AirAsia Digugat Karyawan Gara-gara Tak Bayar Cuti 6 Bulan

JAKARTA – PT Indonesia AirAsia dan PT Indonesia AirAsia Extra (AirAsia X Indonesia/IAAX) digugat 14 karyawan atas tuduhan penelantaran karena tidak membayar cuti sesuai hak karyawan selama enam bulan sejak sebelum pandemi virus corona atau covid-19. Gugatan didaftarkan ke Pengadilan Negeri Kota Serang, Banten.

Gugatan ini diungkapkan oleh Radhitya Yosodiningrat, salah satu pengacara Law Firm Henry Yosodiningrat & Partners sekaligus kuasa hukum 14 karyawan. Perusahaan juga dianggap mangkir atas panggilan mediasi perselisihan hubungan industrial dari Dinas Ketenagakerjaan Pemerintah Kota Tangerang.

“Bahwa AirAsia merupakan perusahaan besar di dunia penerbangan ternyata telah menerlantarkan karyawannya dengan ‘memaksa’ karyawannya untuk cuti tanpa dibayar sejak bulan April sampai dengan saat ini,” kata Radhitya melalui keterangan tertulis, Jumat (23/10).

Radhitya menjelaskan 14 karyawan tetap sebelumnya sudah melaporkan manajemen perusahaan ke Dinas Ketenagakerjaan Pemerintah Kota Tangerang. Dalam laporannya, karyawan meminta perusahaan agar tetap memenuhi tanggung jawab atas kurang bayar gaji, Tunjangan Hari Raya (THR) dan pesangon yang belum dibayarkan sesuai hak masing-masing karyawan.

Ia menyebut beberapa karyawan yang memiliki jabatan Captain Pilot Airbus bahkan memiliki hak gaji yang belum dibayar mencapai Rp863 juta dengan pesangon Rp2,7 miliar. Ada pula Captain Pilot senior lain yang ketentuan pesangonnya mencapai Rp3,78 miliar.

Perusahaan perlu memenuhi pembayaran pesangon karyawan karena mereka yang tidak dibayar cutinya akhirnya meminta perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Permintaan PHK dilakukan atas landasan Pasal 169 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Radhitya mengungkapkan berdasarkan pasal tersebut, karyawan bisa meminta PHK karena perusahaan tidak memenuhi kewajibannya berupa pembayaran hak-hak karyawan sesuai kontrak kerja.

“Melihat status karyawan yang tidak jelas maka sebagian karyawan yang terdiri dari Capten Pilot, First Officer, Cabin Crew meminta di-PHK dengan alasan Pasal 169 ayat (1) huruf c dan d UU Ketenagakerjaan Tahun 2003,” imbuhnya.

Dari hasil laporan ini, Dinas Ketenagakerjaan Pemerintah Kota Tangerang kemudian meminta kedua pihak melakukan mediasi. Namun, hal itu tidak dipenuhi perusahaan hingga 10 hari sesuai batas mediasi yang jatuh pada 17 Oktober 2020.

“Sehingga kami terpaksa menempuh upaya hukum formal (ke Pengadilan Negeri Kota Serang),” katanya.

Sebelumnya, para karyawan juga melaporkan perusahaan ke Polda Metro Jaya dengan surat laporan nomor LP/2930/V/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ atas dugaan pidana penggelapan karena membuat dan mengeluarkan slip gaji karyawan periode Maret 2020, namun gaji tidak dibayar.

Rencananya, para karyawan akan membuat laporan ke Kepolisian lagi atas tuduhan tidak membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan karyawan.

CNNIndonesia.com telah berusaha menghubungi Radhitya selaku kuasa hukum dan Law Firm Henry Yosodiningrat & Partners untuk meminta konfirmasi langsung. Namun, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Sementara atas gugatan ini, Manajemen IAAX mengklarifikasi gugatan tersebut sedikit salah sasaran karena IAAX dan Indonesia AirAsia adalah entitas yang berbeda sehingga tuntutan yang diarahkan kepada AirAsia Indonesia dinilai tidak tepat.

Sementara terkait isi gugatan, manajemen IAAX menyayangkan sikap 14 karyawan dan manajemen yang masih melakukan gugatan, padahal kedua pihak dianggap sudah melakukan musyawarah sampai 21 Oktober 2020.

“IAAX telah menghadiri undangan mediasi formal sebelumnya dan mediasi informal sesuai arahan Disnaker. Undangan lainnya terkait isu tersebut juga telah dihadiri secara bersamaan,” ungkap manajemen IAAX kepada CNNIndonesia.com.

Manajemen menyatakan IAAX akan menghormati dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku di Indonesia. IAAX sendiri telah menghentikan operasional penerbangan berjadwal sejak Januari 2019.

“Kini pandemi covid-19 turut memberi dampak pada IAAX dan karyawannya. Namun, IAAX berterima kasih kepada karyawan lainnya yang masih terus mendukung perusahaan dan satu sama lain di tengah situasi yang penuh tantangan ini,” ujarnya. (CNNIndonesia.com)

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Kata Warga Terhadap Irjen Pol Rikwanto Selama Jabat Kapolda Malut

TERNATE, Beritamalut.co - Masyarakat Kota Ternate mengapresiasi kinerja Irjen Pol Drs. Rikwanto SH. M. Hum selama menjabat Kapolda Maluku Utara. Apresiasi itu terutama dalam hal...

Fraksi PKB Pertanyakan Dasar Penetapan Target PAD Kota Ternate Rp 127 Miliar di 2021

TERNATE, Beritamalut.co - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Ternate meminta Pemkot agar dalam penentuan komposisi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus berdasarkan...

BREAKING NEWS, Legenda Sepak Bola Argentina Diego Maradona Meninggal Dunia

Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari legenda sepak bola Diego Maradona. Mantan bintang timnas Argentina itu dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (25/11/2020) malam WIB...

Bamsoet Kukuhkan Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia

JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menaruh harapan besar kehadiran Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) akan semakin melengkapi berbagai entitas kelembagaan pers yang...

TERPOPULER

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...

KPK Layangkan Surat Panggilan kepada AHM

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat panggilan kepada tersangka Ahmad Hidayat Mus (AHM) dan Zainal Mus. Surat tersebut dikirim KPK kepada AHM dan Zainal Mus...