Tito: Demo Tak Perlu Izin, Kalau Melanggar Dibubarkan

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan Indonesia telah mengalami demokratisasi yang dibuktikan dengan aksi demonstrasi tak perlu mengajukan izin seperti masa Orde Baru.

Tito berkata Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 menjamin kemerdekaan masyarakat Indonesia untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Hasilnya, saat ini demonstrasi bisa dilihat setiap hari.

“Itu membuka ruang kebebasan berpendapat. Orang demo cukup memberi tahu, tanpa perlu izin, dan polisi wajib untuk mengamankan,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi Nasional Tahun 2020 Forum Kerukunan Umat Beragama yang disiarkan akun Youtube Kemenag RI, Selasa (3/11).

Meski begitu, Tito menyebut kepolisian berwenang membubarkan demonstrasi jika ada pelanggaran. Tito berkata semua pihak punya tantangan agar kebebasan berpendapat di muka umum berjalan baik.

“Demo kalau melanggar baru dibubarkan. Ini tantangan kita,” ujarnya.

Selain itu, Tito bilang Indonesia juga telah menjamin hak berkumpul dan berserikat bagi warganya. Dia menyebut hal itu tercermin dari perkembangan pesat organisasi kemasyarakatan (ormas).

“Ada UU Keormasan dan lain-lain yang membuat organisasi-organisasi boleh tidak perlu untuk mendapat izin, cukup mendaftarkan. Boleh mendaftar, boleh tidak,” ujarnya.

Meski begitu, ia menilai demokratisasi bukan tanpa tantangan. Mantan Kapolri itu berpendapat semua pihak harus bijak dalam menyikapi proses berdemokrasi yang saat ini berjalan.

Sebelumnya, demokrasi Indonesia dipertanyakan sejak Joko Widodo memulai periode kedua pemerintahannya. Pemerintahan Jokowi dinilai mengikis demokrasi dan perlahan bergerak ke arah otoritarian.

Dalam survei yang digelar Indikator Politik pada 24-30 September 2020, 36 persen responden menyatakan Indonesia menjadi negara yang kurang demokratis. Hanya 17,7 persen responden yang menilai kondisi saat ini lebih demokratis dibandingkan sebelumnya.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati berpendapat satu tahun Jokowi-Ma’ruf telah menunjukkan gejala otoritarian. Hal itu dilihat dari cara pemerintah memperlakukan aksi unjuk rasa dan kebebasan pendapat di muka publik lainnya.

“Kira-kira kita ada di tahap yang terakhir sebelum mencapai kondisi otoritarian, yaitu pengurangan kebebasan sipil. Tinggal sedikit lagi,” ujar Asfinawati pada diskusi daring di akun YouTube Lokataru Foundation pada pertengahan Oktober lalu. (CNNIndonesia.com)

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Sebelum Ditembak Mati dalam Demo Myanmar, Angel Ingin Sumbangkan Organ Tubuh

Jakarta - Kaum muda kembali menjadi korban kekerasan militer Myanmar. Seorang gadis berusia 19 tahun menjadi simbol perlawanan setelah tewas tertembak dalam unjuk rasa antikudeta di Myanmar. Dia menjadi...

10 Jurusan Kuliah yang Paling Banyak Disesali Beserta Alasannya

Jakarta - Terkadang kesuksesan dalam hidup adalah buah dari pilihan yang tepat, termasuk jurusan kuliah. Meski jurusan tak selalu menjamin gaji tinggi bahkan belum tentu terpakai sepenuhnya...

Jokowi: Gaungkan Benci Produk dari Luar Negeri

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta agar kampanye cinta produk-produk Indonesia terus digaungkan. Bersamaan dengan itu, ia ingin agar ajakan untuk membenci produk-produk luar negeri disuarakan. Jokowi...

Jubir: Jabat Komisaris PT KAI, Said Aqil Akan Tetap Kritis

Jakarta - Juru bicara pribadi Said Aqil Siradj, Muchamad Nabil Haroen, mengatakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu bakal tetap kritis kepada pemerintah...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...