Pidato Lengkap Bupati Edi Langkara di Masa Akhir Jabatan 2017-2022

WEDA, Beritamalut.co – Bupati Halmahera Tengah, Drs Edi Langkara sampaikan, laporan akhir Masa Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Tengah Periode 2017-2022 dalam rapat Paripurna Ke-8 Masa Persidangan III, yang berlangsung di ruang Paripurna DPRD Halteng, Senin (14/11/2022).

Bupati Edi Langkara dalam Pidatonya, menyampaikan sebagai Kepala Daerah yang taat asas, berkomitmen untuk memenuhi kewajiban-kewajiban konstitusional.

Sebagai pemimpin dengan sejumlah cita-cita besar untuk memperbaiki hajat hidup negeri ini, lima tahun terasa begitu singkat dan rasanya belum cukup waktu untuk melakukan transformasi besar pada daerah yang kita cintai ini.

Menurutnya, menjelang genap lima tahun sudah perjalanan ini, langkah kami berdua dengan segenap kekuatan politik partai pengusung, dan pendukung setia yang tak mengenal pamrih, kami persembahkan karya ini semua untuk atas nama rakyat Halmahera Tengah tanpa sekat, golongan, suku, ras dan segmen pendukung.

“Bahwa kami tidak memposisikan kekuasaan sebagai tujuan perjuangan politik kami, tetapi kekuasaan bagi kami adalah alat untuk mensejahterakan rakyat negeri ini. Kekuasaan adalah alat untuk merajut jaring-jaring sosial yang terkoyak karena peristiwa politik,” Katanya.

Sekjen DPP Golkar itu, menyampaikan sejumlah program yang telah dilakukan, terutama pelayanan pendidikan prasarana, penyediaan infrastruktur/sarana pendidikan dasar dan usia dini dengan rehabilitasi bangunan dan sarana perpustakaan termasuk laboratorium
serta membangun ruang kelas, kelengkapannya dengan total sarana yang tersedia sebanyak 1.972 unit dengan anggaran Rp. 100.457.371.929.

Kemudian peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan dengan memberikan bantuan kepada guru yang melanjutkan studi jenjang D2 ke S1 sebanyak 160 orang guru.

“Sebagai Kepala Daerah kami harus memastikan bahwa 11.423 orang siswa pada satuan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar harus terlayani kebutuhan pendidikannya dengan rasio ideal,” ungkapnya.

Elang-Rahim juga putuskan untuk mengangkat tenaga guru honorer (PTT) sebanyak 680 orang untuk mendukung pelayanan Pendidikan yang memadai dan ideal bekerja sama dengan guru PNS sebanyak 727 orang agar rasio ideal yang dimaksudkan dalam pendidikan dapat dicapai.

“Bantuan beasiswa kepada mahasiswa asal Halmahera Tengah dengan total alokasi anggaran Rp. 13.386.777.000 untuk membiayai, Pendidikan Sarjana (S1) sebanyak 1.608 orang, Pendidikan pasca sarjana (S2) 139 orang dan Pendidikan Doktor (S3) sebanyak 6 orang,” tuturnya.

Bidang Kesehatan, terkait infrastruktur/sarana prasarana, penyediaan kesehatan dari tahun 2018 s/d 2022 dengan total anggaran Rp. 365.207.293.472 untuk menyediakan sarana dan prasarana kesehatan Rumah Sakit Daerah serta yang tersebar di 10 kecamatan dan 64 desa.

Dengan penyediaan anggaran ini Pemerintahan Elang-Rahim telah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan baik di Puskesmas Rawat Inap dan Rawat Jalan di kecamatan serta pustu di tingkat desa. Penyediaan Jaminan Kesehatan Masyarakat (JKM) untuk menjamin pelayanan kesehatan gratis bagi 15 ribu lebih jiwa warga Halmahera Tengah.

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya melalui program pemerintah pusat, warga Halmahera Tengah hanya terlayani BPJS sebanyak 2 ribu jiwa. Program Home Visit yang telah dilaksanakan sejak tahun 2019 s/d 2022 telah menangani kebutuhan pelayanan kesehatan bagi 22.540 warga Halmahera Tengah dan sebanyak 21.621 kasus penyakit yang tertangani oleh petugas kesehatan.

