Mantan Kepala Kantor Samsat Halteng Divonis 1,4 Tahun Penjara

TERNATE,Beritamalut.co-Mantan kepala kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Halmahera Tengah, A. Razak Arilaha dan bendahara pengeluaran kantor Samsat Halteng Muhammad Ibrahim divonis masing-masing 1,4 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Ternate, Kamis (5/4/2018).

Vonis majelis hakim yang dipimpin Erni Lily Gumolili itu, lebih ringan dua bulan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 1 tahun 6 bulan penjara.

Kedua terdakwa juga diperintahkan untuk membayar biaya denda masing-masing sebesar Rp 50 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar akan digantikan dengan pidana penjara selama 2 bulan.

Mantan kepala Samsat Halteng itu dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana dalam dakwaan subsider JPU yang diancam Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP yang memuat unsur-unsur setiap orang, unsur menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu koorporasi, unsur menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan, unsur dapat merugikan keuangan negara, unsur yang melakukan, menyuruh melakukan, turut serta melakukan dan unsur sebagai suatu perbuatan berlanjut.

“Memerintah agar terdakwa ditahan,” kata hakim saat membacakan amar putusan.

Dalam sisang tersebut, majelis hakim menyatakan atas perbuatan kedua terdakwa telah mengakibatkan kerugian negara yang mana terdakwa menyisihkan sebagian uang pajak kendaraan bermotor dan biaya balik nama kendaraan bermotor pada tahun 2014 untuk kepentingan pribadi dan keperluan operasional kantor UPTD Samsat Halteng sebesar Rp 639 juta lebih.

Selama persidangan, menurut majelis tidak ditemukan alasan pembenaran ataupun pemaaf yang dapat membenarkan atau menghapuskan pertanggungjawaban pidana atas diri terdakwa.

Keadaan yang memberatkan kedua terdakwa adalah perbuatan kedua terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang sedang menggalakkan pemberantasan tindak pidana korupsi. Sementara hal yang meringankan adalah kedua terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa menyesali perbuatannya. Terdakwa juga sebagai tulang punggung keluarga.

Setelah mendengar putusan majelis hakim, kedua terdakwa menyatakan menerima seluruh putusan majelis hakim, sementara JPU menyatakan masih pikir-pikir. (Hsd)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

KPU: 661 TPS di 7 Provinsi Hitung Suara Ulang

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut bahwa sejumlah wilayah perlu melakukan penghitungan suara ulang. Berdasarkan data yang diterima Kompas.com per Kamis (22/2/2024) malam, sedikitnya 661...

KPK Duga Ada Pemberian “Fee” dan Pengondisian Temuan BPK di Proyek Kereta DJKA

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga, ada pemberian uang dan pengondisian temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam kasus dugaan suap proyek jalur kereta...

Mbappe Sepakati Kontrak 5 Tahun dengan Madrid

Jakarta - Kylian Mbappe dikabarkan bakal meninggalkan Paris Saint-Germain pada akhir musim ini. Mbappe dilaporkan sudah menyepakati kontrak lima tahun dengan Real Madrid. Menurut laporan BBC, Mbappe telah mengatakan kepada PSG...

Terungkap! 5 Rahasia Panjang Umur Orang Pakistan yang Capai 100 Tahun

Jakarta - Selain orang Jepang, negara yang penduduknya panjang umur juga Pakistan. Ternyata ini 5 rahasia panjang umur mereka yang usianya bisa mencapai 100 tahun. Penelitian...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...