AS-Jepang Keluarkan Pernyataan Kuat Melawan China di Indo-Pasifik

Washington DC – Amerika Serikat (AS) dan Jepang mengeluarkan pernyataan bersama usai pertemuan di Tokyo, yakni mengutuk “pemaksaan dan agresi” China di kawasan Indo-Pasifik. Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, yang ditemani oleh Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, dan Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, dan serta Menteri Pertahanan Jepang, Nobuo Kishi mengatakan mereka tidak akan mentolerir “perilaku destabilisasi” China.

Pertemuan Blinken dan Austin dengan menteri Jepang dilakukan dalam agenda perjalanan luar negeri pertama mereka sebagai anggota pemerintahan Presiden AS Joe Biden. Kunjungan dua pejabat tinggi AS itu dilakukan ketika Presiden Biden ingin memulihkan hubungan dengan sekutunya usai tahun-tahun penuh ketegangan di bawah mantan Presiden Donald Trump. Kunjungan ini juga menggarisbawahi pentingnya AS menempatkan stabilitas di kawasan tersebut.

Para analis mengomentari pernyataan kuat kedua negara sebagai “hal yang belum pernah terjadi sebelumnya”, namun sekaligus melambangkan kekhawatiran AS-Jepang terhadap upaya China mendapatkan keunggulan militer, ekonomi, dan geopolitik di Asia.

“Kekuatan kata-kata dari pernyataan ini mengejutkan, terutama dari perspektif Jepang karena Tokyo pada umumnya lebih memilih untuk mengambil pendekatan yang lebih halus atau diplomatik,” ujar Go Ito, seorang profesor hubungan internasional di Universitas Meiji Tokyo, kepada DW.

“Saya harus mengatakan bahwa ini belum pernah terjadi sebelumnya. Tetapi ini juga jelas menunjukkan bahwa ada banyak rasa frustrasi dari pemerintah Jepang bahwa Beijing secara efektif mengabaikan seruan komunitas internasional untuk moderasi dan memperhatikan kekuatan ekonomi, diplomatik dan militer yang mereka gunakan di wilayah tersebut,” katanya.

“Tidak berdampak banyak terhadap Jepang, tentu saja, tetapi itu memungkinkan Beijing untuk memberikan lebih banyak pengaruh atas negara-negara yang lebih kecil dan kurang berkembang di kawasan itu.”

Klaim teritorial China yang ‘melanggar hukum’

Dalam pernyataan tersebut, para menteri menyatakan keberatan mereka terhadap klaim “tidak sah” China atas pulau-pulau dan wilayah laut di sekitarnya di Laut China Selatan. Beijing dinilai secara sepihak menduduki dan mengembangkan wilayah militer yang juga diklaim oleh Vietnam, Filipina, Taiwan, Brunei dan Malaysia.

Jepang dan AS juga menyerukan “perdamaian dan stabilitas” di Selat Taiwan, karena dalam beberapa bulan terakhir, China meningkatkan kehadiran militernya untuk mengintimidasi pemerintah di Taipei. Beijing menegaskan bahwa Taiwan adalah provinsi pemberontak, dan China akan mempertahankan Taiwan tetap dalam wilayahnya, jika perlu dengan kekerasan.

Komunike bersama juga memperingatkan China terkait aktivitasnya di lepas pulau Senkaku, yang dikenal di China sebagai pulau Diaoyu, sebuah kepulauan tak berpenghuni yang dikelola sebagai bagian dari Prefektur Okinawa Jepang tetapi diklaim oleh China sebagai bagian dari wilayahnya.

“Saya rasa, mengingat reaksi yang sangat kuat dari Jepang dan AS, China mungkin akan mencoba sedikit lebih tenang dan berusaha menggunakan kekuatannya untuk menarik lebih banyak negara berkembang ke pihaknya sendiri dalam konfrontasi yang berkembang ini,” kata Ito. “Beijing akan sadar bahwa mereka membutuhkan lebih banyak teman.”

Memperkuat aliansi trilateral AS-Jepang-Korea

Blinken dan Austin melanjutkan perjalanan ke Korea Selatan untuk melakukan pembicaraan dengan sekutu utama AS lainnya di Asia timur laut pada hari ini Rabu (17/03). Keduanya akan mengadakan pertemuan two-plus-two (2+2) dengan mitra lokal mereka, Menteri Luar Negeri Chung Eui-yong dan Menteri Pertahanan Suh Wook.

