Kisah Pejudi Insyaf, Kini Jadi Petani Mente Beromzet Rp 20 Juta/Bulan

Malaka – Judi memang bisa bikin candu, apalagi jika sudah menang berkali-kali. Namun kalah judi pun tetap bisa bikin ketagihan. Mengingat rasa penasaran untuk menang sering sekali muncul saat berjudi. Di daerah Nusa Tenggara Timur, bola guling atau bola gelinding menjadi salah satu jenis judi yang terpopuler.

Seperti namanya, judi bola guling dimainkan dengan menggunakan bola dan media kertas atau papan berisikan angka 1-12 dengan warna yang berbeda-beda. Singkatnya, pemain harus menebak angka yang akan keluar. Namun, untuk memenangkan permainan bola guling tentunya perlu trik dan pemahaman khusus.

Sama halnya dengan jenis judi lainnya, bola guling juga seakan memberikan candu bagi pria asal Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, Arnoldus Iku (30). Ia menyebut dirinya sempat kecanduan bermain bola guling. Awalnya ia menyebut hanya coba-coba, tapi lama-lama jadi ketagihan, bahkan hingga menghabiskan Rp 65 juta dalam sebulan.

“Saya judi keras, tahun lalu saya habiskan Rp 65 juta sebelum saya kredit di BRI. Itu dalam satu bulan saya habiskan segitu untuk main bola guling,” ujarnya kepada detikcom baru-baru ini.

Sayangnya, modal judi Rp 65 juta yang ia pinjam dari keluarga tak memberi hasil apapun. Arnold mengaku rugi dari bermain judi dan lebih memilih tobat. Meskipun banyak temannya yang mengajaknya kembali berjudi, ia langsung menolaknya.

“Tapi sekarang no. Kalau ada yang ngomong judi saya bilang ah judi besar saya sudah pernah, jadi tidak bagus. Lebih baik keringat keluar biar cuma Rp 1.000 tapi sangat berharga. Kalau main judi kita cuma duduk pangku kaki. Sebentar terima (duit), sebentar keluar lagi. Biar kita menang belasan juta ini uang akan habis. Modal Rp 65 juta saya rugi nggak dapat apa-apa makanya saya langsung tobat,” paparnya.

Rugi judi ditambah terhimpit pandemi, Arnold pun akhirnya memilih untuk melanjutkan kembali usaha mentenya. Sebelum menjalankan jual beli mente, Arnold mengatakan dirinya dulu hanya menjual hasil kebun miliknya saja.

Mengingat waktu itu ia belum memiliki mobil atau motor untuk menjual mente dalam jumlah banyak. Ditambah jarak Malaka ke Atambua berkisar antara 2,5-3 jam lamanya.

“Sebelum saya beli mobil, dulu belum punya motor juga, belum bisa kerja hasil. Karena kita mau beli hasil (mente) kan harus pikul dulu, apalagi jaraknya jauh. Jadi, harus pikul mente kan tidak mungkin. Saya kumpulkan duit untuk beli motor, baru saya jalankan hasil,” katanya.

Arnold bercerita ia telah memulai usaha jual beli mente sejak tahun 2011 hingga sekarang. Dari kebun mente seluas 1 hektare dalam waktu tiga bulan ia bisa panen sebanyak 1,5 ton.

Selain memanen mente hasil kebun sendiri, Arnold menjelaskan dirinya juga membeli hasil mente milik warga sekitar atau bisa dibilang sebagai pengepul mente. Dari hasil kebun miliknya dan beli mente di warga sekitar, Arnold menjual mente-mente tersebut ke Atambua dan Atapupu.

“Ya kalau satu hektar dalam waktu tiga bulan itu bisa (panen) 1,5 ton. Hasil kebunnya di jual ke Atapupu dengan Atambua. Mentenya hanya dijual saja bijinya karena buahnya belum ada yang beli,” katanya.

Dari hasil jual beli mente, Arnold menjelaskan dirinya mendapat keuntungan Rp 1.000 untuk setiap kilogram mente. Adapun dari jual beli mente setiap harinya ia bisa untung bersih sekitar Rp 1.200.000.

“Omzet dari mente tiap kami beli contohnya dengan harga Rp 13.000, kami jual dengan harga Rp 14.000, jadi untungnya Rp 1.000. Keuntungannya jadi tiap kali antar karena (pakai) oto kecil paling dapat bersihnya itu Rp 1.200.000 untuk setiap hari. Jadi, satu bulan itu ya omzetnya sekitar Rp 20 jutaan, tapi kan ada pengeluaran bahan bakar, makan minum,” katanya.

Melihat harga mente semakin bagus, Arnold pun memutuskan untuk mengembangkan usaha jual beli mente. Arnold yang awalnya menjual mente menggunakan motor sebanyak 200 kg setiap harinya, akhirnya mengajukan pinjaman modal ke BRI untuk membeli mobil. Dengan begitu, setidaknya ia bisa menjual mente minimal 500 hingga 600 kg setiap harinya.

“Saya waktu itu ambil pinjaman di BRI dari bulan April 2020 untuk membantu saya menjual belikan hasil mente di Desa Babulu Selatan ini. Pinjaman BRI sebesar Rp 100 juta. Uang itu sebagian saya beli empat roda (mobil), bantu-bantu kios, dan juga untuk jual beli hasil mente,” katanya.

Ke depan, Arnold berencana ingin kembali mengambil pinjaman dari BRI untuk usaha lainnya. Salah satunya untuk mengembangkan kios sembako istrinya.

“Rencananya (masa pinjaman) ini habis, bakal ambil dari ini lagi. Tapi untuk usaha yang lain, tapi usaha mente tetap jalan hanya pokoknya ada tambahan usaha. Supaya kita bisa mengembalikan modal dari BRI kita harus kelola sebagian untuk kios dan sebagian untuk bisnis hasil (mente),” pungkasnya.

Di ulang tahun yang ke-125 pada tahun ini, BRI hadir di perbatasan dengan tema BRILian memudahkan masyarakat melakukan transaksi perbankan, termasuk bagi masyarakat Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka. BRI juga menghadirkan KUR hingga menyalurkan BPUM untuk membantu UMKM sekitar.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus beritanya di tapalbatas.detik.com. (detikcom)

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Viral Teror Debt Collector Tagih Pinjaman Online, Ini Respons OJK

Jakarta - Viral di media sosial Twitter seorang warganet mengaku dirinya diancam oleh debt collector pinjaman online. Ancaman itu bermula ketika ia menerima pesan WhatsApp...

Penerimaan CPNS dan PPPK 2021 Segera Dibuka, Ini Kuota dan Formasinya

Jakarta - Pemerintah berencana membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021. Penerimaan CPNS dan PPPK ini dibahas...

Tenggelam di Danau Selama 6 Bulan, iPhone 11 Masih Bisa Menyala

Jakarta - Kisah iPhone yang mampu bertahan setelah tenggelam sekian lama kembali terjadi. Kali ini, kisah tersebut dialami oleh pasangan penyelam asal Kanada bernama Clayton Helkenberg dan...

Film Fast and Furios Ternyata Telah Hancurkan 1.400 Lebih Mobil Selama Syuting

Jakarta - Film Fast and Furious berhasil menyedot penonton disetiap penayangannya. Lewat aksi kebut-kebutan dengan mobil modifikasi, sampai aksi menegangkan terjun dari pesawat menggunakan mobil, berhasil membius penonton. Namun,...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...