Kisah 3 WNI yang Pindah Kewarganegaraan, Ini Proses yang Dijalani

Jakarta – Wacana pindah kewarganegaraan sempat ramai diperbincangkan di media sosial beberapa waktu lalu. Apakah semudah itu pindah warga negara? Tiga mantan WNI yang sudah pindah kewarganegaraan berbagi kisah proses yang mereka jalani.

Tiga mantan WNI itu ada yang memutuskan pindah jadi warga negara Finlandia, Jepang, dan Belanda. Adalah Christya Makela atau akrab disapa Chrissy (31 tahun) yang pindah kewarganegaraan ke Finlandia pada 2014. Christya yang mempunyai hobi traveling ini menuturkan proses yang ia jalani untuk pindah secara resmi menjadi warga negara penghasil telepon genggam Nokia dan Angry Birds itu.

“Bagi yang ingin pindah kewarganegaraan harus memikirkan baik-baik terlebih dahulu apakah siap untuk kehilangan statusnya sebagai WNI atau tidak. Dan yang harus dipersiapkan adalah kematangan mental dan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk jadi WNA. Untuk melepas status WNI itu bukan hal yang mudah, butuh persiapan mental dan harus dipikir dengan sangat matang supaya gak menyesal di kemudian hari. Terutama bagi orang-orang yang ada keinginan untuk menghabiskan masa tua di kampung halaman di Indonesia, sebaiknya jangan ganti kewarganegaraan,” kata Chrissy saat diwawancara Wolipop belum lama ini.

Setelah siap mental, Chrissy juga harus memenuhi berbagai persayaratan untuk menjadi warga Finlandia. Salah satu syarat yang harus dipenuhinya adalah dia harus bisa berbahasa Finlandia atau Swedia.

“Persyaratan lainnya karena suami aku warga negara Finlandia, aku cuma diharuskan untuk tinggal tetap di Finlandia minimal empat tahun. Nggak boleh ada catatan kriminal baik di negara asal maupun di Finlandia, tidak pernah lalai pajak dan kewajiban pembayaran lainnya dan harus bisa kasih informasi terpercaya dan lengkap ke pihak imigrasi mengenai sumber pendapatan selama tinggal di Finlandia,” jelasnya.

Selain mental dan memenuhi berbagai persyaratan, berpindah kewarganegaraan juga butuh kesabaran. Seperti yang dialami Refa Kashiki, seorang YouTuber asal Semarang, Jawa Tengah yang kini sudah menjadi warga negara Jepang. Refa membutuhkan waktu dua tahun untuk bisa jadi warga resmi Negeri Sakura.

“Saya baru dua setengah tahun ini resmi menjadi warga negara Jepang, sebelumnya saya mengajukannya sudah lama. Pas kita daftarin mau jadi negara Jepang itu harus menjalani tes selama dua tahun. Terus harus menaati semua peraturan yang berlaku dan dicek semua, Mulai dari membayar pajaknya nggak pernah bolong, nggak pernah membuat tindakan kriminal dan pelanggaran lalu lintas. Selain itu tidak pernah keluar dari Jepang alias paspornya harus kosong. Itu dicek semua,” jelas Refa yang menikahi wanita Jepang bernama Hiromi itu panjang lebar.

Pengalaman berbeda dirasakan Dewi Wulanjar-van Dongen yang kini jadi warga negara Belanda. Menikah dengan pria asal Belanda, Paul van Dongen pada 2010, Dewi hanya membutuhkan waktu enam bulan untuk resmi menjadi warga negara Kincir Angin tersebut.

“Prosesnya tergantung ada yang prosesnya cepat dan lama. Kemarin aku enam bulan, tapi teman ada yang sampai satu tahun menunggu,” ujar ibu dua anak itu.

Dewi harus memenuhi beberapa persyaratan untuk berpindah kewarganegaraan menjadi warga Belanda. Di antaranya dia harus memiliki ijazah sekolah berbahasa Belanda, tinggal di Belanda minimal selama lima tahun dan menyiapkan uang 850 Euro untuk pengajuan paspor. (detikcom)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Dianggarkan Rp 280 Juta, Warga Desa Tabono Belum juga Nikmati Air dari Program Pamsimas

BOBONG, Beritamalut.co - Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang bernilai ratusan juta rupiah di desa Tabona, Kecamatan Tabona, Kabupaten...

Mahasiswa di Ternate Minta Pemerintah segera Sahkan RUU PKS

TERNATE, Beritamalut.co - Sejumlah mahasiswi di Kota Ternate, Maluku Utara yang tergabung dalam Komite Setara Bergerak menggelar aksi unjuk rasa di area pasar Gamalama,...

APBD Kabupaten Pulau Morotai Tahun Ini Dikurangi Rp 12,2 Miliar, Ini Dampaknya

DARUBA, Beritamalut.co - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pulau Morotai tahun ini mendapat pengurangan sebesar Rp 12,2 miliar. Pengurangan itu terjadi pada anggaran...

Kubu Moeldoko Daftarkan Hasil KLB Deli Serdang ke Kemenkumham Besok

Jakarta - Kubu acara yang diklaim sebagai Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) batal menyerahkan berkas pendaftaran ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) hari ini. Pendaftaran...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...