Nadiem Sebut Guru Usia 40 Lebih Dapat Bonus Poin Seleksi PPPK

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (MendikbudNadiem Makarim menyatakan peserta seleksi 1 juta guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) berusia di atas 40 tahun dengan ketentuan tertentu, bakal mendapatkan bonus nilai 75 poin.

Ketentuan itu antara lain soal waktu aktif mengajar di sekolah.

“Peserta dengan umur 40 tahun ke atas dan berstatus aktif selama tiga tahun terakhir mendapat bonus kompetensi teknis sebanyak 75 poin,” kata Nadiem dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR, Rabu (10/3).

Bila total poin passing grade seleksi mencapai 500 poin, artinya dengan bonus tersebut peserta berusia 40 tahun ke atas akan mengantongi nilai 15 persen. Bonus nilai ini juga diberikan ke peserta penyandang disabilitas.

Selain itu, bonus poin untuk seleksi kompetensi teknis juga bakal diterima peserta yang memiliki sertifikasi guru.

Nadiem menjelaskan seleksi PPPK terdiri atas empat tes yakni tes kompetensi teknis, manajemen, kultural dan, wawancara.

“Peserta yang sudah dapat sertifikasi (guru), dia dapat nilai penuh ujian kompetensi teknis. Jadi secara otomatis dapat 100 persen. Tapi masih harus ambil passing grade manajemen dan wawancara,” tutur dia.

Selanjutnya, tahap pertama seleksi PPPK yang digelar Agustus 2021 hanya diperuntukkan bagi guru honorer di sekolah negeri. Sementara tahap kedua dan ketiga, Oktober dan Desember, baru dibuka untuk guru honorer dan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Nadiem mengatakan keputusan ini diambil sebagai jawaban dari protes banyak guru honorer yang menuntut pengabdiannya dihargai dalam seleksi PPPK. Diketahui beberapa kelompok guru honorer menuntut diangkat jadi PNS/PPPK tanpa seleksi.

Mantan bos Go-jek itu menegaskan rekrutmen guru PPPK tidak bisa dilakukan tanpa seleksi. Perekrutan 1 juta guru tersebut, katanya, diizinkan Kementerian PANRB dan Kementerian Keuangan hanya dengan syarat adanya seleksi.

“Hanya dengan satu kondisi, ada tes minimum kompetensi. Itu lah kondisi kenapa kita bisa berhasil dapat anggaran kapasitas maksimal 1 juta guru. Jadi mohon dimengerti, itu kondisi permintaan kita. Kondisi adanya tes seleksi itu tidak mungkin tidak ada,” tutur Nadiem.

Sebelumnya, seleksi 1 juta guru PPPK dicanangkan pemerintah sebagai upaya mengisi kekurangan guru dan mensejahterakan guru honorer. Karena PPPK memiliki gaji setara PNS.

Namun begitu, ada sejumlah kritik dan protes yang disuarakan guru honorer terkait proses seleksi ini. Yang paling anyar, guru honorer pendidikan agama mengancam mogok mengajar jika seleksi PPPK tidak membuka formasi untuk profesi ini. (CNNIndonesia.com)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Puluhan Rumah Warga yang Rusak Akibat Dihantam Angin Kencang akan Diberi Bantuan Stimulus

TERNATE, Beritamalut.co - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Ternate, akan berikan bantuan terhadap warga yang rumahnya mengalami kerusakan, akibat diterjang angin kencang pada...

Basarnas Imbau Nelayan Tidak Melaut di Tengah Cuaca Ekstrim

TERNATE, Beritamalut.co - Kepala Badan Pencarian Nasional (Basarnas) kota Ternate Muhamad Arafah, menghimbau masyarakat atau nelayan untuk dapat menunda melakukan aktifitas di laut, di...

Sultan Tidore dan Gubernur Siap Perjuangkan Sofifi sebagai Daerah Kawasan Khusus

TIDORE, Beritamalut.co - Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memperlihatkan keseriusannya untuk mengembangkan Sofifi sebagai Daerah Kawasan Khusus. Hal tersebut setelah Gubernur Maluku Utara Kh, Abdul...

Setelah TMII, 2 Aset Milik Keluarga Soeharto Juga Dikelola Pemerintah

Jakarta - Masih ingat dengan Gedung Granadi dan aset Megamendung milik keluarga Soeharto yang disita negara pada 2018 atas kasus Yayasan Supersemar? Keduanya akan dikelola oleh...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...