3 Jenis Obat dan Suplemen yang Berbahaya untuk Ginjal

JAKARTA – Meski ukurannya hanya sekepalan tangan, ginjal melakukan pekerjaan penting di dalam tubuh manusia. Organ ini menyaring sekitar 200 liter cairan selama 24 jam.

Menurut National Kidney Foundation, fungsi ginjal yang utama adalah membuang limbah dan kelebihan cairan dari tubuh, melalui urine.

Diperkirakan 10 persen dari penduduk dunia terkena Penyakit Ginjal Kronik (PGK), tetapi 9 dari 10 orang tersebut tidak menyadari kondisinya.

Sedangkan, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) tahun 2018, di Indonesia prevalensi PGK meningkat menjadi 0,38 persen.

Menurut spesialis nefrologi, Robert Heyka, MD, yang mengkhawatirkan adalah, obat-obatan yang dijual bebas, resep umum, dan suplemen nutrisi dapat memiliki efek serius pada fungsi ginjal.

“Anda berisiko lebih tinggi jika ginjal Anda tidak sepenuhnya sehat sejak awal,” katanya.

Hanya dokter yang dapat melakukan tes untuk menentukan apakah ginjal Anda sehat. Namun, ada masalah kesehatan tertentu yang membuat seseorang lebih mungkin terkena penyakit ginjal.

Kondisi kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan ginjal
Jika Anda memiliki salah satu dari kondisi kesehatan berikut, atau jika Anda atau keluarga Anda memiliki riwayat masalah ginjal, penting untuk memeriksakan ginjal setahun sekali:

Diabetes.
Tekanan darah tinggi.
– Penyakit jantung.
– Kegemukan.
– Kolesterol Tinggi.

“Tetapi bahkan jika Anda tidak memiliki faktor risiko, pemeriksaan tahunan dengan memeriksa tekanan darah, tes laboratorium, dan urine sangat penting dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang fungsi ginjal Anda,” kata Dr. Heyka.

Obat dan suplemen yang berbahaya bagi ginjal

Berikut tiga daftar obat dan suplemen yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal:

1. Antibiotik

Antibiotik tertentu dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal, jadi meminumnya dapat memberikan tekanan ekstra pada ginjal Anda. Penisilin, sefalosporin, dan sulfonamida khususnya dapat berbahaya bagi ginjal Anda.

Melansir Cleveland Clinic, penggunaan antibiotik jangka panjang dapat melukai ginjal, meskipun Anda dalam keadaan sehat.

Dan pada orang yang ginjalnya tidak berfungsi 100% pada awalnya, antibiotik dapat menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan.

Meski demikian, penting untuk diingat bahwa antibiotik dapat digunakan dengan aman jika diperlukan, selama dosisnya disesuaikan dengan tingkat fungsi ginjal tubuh Anda.

2. Obat anti inflamasi non steroid (NSAIDS)

NSAID adalah obat yang sangat efektif untuk berbagai masalah medis. Tetapi mengonsumsi NSAIDS dapat memengaruhi ginjal, dan dapat menyebabkan kerusakan, terutama jika Anda juga mengonsumsi diuretik atau penghambat ACE.

NSAIDS termasuk obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen.

Menggunakan obat-obatan ini dengan kafein dapat lebih membahayakan ginjal Anda. Saat mengonsumsi obat-obatan ini, pastikan untuk memeriksakan diri secara teratur ke dokter jika Anda mengalami gangguan fungsi ginjal.

3. Suplemen makanan

Suplemen nutrisi tertentu dikaitkan dengan cedera ginjal, bahkan pada orang sehat.

Dengan berbagai macam suplemen yang tersedia, cara terbaik untuk mengetahui apakah suplemen itu aman adalah dengan meminta dokter Anda untuk meninjau semua bahannya.

Suplemen makanan tidak diatur oleh Food and Drug Administration sebagai obat, tetapi sebagai makanan.

Namun, karena semua bahan mungkin tidak tercantum pada label dan dapat mengganggu resep obat yang Anda minum, maka konsultasikan lebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen makanan.

Para peneliti telah meninjau 17 suplemen makanan yang telah dikaitkan dengan cedera ginjal langsung, meskipun dalam jumlah kasus yang sangat terbatas.

Sebagai catatan, para peneliti menemukan bahwa pasien sering kali tidak memberi tahu dokter mereka tentang suplemen makanan yang mereka konsumsi. Melakukan hal ini dapat membuat Anda berisiko mengalami cedera dan interaksi obat.

Jika Anda telah mengalami penurunan fungsi ginjal atau berisiko terkena penyakit ginjal, sebaiknya jangan pernah mengonsumsi suplemen makanan atau dosis vitamin di atas Recommended Daily Allowance (rekomendasi harian).

Berisiko terkena penyakit ginjal
Kebanyakan orang dengan penyakit ginjal tidak menunjukkan gejala apa pun sampai kondisi mereka parah.

Jadi, mintalah dokter untuk melakukan beberapa pemeriksaan, untuk mengetahui seberapa baik ginjal Anda bekerja. Dokter akan melakukan pemeriksaan berikut:

– Periksa tekanan darah Anda.
– Ambil sampel darah dan uji kadar nitrogen urea darah (BUN) dan kreatinin, yang merupakan indikator seberapa baik ginjal Anda membersihkan darah.
– Ambil sampel urine untuk memeriksa darah, infeksi, atau protein dalam urin.

“Bahkan sedikit lebih tinggi dari tekanan darah normal atau kolesterol bisa meningkatkan risiko penyakit ginjal,” tegas Dr. Heyka.

Jadi jaga tekanan darah, kolesterol, dan berat badan Anda, serta gula darah jika Anda menderita diabetes.

Dan, pastikan selalu memberi tahu dokter Anda tentang setiap vitamin, pengobatan herbal, dan suplemen nutrisi yang Anda konsumsi. (Kompas.com)

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Puluhan Polisi Myanmar Kabur ke India Menentang Perintah Tembaki Masyarakat Sipil

NAYPYIDAW - Sejumlah anggota kepolisian Myanmar mulai melarikan diri ke India setelah menolak mengambil bagian dalam tindakan keras yang semakin berdarah terhadap pengunjuk rasa pro-demokrasi. Penjaga...

Kemnaker Gandeng IWIP untuk Tingkatkan Kompetensi SDM di Malut

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung proyek prioritas pendukung perekonomian dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di wilayah...

Menaker Nilai Maluku Utara Jadi Harapan Pembangunan Indonesia Timur

Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengingatkan pengelola Balai Latihan Kerja (BLK) untuk dapat menjawab kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha dan dunia industri. Peringatan ini...

AHY Diminta Pecat Kader Demokrat Maluku Utara yang Ikut KLB

TERNATE - Wakil Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Provinsi Maluku Utara, Rusdi Yusuf, menyebutkan ada sejumlah kader di wilayahnya mengikuti Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...