Warga Boikot Aktivitas Pembongkaran Batu Bara PLTU Tikep

TIDORE,Beritamalut.co-Puluhan Warga RT 05 dan 06 Kelurahan Rum Balibunga, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore,  Rabu (21/3) pagi tadi menutup aktivitas pembongkaran batu bara dari kapal tongkang.

Pemboikotan aktivitas pembongkaran batu bara itu dilatarbelakangi keresahan masyarakat akibat limbah batu bara perusahaan pembangkit listrik yang sudah mencemari sumur warga, serta mencemari udara di lingkungan pemukiman tersebut.

Warga yang berdomisili di RT05 dan RT06 itu mendatangi PLTU Kelurahan Rum pada pukul 10.20 WIT dengan membawa kertas yang bertuliskan “PLTU membunuh kami”.

Kordinator Aksi Sudin Kiyau mengatakan, warga yang berada di RT 05 dan 06 sudah setahun ini mulai merasakan dampak dari aktifitas PLTU, sehingga warga dalam menggunakan air bersih pun sangat berhati-hati karena takut terkena penyakit. Selain itu ada pula warga yang mengaku selama ini sudah ada masyarakat yang mengidap penyakit gangguan pernapasan, hanya saja warga takut menyampaikannya.

Akibat dari itu, masyarakat menuntut agar PLTU dan pemerintah harus bertanggungjawab merelokasikan pemukan warga yang terkena dampak sehingga tidak menimbulkan korban yang lebih banyak lagi.

“Tuntutan kami ini sudah kami sampaikan melalui rapat bersama di Kantor Lurah Rum Balibunga tahun lalu bersama pihak PLTU, Dinas Lingkungan Hidup dan dari pihak Puskesmas, tetapi sampai saat ini tidak ada jawaban pasti mengenai tuntutan kami,” ujar Sudin.

Ia menuturkan warga juga kecewa saat melakukan aksi belum juga mendapatkan jawaban yang pasti sehingga terpaksa memblokade area pelabuhan pembongkaran batu bara.

“Kami minta supaya aktivitas pembongkaran batubara dihentikan sekarang juga sampai ada jawaban yang pasti, kalau sampai pekerjaan pembongkaran ini dilakukan, nanti lihat sendiri akibatnya, jangan coba-coba lakukan aktivitas pembongkaran batu bara atau akan ada resiko yang timbul,” ancam warga didepan pihak PLTU yang menemui masa aksi.

Ia menegaskan, warga akan membuka blokade tersebut jika tuntutan mereka mengenai jaminan kesehatan dan relokasi pemukiman sudah ada kepastianya.

“Kami memberikan waktu 3 hari, kalau belum ada jawaban juga berarti aktivitas pembongkaran batu bara terpaksa harus dihentikan, tidak boleh ada aktivitas lagi karena kami yang merasakan dampaknya,” tegas salah seorang masa aksi.

“Karena ini bukan kali pertama kami menyampaikan ke pihak PLTU, namun sudah berulang kali bahkan pimpinan PLTU sendiri pada saat pertemuan dengan Warga dan pihak pemerintah menyampaikan akan berkordinasi dengan pihak PLN namun hingga saat ini belum ada kejelasan dari Pihak PLTU maupun pimpinan PLN itu sendiri,” ujarnya.

Amatan Beritamalut.co, aksi warga tersebut diterima langsung oleh Supervisor Sumberdaya Manusia (SDM) PLTU Kota Tikep, Riski Trilistirta beserta beberapa karyawan PLTU. Dalam pertemuan itu ia mengatakan tuntutan warga tersebut akan dipenuhi, namun pihaknya akan berkordinasi lebih dulu dengan pihak General Meneger PLN.

“Tuntutan relokasi karena kami ini bagian dari PLN. Dan hari ini pun kami akan melakukan koordinasi dengan PLN Sektor karena kebijakan di sini hanya tergantung pihak PLN,” ungkapnya.

“Kami berjanji aktifitas pembongkaran dihentikan sementara sampai ada pertemuan ulang dengan warga,” katanya. (Hsd)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Seorang Warga di Tobelo Belum Kembali dari Kebun, Tim SAR Lakukan Pencarian

TOBELO, Beritamalut.co - Seorang Warga Desa Efi-Efi Kecamatan Tobelo Selatan Kabupaten Halmahera Utara dilaporkan belum kembali saat pergi ke kebun untuk memanen aren. Adapun kejadiannya...

Diresmikan Wali Kota Ternate, Apa Itu Kick Off Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer?

TERNATE, Beritamalut.co — Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman buka kegiatan Kick Off Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer, yang berlangsung di Hotel Bela Internasional, Jumat...

Peserta Kelas 3 BPJS Kesehatan Tak Bisa Naik Tingkat Ruang Rawat Inap

Jakarta -- Pemerintah menetapkan peserta kelas 3 BPJS Kesehatan tidak bisa naik ke kelas layanan rawat inap yang lebih tinggi. Hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden...

Sarwendah Diam Ditanya soal Ruben Onsu

Jakarta - Sarwendah menghindar disinggung apakah sudah berkoordinasi dengan Ruben Onsu perihal somasi yang dilayangkan untuk beberapa akun sosial media yang telah memfitnahnya. Sarwendah langsung bergegas meninggalkan media...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...