Program Home Visit ini merupakan salah satu program strategis Elang-Rahim di sektor secara dini dini dapat yang diderita oleh kesehatan. Untuk terdeteksi penyakit yang masyarakat di seluruh desa dan dusun.

“Dan juga Program Sistem Tanggap Darurat (SIRATU) dengan menyediakan lima unit ambulance laut untuk melayani pasien rujukan dari kecaman dan desa yang telah melayani 824 kasus rujukan dan 108 kasus pelayanan jenazah, disamping pelayanan kesehatan berbasis darurat dengan biaya operasional sebesar 5 milyar sejak tahun 2018,” paparnya.

Disisi lain dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih akuntabel dan berdaya guna, pemerintah daerah sejak tahun 2019 sampai dengan
tahun 2022 telah menerima tenaga PTT Kesehatan dokter dan tenaga medis Bidan desa sebanyak 567 orang, serta kontrak Kerjasama Dokter spesialis Rumah sakit Daerah Weda sebanyak 5 orang yang dilakukan setiap tahun.

Semua ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat terlayani secara baik. Upaya penyediaan pelayanan Kesehatan kontrak Dokter Special, Home Visit, dan Tanggap Darurat inilah yang turut mendorong angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Halmahera Tengah, serta menjadi variabel penting

Sektor Pertanian, Mengembangkan Potensi Sumber Daya Alam dan Menciptakan Iklim Investasi, seluruh program dan kebijakan strategis daerah diarahkan pada penguatan
sektor ekonomi strategis meliputi, Sektor Pertanian dengan sejumlah program unggulan diantaranya optimalisasi lahan di tiga kawasan sentra produksi dengan prioritas pada tanaman padi dan hortikultura.

Dengan anggaran sebesar Rp. 33.498.130.826 untuk penyediaan infrastruktur pendukung pertanian. Dalam rangka penguatan dampak ekonomi Covid-19 penanggulangan pemerintah daerah telah menetapkan program Optimasi Lahan di kawasan sentra produksi Wairoro seluas 217,75 Ha dengan total produksi/panen Padi sebanyak 590,9 ton dalam sekali panen.

Atas komunikasi intensif dengan Kementerian Pertanian RI, Sentra Produksi Pertanian Transmigrasi Waleh, telah memperoleh bantuan optimalisasi lahan seluas 16,5 ha dengan total produksi/panen 52,5 ton. Sejak tahun 2018 s/d 2022, pemanfaatan KUR untuk bidang pertanian sebanyak 121 petani Seluruh program optimasi lahan ini diharapkan terus berkelanjutan.

“Sehingga produksi pertanian daerah ini benar-benar dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat daerah ini. Dan Insya Allah pada bulan Desember nanti kami akan kembali melakukan panen padi di kawasan sentra produksi Wairoro dan Waleh seluas 53,5 hektar,” tambahnya.

Bidang Perkebunan, Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan Pala Patani sebagai varietas nasional melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 47/KPTS/KB/010/3/2020 tanggal 31 Maret 2020 dan dengan kemudahan transportasi tol masyarakat laut, produksi perkebunan Halmahera Tengah dapat dipasarkan dengan mudah.

Di Bidang Ketahanan Pangan pemerintahan Elang-Rahim telah merumuskan program
pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman sayuran dan hortikultura dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 6.835.892.000.

Untuk Pembangunan Sektor Perikanan dari tahun 2018 s/d 2022, Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 32.835.691.200.

“Untuk peningkatan produksi perikanan pemerintah daerah telah menetapkan program penguatan ekonomi perikanan dengan memberikan bantuan armada tangkap sebanyak 464 unit dan 1000 kartu nelayan untuk memudahkan kontrol pelayanan kepada nelayan di Halmahera Tengah,” katanya lagi.

Perindustrian dan Perdagangan di sektor industri dan perdagangan, kebijakan Pemerintahan Elang-Rahim pada penyediaan infrastruktur pasar rakyat di seluruh kecamatan dengan nilai investasi sebesar Rp. 77.041.693.333. Untuk penguatan UMKM diarahkan pada bantuan penguatan ekonomi untuk industri kecil dan menengah dengan total nilai investasi sebesar Rp. 6.037.800.000.

