Pemkab Morotai Diharapkan Berperan Aktif Penyelesaian Sengketa Lahan antara Warga dan TNI AU

MOROTAI, Beritamalut.co – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai seharusnya menjadi penengah terkait penyelesaian sengketa lahan antara TNI AU (Lanud Leo Wattimena) dan sejumlah masyarakat di enam desa, Kecamatan Morotai Selatan.

Itu karena, persoalan sengketa lahan tersebut sudah cukup lama tak kunjung selesai, untuk itu, lahirnya Komite Perjuangan Masyarakat Lingkar Bandara (KPMLB) guna menyelesaikan persoalan tersebut, dan bahkan pada kamis (21/01/2021) kemarin, KPMLB telah menggelar hearing bersama Pemda Morotai.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Aset Lanud Leo Wattimena, Mayor Kal Firman, Kadislog Lanud Leo Wattimena, didampingi Kepala Intelijen Lanud Leo Wattimena, Kapten Sus Stephanus Effendi dan Perwira Hukum Lanud Leo Wattimena, Letda Sus Chrisna ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan di Mako Lanud Leo Wattimena, Senin (01/02/2021) mengaku bahwa persoalan sengketa lahan sejak dahulu sampai saat ini belum juga terselesaikan.

Menurut Kadislog, TNI AU selalu mengedepankan langkah-langkah persuasif dalam menyikapi masalah ini, karena Tentara lahir dari rakyat, maka TNI AU seperti anak kandungnya sendiri.

“Seharusnya hal seperti ini menjadi atensi Pemda Morotai untuk membantu warganya dan menjadi penengah dengan TNI AU yang merupakan institusi negara di daerah administrasinya. Kami menawarkan solusi dengan cara tukar guling (Ruilslag) yang menguntungkan bagi warga masyarakat yang selama ini menempati Tanah Negara C.q. TNI AU, tentunya usulan tukar guling ini bukan hanya isapan jempol saja, namun perlu dibuktikan dengan perencanaan pengadaan tanah oleh Pemda, selain itu sampai saat ini KPMLB belum pernah melakukan koordinasi dengan Lanud Leo Wattimena, padahal kami juga berharap untuk bersama-sama mencari jalan terbaik,” jelas Kadislog.

Lebih lanjut Kadislog menjelaskan, jika persoalan lahan tersebut dibawa ke pengadilan, tentunya pihak TNI AU mempunyai dasar tentang penguasaan tanah negara, karena diketahui bersama setelah Amerika dan sekutu pergi dari Indonesia, dilakukan Konferensi Meja Bundar Tahun 1945, sekutu menyerahkan kepada negara atas penguasaannya di Pulau Morotai, dan hal ini tertuang dalam SK Kepala Staf Angkatan Perang No.023/P/KSAP/Tanggal 25 Mei 1950 tentang Lapangan Terbang Serta Bangunan yang termasuk Lapangan dan Alat Pertahanan menjadi milik Angkatan Udara Indonesia.

Apabila ada masyarakat yang mengklaim bahwa itu milik mereka dan memiliki bukti-bukti serta ingin menempuh jalur Pengadilan maka TNI AU siap dengan menunjukkan bukti-bukti di Pengadilan.

Selaku Tim Aset Lanud Leo Wattimena, bahwa penyelesaian sengketa di pengadilan hal itu hanya akan menimbulkan kerugian bagi warga apabila kalah dalam pengadilan, karena jika TNI AU kalah maka yang rugi adalah negara karena apabila membutuhkan aset di Morotai untuk pertahanan dan ketahanan Negara maka tidak ada lagi aset yang bisa digunakan untuk membangun.

Untuk itu, saat ini TNI AU senantiasa menjaga Aset Negara karena kedepannya Pertahanan TNI ada di sini (Morotai), pada intinya TNI AU mempertahankan tanah tersebut untuk Pertahanan Negara.

“Sikap kami apabila Tanah tersebut di Gugat ke Pengadilan, kami siap menanggapi dengan menunjukkan bukti-bukti yang kami miliki dan akan kita buktikan di pengadilan nanti,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kapten Sus Stephanus juga mengakui bahwa persoalan sengketa lahan antar TNI AU dan masyarakat sudah cukup lama, namun yang menjadi titik fokus perhatian adalah Pertahanan Negara.

“TNI AU di sini melaksanakan tugas Negara, mengapa di Morotai sangat penting sekali karena kita berada di Pulau Terluar,” ujarnya.

