Demo Hari Tani di Makassar Ricuh, 20 Orang Ditangkap

JAKARTA – Sebanyak 20 orang pengunjuk rasa peringatan Hari Tani Nasional di Makassar diamankan saat kericuhan terjadi di depan kantor DPRD Sulsel, Kamis, (24/9).

“20 orang kita amankan karena mereka melukai tiga anggota kami,” kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Polisi Yudhiawan Wibisono saat dikonfirmasi, Kamis (24/9).

Melansir CNNIndonesia.com, Yudhiawan mengatakan para pengunjuk rasa ini tidak punya izin sehingga mereka hendak dibubarkan karena aksi di depan kantor DPRD Sulsel mulai terlihat anarkistis.

Yudhiawan tidak merinci anarkistis seperti apa yang dimaksud. Namun, kata dia, saat hendak dibubarkan, pengunjuk rasa ini melakukan perlawanan sehingga ada polisi yang terluka.

“Ada tiga orang yang terluka karena kena batu dan pukulan,” kata Yudhiawan Wibisono.

Sementara itu, Kapolsek Panakkukang, Kompol Jamal Fatur yang wilayah tugasnya termasuk gedung DPRD Sulsel ini membenarkan tentang kericuhan aksi tadi siang.

Dia mengatakan awalnya pengunjuk rasa dari beberapa kelompok jumlahnya sekitar 200 orang tiba di depan kantor DPRD Sulsel sekitar pukul 11.00 wita. Kericuhan mulai terjadi pukul 14.30 wita.

“Ada pengunjuk rasa diamankan, sudah dibawa ke Polrestabes Makassar. Lalu tiga anggota polisi luka, satu anggota intel Polsek Panakkukang dan dua anggota Sabhara Polrestabes Makassar,” kata Kompol Jamal Fathur.

Seperti diketahui, momentum Hari Tani Nasional yang jatuh hari ini jadi momentum kelompok massa menggelar aksi unjuk rasa.

Di Jakarta, misalnya, sebanyak 290 organisasi dari elemen tani, nelayan, mahasiswa, buruh, hingga pegiat lingkungan hidup kompak menolak Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja (Omnibus Law Ciptaker). Penolakan ini mereka serukan di depan Gedung DPR, Jakarta, dengan protokol kesehatan.

Juru bicara, Sekretaris Jenderal Komite Nasional Pembaruan Agraria, Dewi Kartika mengatakan, Omnibus Law Cipta Kerja adalah bagian dari kapitalisme global yang hanya menyejahterakan pengusaha, elite politik dan tuan tanah.

“Jika Omnibus Law RUU Cipta Kerja disahkan, maka bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, sekali lagi dan selamanya akan menjadi bagian dari eksploitasi kapitalisme internasional, neo kolonialisme/neo imperialisme yang akan membawa pemelaratan terus menerus,” kata Dewi dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (24/9). (CNNIndonesia.com)

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Barcelona Rindukan Suarez seperti Real Madrid ke Ronaldo

Montevideo - Barcelona diyakini sudah keliru karena menjual Luis Suarez. Dampak keputusan itu dinilai setara seperti kala Real Madrid kehilangan Cristiano Ronaldo. Pendapat itu merupakan pandangan dari mantan striker top Uruguay, Diego...

Mengenal Pak Dadang, Pecatur Indonesia di Chess.com yang Kalahkan Gamer Catur Dunia

Jakarta - "Bapak saya tidak terlalu mempermasalahkan (akunnya) diblokir," ujar Ali Akbar, anak dari Dadang Subur, pria asal Bandung yang akun Chess.com-nya ditangguhkan karena...

Partai Demokrat Tak Akui Moeldoko sebagai Ketum: KLB Ilegal!

Deli Serdang - Acara yang diklaim sebagai kongres luar biasa atau KLB Partai Demokrat (PD) di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum (ketum). Partai Demokrat tidak...

Viral Wanita Modifikasi Model Seragam PNS, Lengan Baju Jadi Sorotan

Jakarta - Seragam PNS (Pegawai Negeri Sipil) selama ini identik dengan setelan blazer warna cokelat. Tidak hanya itu, model seragam PNS pun sudah diatur oleh pemerintah. Meski begitu,...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...