Selanjutnya Pemerintah Daerah juga memberikan kemudahan bantuan Kredit Usaha Rakyat pelaku UMKM dengan menyertakan dana talangan bunga bagi para kreditur di BRI Unit Weda sebesar dengan total anggaran Rp. 50.000.000.000 selama lima tahun pemerintahan ini.

Pembangunan Infrastruktur Dasar dan konektivitas Wilayah. Kebijakan strategis pembangunan diarahkan pada pelayanan dasar kepada masyarakat Halmahera Tengah meliputi, penyediaan perumahan yang layak bagi masyarakat maka kebijakan pembangunan diarahkan pada bantuan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebanyak 1.625 unit dengan total anggaran Rp. 60.855.000.000 dan untuk penyediaan sanitasi dan bantuan MCK bagi warga yang belum memiliki jamban pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 15.875.149.000.

“Selain itu, melalui intervensi kebijakan kami, program dalam pemanfaatan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa juga diarahkan pada penyediaan infrastruktur dasar, termasuk perumahan, sanitasi dan air bersih,” katanya.

Sementara, penyediaan Listrik yang layak bagi masyarakat hingga ke pelosok desa, kebijakan strategis daerah diarahkan pada pemenuhan kebutuhan listrik. Dan melalui intervensi kebijakan dan program, sampai dengan tahun 2022, seluruh rumah telah teraliri listrik bahkan di desa terjauh seperti Umiyal di Pulau Yoi juga telah teraliri listrik dengan baik.

Untuk penyediaan pelayanan air bersih yang layak bagi masyarakat Pemerintah Daerah
telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 52.422.436.000 untuk membangun IPA, Perpipaan dan sambungan rumah. Kami memiliki keinginan politik yang kuat untuk menyediakan air bersih yang layak bagi masyarakat di kota Weda dan seluruh wilayah
kabupaten Halmahera Tengah.

Untuk pembangunan infrastruktur pendukung konektivitas wilayah, telah dirumuskan
kebijakan pembangunan meliputi, Pembangunan jalan hotmix dari tahun 2018 s/d 2022 sepanjang 236,480 kilometer dengan total anggaran Rp. 477.175.155.249 yang dapat kita petakan sebagai berikut.

Pertama Kecamatan Pulau Gebe dengan nilai investasi sebesar Rp. 62.095.278.000 dengan volume 21.450 kilometer. Kedua Wilayah Patani dengan nilai investasi Rp. 196.928.874.050 dengan volume 61.025 kilometer. Ketiga, Weda Utara dengan nilai investasi Rp. 9.943.694.000 dengan volumen 3 kilomater. Keempat, Weda Tengah dengan nilai investasi Rp. 15.146.667.000 dengan volume 4.4 kilometer. Kelima, Weda Selatan dengan nilai investasi kurang lebih Rp. 30.000.000.000 dengan volume 12 kilometer. Keenam,Kota Weda dengan nilai investasi Rp. 130.000.000.000 dengan volume 38 kilometer.

Untuk Pembangunan Jalan Sirtu sejak tahun 2018 s/d tahun 2022 sepanjang 11,40 kilometer dengan anggaran Rp. 14.962.770.000. Pembangunan jembatan di seluruh kawasan dengan total anggaran Rp. 30.282.540.000. Dan yang paling penting adalah periode pemerintahan ini telah menyelesaikan pembangunan jembatan Gowonli yang menjadi urat nadi utama yang menghubungkan kawasan Patani Timur dengan wilayah lain di pulau Halmahera.

Tidak hanya itu, ada juga Pembangunan Drainase dengan jumlah investasi Rp. 24.755.000.000 dengan volume 13,42 kilometer. Breakwater dengan nilai investasi
Rp. 35.000.000.000 meliputi kawasan pantai Kota Weda, Pantai Wailegi Patani dan pantai
Gemia. Dan Penyediaan jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah Halmahera Tengah untuk membiayai pembangunan tower.

Untuk mendukung visi besar itu, sejumlah program strategis kami torehkan sebagaimana telah ditetapkan dalam lima misi yang tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

“Kami bertekad bahwa seluruhnya harus dapat kami penuhi dan tuntaskan dengan sebuah keyakinan bahwa hingga akhir periode pemerintahan kami nanti, hajat hidup dan kebutuhan dasar masyarakat Halmahera Tengah benar-benar terpenuhi,” kata Edi Langkara.