Pembahasan akan didominasi seputar tantangan yang ditimbulkan oleh China dan Korea Utara, namun kedua belah pihak juga akan menggunakan kesempatan tersebut untuk menandatangani kesepakatan tentang biaya yang dibayarkan Seoul untuk pemeliharaan kehadiran 28.500 militer AS di Selatan. Sebelumnya, di bawah pemerintahan Trump, kedua negara berselisih mengenai jumlah yang harus dibayar Seoul.

AS diharapkan mampu mendorong Korea Selatan untuk mengubur perbedaan pendapat historisnya dengan Jepang, untuk memperkuat aliansi trilateral dan lebih berperan dalam aliansi Quad.

Korea Selatan bekerja sama dengan Quad?

Pemerintahan Presiden Moon Jae-in mendapat tekanan untuk bekerja lebih dekat dengan aliansi Quad, yang mencakup AS, Jepang, India, dan Australia.

Seoul “tidak dapat mengulangi cobaan dan kesalahan di masa lalu, terutama ketika berurusan dengan Korea Utara,” kata editorial di surat kabar Korea JoongAng Daily.

Leif-Eric Easley, seorang profesor studi internasional di Ewha Womans University di Seoul, mengatakan kepada DW bahwa Quad sangat penting bagi Korea Selatan karena “akan menjadi pilar kebijakan luar negeri pemerintahan Biden.”

“Quad bukanlah aliansi anti-China, ini adalah koalisi negara-negara yang berpikiran sama untuk mengatasi tantangan bersama dan berkomitmen pada tatanan berbasis aturan,” katanya.

“Beijing tidak akan menjadi target kecuali jika melanggar norma-norma, termasuk kebebasan navigasi, penyelesaian sengketa secara damai, komitmen perdagangan dan hak asasi manusia,” tambah pakar tersebut. Itu semua adalah masalah yang menjadi kepentingan nasional Seoul. (detikcom)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Ketua DPRD Malut: Harita Mendukung Penuh Pembangunan Jalan Lingkar Obi

SOFIFI, Beritamalut.co - Perusahaan pertambangan dan hilirisasi Harita Nickel yang beroperasi di Obi, Halmahera Selatan, mendukung penuh program pembangunan jalan lingkar Obi. Tekad tersebut...

Ramadhan, Polisi Amankan Ribuan Kantong Miras Cap Tikus Hingga Johnnie Walker

TERNATE, Beritamalut.co - Memasuki bulan suci Ramadhan 1442 H, Polda Maluku Utara dan Polres jajaran melaksanakan Operasi dengan sandi Operasi Pekat Kieraha 2021. Dalam operasi...

Bantuan Sosial Tunai untuk Bulan Maret dan April Cair 15 April

TERNATE, Beritamalut.co - Pembayaran Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk bulan Maret dan April 2021 di kota Ternate direncanakan pada 15 April mendatang. Ini disampaikan Kabid...

Rencana Duel Mike Tyson vs Holyfield Makin Ruwet

Jakarta - Rencana duel Mike Tyson vs Evander Holyfield makin membingungkan seiring rumor duel Holyfield lawan Kevin McBride pada Juni mendatang. Dalam laporan Sports Illustrated,...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

“Kupas” PT.Karapoto Bersama OJK dan DPRD

TERNATE,Beritamalut.co-Komisi II DPRD Kota Ternate, Kamis (8/3/2018) gelar pertamuan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Gorontalo, kemudian dari...

Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Halaman Tempat Tinggalnya

TERNATE, Beritamalut.co - Warga Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate digegerkan dengan penemuan sesosok mayat jenis kelamin perempuan yang diketahui bernama Aprilita Suryanti...

Ketika Ternate Mendadak Seperti Kota di Eropa

TERNATE, Beritamalut.co-Kota Ternate, dari pagi hingga sore tadi mendadak dipadati turis mancanegara setelah kapal pesiar MS Artania sandar di pelabuhan A. Yani, Ternate, Jumat...

Jembatan Temadore Solusi Jalur Penghubung Ternate-Maitara-Tidore

MAITARA,Beritamalut.co-Konsep pembangunan jembatan penghubung antara pulau Ternate, Maitara dan Tidore (Temadora) dapat menjadi pilihan sebagai jalur penghubung antara tiga daerah itu dan sekitaranya. Inilah yang...

Seorang Ayah di Ternate Barat Tiga Kali Setubuhi Putri Kandungnya

TERNATE, Beritamalut.co - Seorang warga di Kecamatan Ternate Barat inisial R alias Man yang sehari-hari sebagai sopir angkot babak belur diamuk warga, Rabu (14/10/2020)...