Penggal Kepala Pejuang RI, Belanda Dihukum Bayar Rp15 Juta

JAKARTA – Pengadilan Sipil Den Haag menghukum Pemerintah Belanda membayar ganti rugi senilai €874.80 atau setara Rp15 juta kepada warga Indonesia, Malik Abubakar.

Malik, 78 tahun, merupakan putra dari Andi Abubakar Lambogo, pejuang kemerdekaan RI yang dipenggal kepalanya oleh pasukan Belanda sepanjang Agresi 1947 di Sulawesi Selatan.

Nama Andi Abubakar Lambogo bahkan diabadikan menjadi sebuah nama jalan dan taman kota di Kota Enrekang.

“Pada Rabu, 30 September, pengadilan sipil di Den Haag mengumumkan bahwa mereka menghukum Pemerintah Belanda atas pemenggalan kepala pejuang kemerdekaan Indonesia Andi Abubakar Lambogo, yang dibunuh oleh Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) pada tahun 1947. Putranya Malik Abubakar akan menerima €874,80 sebagai ganti rugi,” kata Ketua Yayasan Komite Utang Kehormatan Belanda, Jeffrey Pondaag, dalam keterangannya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (1/10).

Jeffrey, dalam keterangannya yang juga dikutip Historibersama.com, Rabu (29/9), mengatakan gugatan Malik telah diajukan ke pengadilan sejak 2016. Bersama Yayasan KUKB, kata Jeffrey, Malik juga menuntut permintaan maaf Pemerintah Belanda atas kekerasan yang dilakukan.

Putusan Pengadilan Belanda tersebut banyak dikecewakan, salah satunya Irwan Lubis, kuasa hukum sejumlah perwakilan Indonesia untuk korban agresi Belanda.

“Memang sebaiknya Kemlu RI haruslah menganalisis ini, turut berpikir mencari jalan keadilan yang lebih adil,” ujar dia.

Dilansir catatan alih bahasa Roode Brug Soerabaia, suratkabar NRC Belanda mengungkap Andi Abubakar Lambogo berasal dari keluarga Muslim aristokrat.

Pada 13 Maret 1947 pasukan Andi Abubakar dari Batalion 1 disergap tentara KNIL Belanda di desa Salu Wajo. Terjadi pertempuran hebat, Abubakar terkena tembakan pada pahanya, dia ditawan bersama beberapa anak buahnya dan kemudian dipenggal.

Kepala yang terpenggal itu ditusukkan bayonet dan dipertontonkan di tengah keramaian pasar. Di Pasar Enrekang, tentara Belanda memaksa satu per satu tawanan untuk mencium kepala pemimpinnya yang sudah ditancapkan di atas bayonet.

Hal ini disaksikan masyarakat yang sedang ramai berada di pasar. Pasukan Belanda tahu betul siapa yang mereka hadapi, bukan hanya memenggal kepala Abubakar. Mereka mendatangi rumah Abubakar dan membakarnya.

Seperti diketahui, di Sulawesi Selatan antara Desember 1946 hingga Februari 1947, Kapten Raymond Westerling yang melegenda bersama “Depot Speciale Troepen” diberi tugas oleh militer Belanda untuk menghancurkan perlawanan di Sulawesi Selatan.

Dia diberi kewenangan atau otoritas “emergency jurisdiction” di mana dia diperbolehkan mengeksekusi tanpa proses pengadilan. (CNNIndonesia.com)

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Densus 88 Tangkap 12 Terduga Teroris, Diduga Terkait JI

Jakarta - Polisi menangkap 12 terduga teroris di sejumlah wilayah di Jawa Timur dan menyatakan penangkapan terkait jaringan Jamaah Islamiyah (JI). "(Iya, diduga) JI," kata...

Gunung Es Sebesar Kota London Runtuh dari Lapisan Es Antartika

Jakarta - Gunung es raksasa, kira-kira seluas Kota London, runtuh dari lapisan es Antartika, dekat pangkalan riset milik Inggris, pada Jumat (26/2/2021). Melansir DW, Jumat...

Menilik Penyebab Microsoft Sebut Warganet Indonesia Tidak Sopan Se-Asia Tenggara

Jakarta - Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang komputer di AS, Microsoft, melaporkan hasil studi tahunannya, "Civility, Safety, and Interactions Online 2020". Hasil ini dirilis...

Daftar 21 Mobil yang Bebas PPnBM Mulai 1 Maret

Jakarta - Pemerintah resmi mengeluarkan daftar mobil yang mendapatkan keringanan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) 0% mulai Senin (1/3) mendatang. Terdapat 21 mobil pajaknya digratiskan dalam...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...