Kerajaan Mataram Kuno: Sejarah, Masa Kejayaan, dan Peninggalannya

Jakarta – Kerajaan Mataram Kuno adalah kerajaan yang terletak di daerah Medang I Bhumi Mataram (daerah sekitar Prambanan, Klaten, Jawa Tengah). Kerajaan ini berdiri sekitar abad ke-8 M.

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno dapat diketahui dari prasasti Canggal, Prasasti Kalasan, Prasasti Balitung, dan Prasasti Klurak.

Selain prasasti, sumber tentang Kerajaan Mataram Kuno berupa candi seperti candi di Pegunungan Dieng, Candi Gedong Songo di Jawa Tengah bagian utara, Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Plaosan, Candi Prambanan, dan Candi Sambi Sari di Jawa Tengah bagian selatan.

Kerajaan Mataram Kuno dikelilingi pegunungan dan di tengahnya mengalir sungai-sungai besar, seperti Sungai Bogowonto, Progo, Elo, dan Bengawan Solo.

Di antara gunung-gunung tersebut, terdapat gunung berapi yang sering meletus. Hal ini mengakibatkan Kerajaan Mataram Kuno dan berpindah ke daerah di Jawa Timur.

Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu karya Y Sri Pujiastuti, TD Haryo Tamtomo, dan N Suparno, Kerajaan Mataram Kuno awalnya diperintah oleh Raja Sanna. Kemudian Raja Sanna digantikan oleh keponakannya yang bernama Sanjaya. Raja Sanjaya memerintah dengan bijaksana sehingga rakyat hidup makmur, aman, dan tenteram.

Setelah Sanjaya, Kerajaan Mataram Kuno diperintah oleh Panangkaran. Dari Prasasti Balitung diketahui bahwa Raya Panangkaran bergelar Syailendra Sri Maharaja Dyah Pancapana Rakai Panangkaran.

Kehidupan Politik Kerajaan Mataram Kuno:

1. Sesudah Panangkaran meninggal, Kerajaan Mataram Kuno terpecah menjadi:

-Kerajaan Mataram Kuno bercorak Hindu meliputi Jawa Tengah bagian utara di bawah pemerintahan Dinasti Sanjaya. Raja-rajanya Panunggalan, Warak, Garung, dan Pikatan.
-Kerajaan Mataram yang bercorak Buddha meliputi Jawa Tengah, bagian selatan di bawah pemerintahan Dinasti Syailendra. Rajanya antara lain Indra.

2. Kerajaan Mataram Kuno dipersatukan kembali dengan perkawinan politik Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya dengan Pramodhawardani dari keluarga Syailendra.

3. Raja terbesar Kerajaan Mataram Kuno adalah Raja Balitung. Dengan Raja Balitung, Kerajaan Mataram Kuno mencapai masa kejayaannya. Dia banyak membangun candi dan prasasti.

Contohnya kompleks Candi Prambanan, Daksa, Tulodang, dan Wawa. Inilah peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Selain itu, peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yakni prasasti Canggal (732 M), prasasti Kalasan (776 M), prasasti Kelurak (782 M), prasasti Karangtengah (824 M), prasasti Balitung atau Kedu (907 M), dan prasasti Sojomerto Batang.

4. Mpu Sendok memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno ke Jawa Timur karena serangan Kerajaan Sriwijaya yang diperintah Balaputradewa. Selain itu karena seringnya Gunung Merapi meletus turut mendorong perpindahan ini. (detikcom)

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Gempabumi Tektonik Magnitudo 5,2 Guncang Halsel, Tidak Berpotensi Tsunami

LABUHA, Beritamalut.co - Gempa bumi dengan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, pada Jumat (26/2/2021) pukul 18.02.32 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini...

Usai Dilantik, Bupati James Uang Ajak Warga Bangun Halbar yang Lebih Baik

JAILOLO, Beritamalut.co - Usai dilantik sebagai Bupati Halmahera Barat, James Uang meminta kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintahan kabupaten Halmahera Barat tidak...

Bantuan Hibah Pemkab Morotai ke Unipas Telah Capai Rp 33 Miliar Lebih, Ini Rinciannya

DARUBA, Beritamalut.co - Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai telah menyalurkan bantuan dalam bentuk dana hibah ke Yayasan Perguruan Tinggi Universitas Pasifik (Unipas) Morotai sejak...

Dishub: Parkir Elektronik Masih Butuh Survei Lagi dari Pihak Ketiga

TERNATE, Beritamalut.co - Sekertaris Dinas Perhubungan (Dishub) kota Ternate Fahruddin mengatakan, pengaktifan parkir elektronik di beberapa titik masih menunggu hasil survei dari pihak ketiga. "Akhir 2020...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...