Cerita Penjual Peti Mati: Dulu Belum Tentu Terjual, Selama Pandemi Selalu Kehabisan Stok

PONOROGO – Basuki (55), seorang penjual peti jenazah di Kota Ponorogo tak mengira omzetnya meningkat tajam selama pandemi Covid-19.

Sebelum pandemi Covid-19 melanda, jumlah penjualan peti mati di toko Basuki tak menentu.

Bahkan, peti mati milik pria yang akrab disapa Pak Bas itu tak laku sama sekali dalam sebulan.

“Sebelum pandemi dulu dalam satu bulan belum tentu terjual satu peti. Tapi sekarang ini kami selalu kehabisan stok,” kata Basuki kepada Kompas.com, pekan lalu.

Sejak pandemi Covid-19 menghantam Ponorogo, permintaan peti mati yang dijual melonjak tinggi.

Dalam sepekan, Pak Bas bisa menjual 18 peti mati. Rata-rata, dua hingga tiga peti mati bisa laku dalam sehari.

Melonjaknya permintaan peti mati itu bukan tanpa alasan. Selama pandemi Covid-19, tercatat 2.370 kasus positif Covid-19 hingga pekan kedua Februari 2021.

Dari jumlah itu, 1.948 sembuh, 130 meninggal dunia, dan 292 masih menjalani isolasi.

Peti mati yang dijual Basuki rupanya bukan buatan sendiri. Peti mati itu didatangkan dari Jawa Tengah.

Sejak kasus Covid-19 melonjak, tak mudah mendatangkan peti mati. Permintaan yang tinggi di pasaran menjadikan peti mati menjadi barang langka.

Para perajin di Wonogiri dan Jepara juga sering kehabisan stok.

Ia mengatakan, sudah tiga minggu berlalu, peti mati yang dipesan dari Jawa Tengah tak kunjung tiba ke tokonya.

Beberapa perajin berdalih banyaknya permintaan peti mati membuat mereka kewalahan melayani pesanan.

Kendati permintaan tinggi, harga peti mati yang dijualnya tidak naik. Satu peti mati dijual Rp 500.000 hingga jutaan rupiah.

“Selama pandemi, peti yang paling laku yang harganya paling murah, yaitu Rp 500.000,” kata Basuki.

Paling banyak dibeli rumah sakit

Dari jumlah peti mati yang dijual, Basuki lebih banyak mendapat pembeli dari pihak rumah sakit.

Tetapi, jika stok di toko Basuki habis, biasanya pihak rumah sakit membuat peti mati darurat dari papan kayu.

Meski kebanjiran pesanan, Basuki tak ingin pandemi Covid-19 terus berlanjut. Ia berharap pandemi segera usai sehingga tak ada lagi korban berjatuhan.

“Saya merinding kalau ada mobil ambulans yang datang ke sini mengambil peti jenazah. Untuk itu saya berharap pandemi ini segera berakhir,” jelas Basuki.

Sebagai bentuk keprihatinan banyaknya korban yang berjatuhan akibat Covid-19, Basuki memberikan kelonggaran pembayaran peti mati yang dibeli rumah sakit.

“Pembayaran bisa dilakukan setelah selesai pemakaman,” kata Basuki. (Kompas.com)

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Kisah Mantan Petinju Lawan Tyson Demi Bayar Sekolah Anak

Jakarta - Mantan juara dunia tinju kelas berat, Frank Bruno, memilih menghadapi Mike Tyson pada akhir kariernya demi menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak. Bruno yang pernah merasakan kekalahan TKO ronde...

Jokowi Buka Pintu Investasi Miras di 4 Provinsi, Ngefek ke Ekonomi?

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Dalam kebijakan itu salah satunya diatur...

Update: Rumah Warga yang Rusak Akibat Gempa di Halsel Menjadi 447 Unit

TERNATE, Beritamalut.co – Rumah warga yang rusak akibat gempa bumi di Kabupaten Halmahera Selatan, menjadi 447 unit. Angka tersebut berdasarkan data yang diterima Beritamalut.co dari...

Jenglot Ditemukan di Makam Keramat Kudus, Bertaring-Rambut Sedengkul

Kudus - Sebuah jenglot ditemukan di makam Desa Burikan Kecamatan Kota, Kudus, Jawa Tengah. Benda yang berkaitan dengan mistis itu ditemukan di sebuah makam keramat. "Iya kemarin Sabtu tanggal 27...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...