Aksi Tuntut Dugaan Penganiayaan Terhadap Warga, Ini Penjelasan Kapolres Halsel

LABUHA, Beritamalut.co – Sejumlah masyarakat mengatasnamakan Front Anti Kekerasan Kabupaten Halmahera Selatan, Rabu (17/02/2021) menggelar aksi di depan Polres Halsel.

Massa menuntut agar Kapolres mengambil sikap tegas terhadap oknum anggotanya yang diduga melakukan kekerasan terhadap masyarakat Marabose beberapa waktu lalu.

Muhlis Latif, salah satu massa aksi dalam penyampaian orasinya mengatakan bahwa tindakan bar-bar yang dilakukan oleh oknum kepolisian terhadap korban penganiyaan adalah sikap tidak terpuji dan tidak pantas dilindungi.

Salah satu korban atas nama Agil Hamid mengalami luka di bagian pelipis mata, memar di bagian mulut serta bibir padahal Agil dalam keterangannya merupakan korban salah tangkap karena tergabung dalam oknum pelemparan batu antara tim satgas covid-19 di desa Marabose yang akhirnya diamankan di Polres Halsel, Minggu (24/01/2021) kemarin.

“Demikian juga dengan korban atas nama Sukirman dan Fasril yang mengalami luka setelah menyerahkan diri ke polres Halmahera Selatan,” pungkasnya.

Olehnya itu, Front anti kekerasan Kabupaten Halmahera selatan mendesak tegas oknum kepolisian yang melakukan tindakan penganiyaan agar diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.

Mereka juga mendesak kepada kapolres agar segera membebaskan pemuda dan pelajar desa Marabose yang di tahan, mendesak kepada kapolres agar menindak tegas/copot oknum anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap pemuda dan pelajar desa Marabose.

Menanggapi itu, Kapolres Halsel AKBP M.Irvan dalam paparannya di depan massa aksi mengatakan bahwa saat ini proses hukum masih berjalan dan sudah 20 anggota yang dimintai keterangan atas kejadian itu.

“Sudah kita petakan sesuai dengan tindakan perbuatan yang mereka lakukan, baik dari pihak saksi maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, kasus ini juga sudah di laporkan ke Polda Malut. Untuk itu, saya jamin sesuai dengan perintah kapolda kami akan tindak tegas bagi anggota-anggota yang terlibat dalam pemukulan tersebut,” ucapnya.

Lanjut Kapolres, saat ini korban yang berada di polres bukan karena di tahan tetapi mengamankan diri, karena pada kejadian pemukulan itu melibatkan banyak pihak sehingga korban merasa takut dan mengamankan diri di polres. Olehnya itu, kami juga perlu pengertian dan kerja sama dari kita semua untuk mengawal proses ini.

“Kami juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mencari tahu sejauh mana penanganan kasus ini silahkan datang ke provos Polres Halsel,” kata Kapolres lagi.

Hal senada juga di sampaikan oleh Reskrim KBO Polres Halsel Iptu Usman Takko kepada masa aksi bahwa sejauh ini tidak ada penahanan dan pemaksaan karena sebelumnya tidak ada penangkapan, mereka menyerahkan diri ke polres halsel dengan maksud mengamankan diri, dan sesuai dengan hasil kordinasi dengan pihak keluarga bahwa korban merasa aman di polres.

“Mereka diberikan kebebasan untuk leluasa masuk keluar di polres, dan tidak ada penahanan, pemaksaan dan penekanan sama sekali, sehingga kalaupun mereka ingin pulang ke rumah tinggal kordinasi dengan pihak keluarga dan hari ini juga boleh keluar asalkan orang tuanya datang di polres,” tutupnya. (istho)

- Advertisement -

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Sekprov: Membeli dan Gunakan Produk Lokal Salah Satu Upaya Pulihkan Perekonomian

TERNATE, Beritamalut.co - Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir menghadiri Pembukaan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Karya Kreatif Indonesia tahun 2021...

Ternate Selatan Terima 293 Usulan Program pada Musrenbang Tingkat Kecamatan

TERNATE, Beritamalut.co - Kecamatan Ternate Selatan, Rabu (3/3/2021) tadi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tingkat Kecamatan di Kafe Kayu Merah Puncak. Kegiatan turut dihadiri Plh...

Mantan Ketua, Sekretaris dan Bendahara Panwaslu Halut Ditetapkan Tersangka

TERNATE, Beritamalut.co - Mantan ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) bersama sekertaris dan bendaharanya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Halut. Ketiganya...

Madam Rama, Niat Pergi Umrah Malah Bertemu Jodoh di Tanah Suci

Jakarta - Niat awal pergi ke tanah suci adalah untuk ibadah umrah, namun nasib membawanya pada jalan hidup yang berbeda. Ialah kisah cinta yang...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...