Kisah Timnas Indonesia Jumpa Maradona: Jadi Lawan, Makan Bareng

Jakarta Piala Dunia Junior 1979 tak cuma mempertemukan Indonesia dengan Argentina yang diperkuat Diego Maradona di atas lapangan. Mereka menginap di hotel yang sama.

Piala Dunia Junior adalah nama lama dari Piala Dunia U-20. Takdir langsung menempatkan Indonesia mendapat lawan berat pada debutnya di Piala Dunia Junior yang saat itu diselenggarakan di Jepang.

Indonesia tergabung di Grup B bersama Argentina, Polandia, dan Yugoslavia. Tak ayal Indonesia cuma menjadi penggembira karena tiga kali kalah di fase grup.

Indonesia dikalahkan Argentina dengan skor 0-5, kalah 0-6 dari Polandia, dan kalah 0-5 dari Yugoslavia. Bambang Nurdiansyah cs menjadi juru kunci grup tanpa mencetak gol dan meraih poin.

Di luar keterpurukan Indonesia, ajang ini menjadi pengalaman berharga buat pemain-pemain Garuda Muda. Khususnya soal kesempatan mereka bertanding melawan Argentina yang diperkuat pemain-pemain seperti Maradona, Ruben Diaz, hingga Juan Barbas.

Di atas lapangan Indonesia jelas tak berdaya dari Argentina. Tapi mereka juga berkesempatan bertegur sapa di luar pertandingan karena tim satu grup ditempatkan di hotel yang sama.

“Jangankan papasan dengan Maradona dan pemain Argentina, makan pun kita bareng. Karena setiap makan kan jamnya sama,” kata Bambang Nurdiansyah kepada detikSport.

“Yang beda paling mejanya. Yang memisahkan itu saja. Indonesia dikasih lima meja, Argentina di meja lainnya. Kalau makan ya papasan, bukan Maradona saja, ada Ramon Diaz juga,” ujarnya menambahkan.

Kebintangan Maradona sudah terpancar meski saat itu usianya masih 18 tahun. Sejak usia 16 tahun, dia sudah diberikan kesempatan tampil di Timnas Argentina Senior.

Tak heran kalau pemain-pemain Indonesia pun silau dengan sosok Maradona meski usianya relatif sepantaran. Melihat Maradona di media massa sudah menjadi makanan sehari-hari pemain Indonesia.

Saat itu, Maradona memang disebut-sebut sebagai calon bintang dunia baru sedari usia dini. Benar saja, ia pun menjadi pemain terbaik Piala Dunia Junior 1979 dan membawa Argentina menjadi juaranya.

Setelahnya, karier Maradona terus berlanjut bersama. Ia juga berkesempatan bahu-membahu bersama Mario Kempes tim senior Argentina.

Mario Kempes sempat berlabuh ke Indonesia dengan bergabung ke Pelita Jaya pada ujung kariernya. Tak hanya sebagai pemain, Mario Kempes sempat menjadi juru taktik Pelita Jaya pada 1995-1996.

Kebetulan, Bambang Nurdiansyah juga pernah memperkuat Pelita Jaya kala masih dilatih Mario Kempes. Membahas Maradona pun menjadi perbincangan yang tak terhindarkan kala Bambang Nurdiansyah berada satu tim bersama Mario Kempes.

“Ya Mario Kempes pernah menjadi pelatih di Pelita. Ya sempat lah pasti membahas Maradona. Tapi nggak banyak karena Mario Kempes orangnya nggak terlalu terbuka,” ucap Bambang Nurdiansyah. (detikcom)

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Densus 88 Tangkap 12 Terduga Teroris, Diduga Terkait JI

Jakarta - Polisi menangkap 12 terduga teroris di sejumlah wilayah di Jawa Timur dan menyatakan penangkapan terkait jaringan Jamaah Islamiyah (JI). "(Iya, diduga) JI," kata...

Gunung Es Sebesar Kota London Runtuh dari Lapisan Es Antartika

Jakarta - Gunung es raksasa, kira-kira seluas Kota London, runtuh dari lapisan es Antartika, dekat pangkalan riset milik Inggris, pada Jumat (26/2/2021). Melansir DW, Jumat...

Menilik Penyebab Microsoft Sebut Warganet Indonesia Tidak Sopan Se-Asia Tenggara

Jakarta - Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang komputer di AS, Microsoft, melaporkan hasil studi tahunannya, "Civility, Safety, and Interactions Online 2020". Hasil ini dirilis...

Daftar 21 Mobil yang Bebas PPnBM Mulai 1 Maret

Jakarta - Pemerintah resmi mengeluarkan daftar mobil yang mendapatkan keringanan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) 0% mulai Senin (1/3) mendatang. Terdapat 21 mobil pajaknya digratiskan dalam...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...