Kenapa Gempa Bumi Belum Bisa Diprediksi?

Jakarta – Rentetan gempa Bumi mengguncang beberapa wilayah di Indonesia. Tentu langkah antisipasi bisa lebih baik seandainya bencana alam ini dapat diprediksi kapan akan terjadi. Sayangnya sampai saat ini, belum ada teknologi yang dapat melakukan hal itu. Kenapa?

Lembaga United States Geological Survey menyatakan belum pernah ada prediksi gempa Bumi yang berhasil. “Baik kami maupun para ilmuwan tak pernah memprediksi gempa Bumi besar. Kami tidak tahu bagaimana dan kami perkirakan demikian sampai beberapa waktu mendatang,” sebut USGS.

“Ilmuwan di USGS hanya dapat mengkalkulasi probabilitas bahwa sebuah gempa Bumi besar akan muncul di area yang spesifik dalam cakupan waktu beberapa tahun,” tambah mereka seperti dikutip detikINET dari situsnya, Jumat (22/1/2021).

Ya, belum ada teknologi yang dapat memprediksi kapan tepatnya sebuah gempa Bumi terjadi melainkan hanya potensinya. Ilmuwan memang sudah dapat memperkirakan kapan kira-kira gempa susulan terjadi, tapi hanya setelah gempa pertama muncul.

Kemungkinan tersebut dibuat ilmuwan USGS menggunakan model berdasarkan kebiasaan seismik dan data selama beberapa dekade tentang gempa susulan. Tapi prediksi yang sama tidak dapat diterapkan soal kapan gempa Bumi pertama bakal terjadi.

“Bahkan meskipun secara teori mungkin, secara praktis adalah mustahil,” kata Andrew Michael, ahli Geofisika di USGS.

Hal terbaik yang dapat dilakukan seismolog adalah menggunakan data historis untuk memprediksi sebuah gempa skala tertentu akan terjadi di sebuah wilayah. Hal itu berguna misalnya untuk antisipasi dengan membangun gedung tahan gempa Bumi, tapi tak dapat memperingatkan penduduk bahwa gempa akan segera terjadi di waktu tertentu.

“Masalahnya, Bumi adalah sesuatu yang kompleks,” sebut Christopher Scholz, profesor emeritus di Columbia University’s Lamont-Doherty Earth Observatory.

“Riset menunjukkan getaran gempa memiliki pola karakteristik sama. Setelah getaran pertama terjadi, terbangunlah intensitas, kemudian puncaknya, lalu getaran menurun. Gempa besar dan kecil dimulai dengan cara sama, tapi tak ada cara mengetahui kapan puncaknya, yaitu magnitude maksimal dari gempa, tercapai,” sebut kolumnis sains Forbes, David Bressan.

“Gempa Bumi terjadi dari patahan tiba-tiba bebatuan di kedalaman, dipicu oleh kekuatan yang bahkan lebih dalam lagi di Bumi. Sangat sulit untuk benar-benar memahami bagaimana bebatuan ‘bertingkah’ dengan tekanan dan temperatur yang meningkat di sana,” paparnya.

“Eksperimen di laboratorium terbatas pada sampel yang kecil dan mengebor di zona sesar adalah sesuatu yang sulit dan merupakan operasi yang sangat mahal,” sebutnya lagi.

Di sisi lain sejak lama, ada teori tentang tingkah binatang yang tidak biasanya menjelang terjadinya gempa. Tapi meskipun riset modern coba menganalisis soal ini, secara umum hal itu tidak dapat diandalkan untuk melakukan prediksi yang pasti.

“Pada beberapa kasus, gempa Bumi diawali oleh satu atau beberapa perubahan. Di kasus lain, tidak ada tanda apapun yang bisa diobservasi, meskipun terjadi gempa merusak,” tandas David. (detikcom)

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Viral Teror Debt Collector Tagih Pinjaman Online, Ini Respons OJK

Jakarta - Viral di media sosial Twitter seorang warganet mengaku dirinya diancam oleh debt collector pinjaman online. Ancaman itu bermula ketika ia menerima pesan WhatsApp...

Penerimaan CPNS dan PPPK 2021 Segera Dibuka, Ini Kuota dan Formasinya

Jakarta - Pemerintah berencana membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021. Penerimaan CPNS dan PPPK ini dibahas...

Tenggelam di Danau Selama 6 Bulan, iPhone 11 Masih Bisa Menyala

Jakarta - Kisah iPhone yang mampu bertahan setelah tenggelam sekian lama kembali terjadi. Kali ini, kisah tersebut dialami oleh pasangan penyelam asal Kanada bernama Clayton Helkenberg dan...

Film Fast and Furios Ternyata Telah Hancurkan 1.400 Lebih Mobil Selama Syuting

Jakarta - Film Fast and Furious berhasil menyedot penonton disetiap penayangannya. Lewat aksi kebut-kebutan dengan mobil modifikasi, sampai aksi menegangkan terjun dari pesawat menggunakan mobil, berhasil membius penonton. Namun,...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...