Disperindag Morotai Pastikan Tidak Ada Lagi Kelangkaan Minyak Tanah

DARUBA, Beritamalut.co – Menanggapi aksi yang dilakukan sejumlah mahasiswa Unipas pada Kamis (12/11/2020) kemarin, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Pulau Morotai, Nasrun Mahasari angkat bicara terkait sejumlah persoalan menyangkut minyak tanah di Kabupaten Pulau Morotai.

Nasrun Mahasari kepada awak media Jumat (13/11/2020) mengatakan, persoalan kelangkaan minyak tanah, pada November 2020 khususnya Kecamatan Mororai Selatan sudah tidak terjadi lagi, pasalnya sekitar 65 ton minyak tanah telah disalurkan di Kecamatan Morotai Selatan.

“Terkait Kelangkaan Minyak Tanah, sebenarnya sudah tidak ada lagi karena, sejak tanggal 5 November untuk Morotai Selatan telah disalurkan 45 ton, dan tanggal 10 kemarin disalurkan lagi 20 ton minyak tanah maka totalnya Morotai Selatan sudah 65 ton. Jadi saya kira Morotai selatan sudah tidak ada kelangkaan minyak tanah kecuali kecamatan lain,” terangnya.

Namun lanjut Nasrun, di Kecamatan lain juga sebagian sudah tersalur. Misalnya, Morotai Selatan Barat sudah ada 35 ton, Kecamatan Pulau Rao dan Kecamatan Morotai Utara 10 ton.

Pada Oktober kemarin katanya memang ada kelangkaan tapi, kelangkaan minyak tanah itu bukan persoalan kurangnya minyak tanah akan tetapi pada persoalan teknis yakni keterlambatan kapal pengangkut minyak tanah dari Tobelo ke Morotai karena, Morotai hanya memiliki dua kapal pengangkut minyak.

Dia menambahkan soal penggunaan KTP dan KK di Pangkalan Minyak Tanah, hal itu dilakukan hanya untuk penertiban di setiap pangkalan minyak.

“Supaya setiap pangkalan minyak tanah kami punya data, misalnya pangkalan memiliki minyak 1 ton, apakah semua itu terjual di daerah yang dia layani atau tidak? Ini juga sebuah teknik untuk mengetahui kemampuan penjualan minyak oleh pangkalan,” katanya.

Sementara untuk penggunaan sistem kupon yang ditawarkan oleh massa aksi kemarin hal tersebut sudah ada formatnya dan itu akan diberlakukan.

Kemudian soal pengawalan minyak yang diinginkan massa aksi dari Satpol PP, sebenarnya tidak menjadi masalah tinggal kembali pada tugas pokok masing-masing, Satpol PP dan Perindagkop duduk bersama kemudian pihak-pihak mana yang akan diawasi sesuai dengan tugas pokok masing-masing.

Nasrun kembali membantah, terkait pemberitaan yang menyatakan Kepala Perindagkop dan Jajarannya melakukan bisnis Minyak Tanah.

Katanya tuduhan itu tidak benar. Kepala Dinas dan Jajarannya tidak bisa bisnis minyak tanah, jika ada bukti silahkan disampaikan.

“Perlu diketahui, tidak ada kebijakan baru dari Perindagkop yang melampaui kebijakan Pimpinan, apa yang dilakukan saat ini adalah pengawasan yang sudah ada sebelumnya,” ujarnya.

“Kami hanya menertibkan kembali tidak ada kebijakan yang baru,” katanya lagi. (mj)

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Sebelum Ditembak Mati dalam Demo Myanmar, Angel Ingin Sumbangkan Organ Tubuh

Jakarta - Kaum muda kembali menjadi korban kekerasan militer Myanmar. Seorang gadis berusia 19 tahun menjadi simbol perlawanan setelah tewas tertembak dalam unjuk rasa antikudeta di Myanmar. Dia menjadi...

10 Jurusan Kuliah yang Paling Banyak Disesali Beserta Alasannya

Jakarta - Terkadang kesuksesan dalam hidup adalah buah dari pilihan yang tepat, termasuk jurusan kuliah. Meski jurusan tak selalu menjamin gaji tinggi bahkan belum tentu terpakai sepenuhnya...

Jokowi: Gaungkan Benci Produk dari Luar Negeri

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta agar kampanye cinta produk-produk Indonesia terus digaungkan. Bersamaan dengan itu, ia ingin agar ajakan untuk membenci produk-produk luar negeri disuarakan. Jokowi...

Jubir: Jabat Komisaris PT KAI, Said Aqil Akan Tetap Kritis

Jakarta - Juru bicara pribadi Said Aqil Siradj, Muchamad Nabil Haroen, mengatakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu bakal tetap kritis kepada pemerintah...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...