14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

WELLINGTON – Seorang pelaut terjatuh dari kapal dapat bertahan selama 14 jam dengan berpegang pada pelampung bekas yang ditemukan di laut.

Vidam Perevertilov menghabiskan waktu 14 jam di laut setelah jatuh dari kapal kargo di Samudera Pasifik pada dini hari, seperti yang dilansir dari BBC pada Kamis (25/2/2021).

Pria berusia 52 tahun tanpa jaket pelampung memutuskan berenang menuju suatu “titik berwarna hitam” yang berjarak beberapa kilometer dari posisinya semula.

Titik yang dilihatnya itu ternyata pelampun, yang kemudian membuatnya bisa bertahan terombang-ambing di atas laut.

“Dia terlihat 20 tahun lebih tua dan sangat kelelahan, tapi dia bisa selamat,” ujar putranya Marat kepada situs berita Selandia Baru, Stuff.

Perevertilov adalah kepala insinyur Lituania dari kapal kargo Silver Supporter, yang mengirimkan pasokan di antara pelabuhan Tauranga Selandia Baru dan wilayah Inggris Pitcairn yang terisolasi.

Marat menceritakan bahwa mengikuti jadwal shift, ayahnya saat itu bekerja di ruang mesin sambil memompa bahan bakar, tapi ia merasa “panas dan pusing”.

Dia kemudian berjalan keluar ke geladak untuk memulihkan diri sekitar pukul 04.00 pagi waktu setempat pada 16 Februari, sebelum jatuh.

Marat yang mendapatkan cerita ayahnya dari aplikasi pesan, meyakini ayahnya pingsan menuju geladak, karena dia tidak sadar telah berada di atas laut.

Tanpa menggunakan alat pengaman apa-apa, pria paruh baya itu terjatuh dari kapal dan kapal meninggalkannya.

Ia berjuang terapung-apung di hingga matahari terbit. Saat itu, ia melihat ada bintik hitam di kejauhan laut dan ia memutuskan berenang ke arah benda itu.

“Ia tidak berlabuh ke apa pun atau perahu, itu hanya sepotong sampah laut,” kata Marat tentang pelampung nelayan yang ditinggalkan dan ditemukan ayahnya.

Awak kapal membutuhkan waktu sekitar 6 jam untuk mengetahui bahwa insinyur mereka hilang, pada saat itu kapten membalikkan kapal.

Menurut laporan, kru menentukan perkiraan lokasinya dengan melihat catatan pekerjaan Perevertilov, yang menunjukkan bahwa dia terakhir berada di kapal pada pukul 4 pagi.

Koordinat kapal pada saat itu sekitar 400 mil laut di selatan Kepulauan Austral di Polinesia Perancis.

Pesan bahaya kemudian disiarkan melalui radio ke kapal-kapal di sekitar.

Pesawat angkatan laut Perancis bergabung dalam pencarian dari Tahiti, dan layanan meteorologi Perancis mempelajari angin untuk menghitung kemungkinan pola lintasan.

Ketika Perevertilov akhirnya melihat kapalnya di kejauhan, dia melambai dan memanggil.

Hebatnya, salah satu penumpang kapal bisa mendengar “teriakan manusia yang lemah”.

Seorang awak pengamat juga dapat melihat tangan terangkat dan akhirnya menarik Perevertilov ke tempat yang aman di atas kapal.

“Keinginannya untuk bertahan hidup kuat…Saya mungkin akan langsung tenggelam, tapi dia selalu menjaga dirinya tetap fit dan sehat serta itulah mengapa saya pikir dia bisa bertahan,” kata Marat. (Kompas.com)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Puluhan Rumah Warga yang Rusak Akibat Dihantam Angin Kencang akan Diberi Bantuan Stimulus

TERNATE, Beritamalut.co - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Ternate, akan berikan bantuan terhadap warga yang rumahnya mengalami kerusakan, akibat diterjang angin kencang pada...

Basarnas Imbau Nelayan Tidak Melaut di Tengah Cuaca Ekstrim

TERNATE, Beritamalut.co - Kepala Badan Pencarian Nasional (Basarnas) kota Ternate Muhamad Arafah, menghimbau masyarakat atau nelayan untuk dapat menunda melakukan aktifitas di laut, di...

Sultan Tidore dan Gubernur Siap Perjuangkan Sofifi sebagai Daerah Kawasan Khusus

TIDORE, Beritamalut.co - Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memperlihatkan keseriusannya untuk mengembangkan Sofifi sebagai Daerah Kawasan Khusus. Hal tersebut setelah Gubernur Maluku Utara Kh, Abdul...

Setelah TMII, 2 Aset Milik Keluarga Soeharto Juga Dikelola Pemerintah

Jakarta - Masih ingat dengan Gedung Granadi dan aset Megamendung milik keluarga Soeharto yang disita negara pada 2018 atas kasus Yayasan Supersemar? Keduanya akan dikelola oleh...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...