Kemudian TNI AU juga memahami tentang keberadaan masyarakat yang tinggal di lokasi tersebut yang tidak lain sebenarnya adalah keluarga besar TNI AU.

Pada dasarnya selama ini TNI AU mengizinkan masyarakat tinggal di Tanah Negara dengan syarat mereka mengakui bahwa itu Tanah Negara dan tidak ada masalah selama ini.

Lanjut kata Stephanus, hanya saja diakhir-akhir ini, masalah ini diangkat kembali, keberadaan TNI AU di sini adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat dan jika masyarakat  ada masalah maka sudah selayaknya menjadi tanggung jawab kepala daerah yang juga perpanjangan Pemerintah Pusat.

Untuk itu, ia berharap kepala daerah berperan aktif untuk memediasi antara masyarakat dengan TNI AU.

“Kami selama ini menyarankan dibuatlah Ruilslag, yang bukan hanya janji tanpa bukti saja, namun diwujudkan dalam tindakan nyata seperti pengadaan lahan, tetapi apabila masyarakat membawa persoalan ini ke Pengadilan maka TNI AU siap, supaya bukti -bukti yang dimiliki dari TNI AU maupun masyarakat bisa dibuktikan ke Pengadilan,” tuturnya.

Stephanus menambahkan bahwa tujuan Tim Aset melakukan pendataan lokasi Tanah Negara yang ditempati warga pada tanggal 30 November 2020 lalu tidak lain adalah untuk mengetahui seberapa luas tanah yang nantinya akan ditukar gulingkan.

Namun karena kegiatan pendataan tanah tidak bisa dilanjutkan maka Tim Aset Lanud belum mengetahui berapa luas lahan yang nantinya akan diajukan kepada Pemda untuk ditukar guling.

Disamping itu, Stephanus menegaskan bahwa kita harus konsisten dengan hasil akhir putusan pengadilan. Misalnya TNI AU kalah maka Negara pasti akan mencari penggantinya karena hal ini adalah kepentingan Negara, begitu juga dengan masyarakat apabila mereka kalah maka tidak boleh mereka tinggal di situ lagi, harus angkat kaki,” tegasnya.

Perlu diketahui katanya, tanah ini adalah Tanah milik Negara yang hak pakainya oleh TNI AU, jadi Lanud Leo Wattimena mempunyai hak pakai kurang lebih 1.125 hektar lebih. Untuk titik kordinatnya nanti akan ditunjukkan di Pengadilan.

“Atas perintah Pimpinan TNI AU tidak akan melakukan kegiatan represif karena TNI AU harus melindungi rakyat, begitupun juga diharapkan kepada masyarakat tidak melakukan kegiatan yang merusak ketertiban,” jelasnya.

Kadislog menambahkan, bahwa apa yang disampaikan Kapten Sus Stephanus hal itu sudah tertuang dalam SK Menteri Keuangan RI No.103/KM.6/KM.5/2017 tentang Penggunaan Status Penggunaan Barang Milik Negara pada Kementerian Pertahanan. (mj)

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Barcelona Rindukan Suarez seperti Real Madrid ke Ronaldo

Montevideo - Barcelona diyakini sudah keliru karena menjual Luis Suarez. Dampak keputusan itu dinilai setara seperti kala Real Madrid kehilangan Cristiano Ronaldo. Pendapat itu merupakan pandangan dari mantan striker top Uruguay, Diego...

Mengenal Pak Dadang, Pecatur Indonesia di Chess.com yang Kalahkan Gamer Catur Dunia

Jakarta - "Bapak saya tidak terlalu mempermasalahkan (akunnya) diblokir," ujar Ali Akbar, anak dari Dadang Subur, pria asal Bandung yang akun Chess.com-nya ditangguhkan karena...

Partai Demokrat Tak Akui Moeldoko sebagai Ketum: KLB Ilegal!

Deli Serdang - Acara yang diklaim sebagai kongres luar biasa atau KLB Partai Demokrat (PD) di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum (ketum). Partai Demokrat tidak...

Viral Wanita Modifikasi Model Seragam PNS, Lengan Baju Jadi Sorotan

Jakarta - Seragam PNS (Pegawai Negeri Sipil) selama ini identik dengan setelan blazer warna cokelat. Tidak hanya itu, model seragam PNS pun sudah diatur oleh pemerintah. Meski begitu,...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...