiri dari air. Tubuh kehilangan air melalui berbagai proses biologis alami,...

TERPOPULER

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

KPK Layangkan Surat Panggilan kepada AHM

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat panggilan kepada tersangka Ahmad Hidayat Mus (AHM) dan Zainal Mus. Surat tersebut dikirim KPK kepada AHM dan Zainal Mus...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...

Gara-gara Investasi Bodong, Rumah Astrid Jadi Sasaran Amukan Warga

TERNATE,Beritamalut.co-Puluhan ibu-ibu yang menjadi korban dugaan investasi bodong, Rabu (7/3/2018) sore tadi kembali mendatangi kediaman pemilik investasi, Astrid Fitriyanti Pakaya di Kelurahan Kalumata. Kedatangan mereka kembali...