Saiful Mujani: Lonceng Kematian Demokrat Jika Negara Akui KLB

Jakarta – Pengamat politik Saiful Mujani menilai nasib Partai Demokrat kini berada di tangan Menkumham Yasonna Laoly. Jika Yasonna mengeluarkan SK kepengurusan untuk Moeldoko hasil KLB, maka kepengurusan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan sulit mengikuti Pemilu 2024.

“Selanjutnya tergantung negara, lewat Menkumham dari PDIP, Yasona, mengakui hasil KLB itu atau tidak. Kalau mengakui, dan membatalkan kepengurusan PD AHY, lonceng kematian PD makin kencang,” kata Mujani seperti dicuitkan di akun Twitter-nya dan telah memberi persetujuan kepada CNNIndonesia.com untuk mengutip, Sabtu (6/3).

Mujani berpendapat demikian lantaran kisruh di Demokrat berpotensi memakan waktu panjang jika Yasonna mengakui kepengurusan Moeldoko.

Andai Yasonna mengeluarkan SK Kepengurusan untuk Moeldoko, Mujani mengatakan AHY bisa menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Biasanya, kata Mujani, proses hukum kepengurusan partai baru bisa selesai di tahap Mahkamah Agung.

“Berarti itu bisa makan waktu lama, bisa sampai melewati deadline daftar pemilu 2024,” kata Mujani.

Diketahui, persiapan Pemilu 2024 diprediksi akan dimulai 2022. Mulai dari pendaftaran partai politik hingga verifikasi oleh KPU hingga ditetapkan sebagai peserta pemilu.

Andai pemerintah, dalam hal ini Yasonna mengakui Moeldoko sebagai ketua umum Demokrat yang sah, Mujani pesimis partai berlambang mercy itu melaju ke arah yang lebih baik.

Dia mengatakan bahwa Demokrat berjaya berkat kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mengenai figur Moeldoko, dia ragu bisa mencapai kegemilangan serupa atau lebih baik.

“Moeldoko bisa gantikan itu? Seperti mantan jenderal lainnya mimpin partai, KSP ini tak lebih dari Sutiyoso, Hendro, Edi Sudrajat, yang gagal membesarkan partai,” katanya.

“Akibatnya, 2024 Demokrat bisa menjadi seperti Hanura sekarang, yang hilang di parlemen setelah Wiranto tak lagi mimpin partai itu,” lanjutnya.

Jika demikian, Mujani menilai manuver Moeldoko hanya membunuh Partai Demokrat. Implikasi buruknya yakni citra pemerintahan Jokowi menjadi tercoreng terutama mengenai aspek demokrasi.

“Demokrat mati di tangan seorang pejabat negara. backsliding demokrasi Indonesia makin dalam, dan ini terjadi di bawah Jokowi yang ironisnya ia justru jadi presiden karena demokrasi,” ucap Mujani.

Mujani menegaskan bahwa Jokowi memiliki wewenang untuk menghentikan kemerosotan demokrasi yang diakibatkan manuver Moeldoko mengambilalih paksa kepengurusan Demokrat. Semuanya kembali lagi kepada Jokowi selaku kepala negara dan kepala pemerintahan.readyviewed“Presiden punya wewenang lebih dari cukup untuk menghentikan kemerosotan demokrasi ini. Tapi ini sebagian tergantung pada komitmen presiden u demokrasi,” katanya.

Sebelumnya, AHY sudah meminta kepada pemerintah terutama Menkumham Yasonna Laoly untuk tidak memberikan legitimasi hukum kepada kepengurusan hasil Kongres Luar Biasa di Deli Serdang. AHY menegaskan bahwa KLB ilegal dan inkonstitusional lantaran tak sesuai dengan AD/ART partai.

“Saya minta dengan hormat kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk tidak memberikan legitimasi kepada KLB Ilegal,” kata AHY dalam jumpa pers, Jumat (5/3). (CNNIndonesia.com)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Rencana Duel Mike Tyson vs Holyfield Makin Ruwet

Jakarta - Rencana duel Mike Tyson vs Evander Holyfield makin membingungkan seiring rumor duel Holyfield lawan Kevin McBride pada Juni mendatang. Dalam laporan Sports Illustrated,...

Pakai Garam Ini agar Tanaman Cabai Sehat dan Rajin Berbuah

JAKARTA - Anda yang menanam cabai di rumah tentu ingin agar tanaman cabai rajin berbuah dan tumbuh dengan sehat. Oleh sebab itu, Anda harus...

Plaza Gamalama Modern Tinggal Menunggu Pembayaran dari Rekanan untuk Input Listrik

TERNATE, Beritamalut.co - Pelaksanaan pekerjaan fisik di plaza Gamalama Modern sudah selesai 100 persen, dan sisa menginput listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) kota...

Satgas Bakal Perketat Pengawasan di Titik-titik Penjualan Takjil Buka Puasa

TERNATE, Beritamalut.co - Satuan Gugus Tugas (Satgas) penanganan dan pencegahan Covid-19 kota Ternate akan perketat pengawasan pada titik yang diijinkan berjualan takjil sepanjang bulan...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...