Ketua Asprov itu juga menyampaikan, penataan sistem pengelolaan pendapatan baik dari sektor pajak dan retribusi daerah telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Di tahun 2018, realisasi pendapatan baru mencapai Rp. 15 Miliar lebih. Pada tahun 2019 mengalami peningkatan sebesar Rp. 46 Miliar lebih. Tahun 2020 Pendapatan Asli Daerah kembali mengalami peningkatan sebesar Rp. 60 Miliar lebih.

Tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar Rp. 83 Miliar lebih Sampai dengan bulan November tahun 2022, realisasi Pendapatan Asli Daerah meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp. 109 miliar lebih. Tingginya peningkatan PAD setiap tahun selama periode pemerintahan Elang-Rahim merupakan bukti bahwa kami tidak pernah berpangku tangan dan terus bekerja keras untuk ketergantungan mengurangi penganggaran kita yang terlalu besar kepada dana transfer.

“Sebagai catatan penting yang harus kami sampaikan dalam kesempatan ini bahwa atas upaya dan kerja keras kita semua di tahun 2023 nanti, Pendapatan Asli Daerah kita telah tetapkan sebesar Rp. 300 Miliar dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang menjadi hak Kabupaten Halmahera Tengah telah ditetapkan sebesar Rp. 773 Milyar lebih,” ungkap Bupati Halteng itu.

Edi menambahkan, di tahun 2017 Halmahera Tengah masih memiliki 39 desa tertinggal dan 15 desa sangat tertinggal. Sejak tahun 2018 hingga di penghujung tahun 2022, intervensi dengan kebijakan dan pembangunan, pembinaan penyempurnaan tata kelola pemerintahan desa berdasarkan indikator Indeks Desa Membangun.

“Maka tidak ada lagi desa di Kabupaten Halmahera Tengah yang berstatus sangat tertinggal. Hingga akhir periode pemerintahan Elang-Rahim, Kita mengalami kemajuan yang signifikan dalam aspek penataan pemerintahan program pelayanan pengelolaan dan masyarakat di tingkat desa,”ungkapnya.

Sementara Plaza Weda dengan nilai investasi Rp. 67.630.500.000. Stadion Elang Halmahera dan sarana prasarana pendukung GOR Fagogoru dengan nilai investasi Rp. 160. 617.714.000. Pembangunan kawasan wisata Nusliko Park dengan nilai investasi Rp. 30.000.000.000 serta pembangunan dan penataan prasarana olahraga dan Fasilitas penunjang Lapangan Kuleyefo dengan nilai investasi Rp. 13.440.000.000.

“Seluruh proyek strategis kota ini adalah pilar utama penyangga kota untuk mewujudkan kota Weda sebagai waterfront city (kota pantai),” tutupnya. (Uku)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

MenPANRB: Anggaran Kemiskinan Rp500 T Habis ke Rapat dan Studi Banding

Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abdullah Azwar Anas menyentil penggunaan anggaran kemiskinan di Kementerian/Lembaga yang terbuang sia-sia untuk rapat...

Argentina Gagal Lolos ke Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia

Jakarta - Piala Dunia U-20 2023 dipastikan tak akan diikuti Argentina, setelah menelan kekalahan 0-1 dari Kolombia di Piala Amerika Selatan U-20 2023. Setelah pertandingan...

Mumi Tertua Berusia 4.300 Tahun Ditemukan, Ini Wujudnya

Jakarta - Mumi yang disebut paling tua di Mesir telah ditemukan oleh para arkelog. Setelah dilakukan penelitian, usianya diperkirakan sudah mencapai 4.300 tahun. Seperti dikutip...

Gunakan Terus PLN Mobile, Pelanggan Bisa Dapat Hadiah Mobil Listrik

Jakarta - Pengguna setia aplikasi PLN Mobile berkesempatan mendapatkan ratusan hadiah dengan hadiah utama satu unit mobil listrik Hyundai loniq 5 melalui program Gelegar...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

8 Bulan Tenaga Kesehatan RSUD Ternate Belum Terima Tunjangan, Totalnya Rp 26 Milliar

TERNATE, Beritamalut.co - Ratusan tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Kota Ternate mengeluhkan pembayaran tunjangan kinerja (tuking) yang...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...