JAILOLO,Beritamalut.co-Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Maluku Utara bersama regional menggelar simulasi logistik dan posko dalam tanggap darurat bencana untuk regional Maluku dan Papua yang dipusatkan di sekitar Gunung Ibu, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Kamis (20/12/2018).
Dalam simulasi ini, para peserta memperagakan bagaimana mendistribusikan logistik, jika status gunung semakin meningkat sampai dengan menyemburkan abu vulkanik.
Belum lagi, semburan itu menimbulkan dampak bagi warga sekitar sehingga terpaksa harus diungsikan ke tempat yang aman.
“Ini merupakan rangkaian skenario kegiatan dalam kegiatan penyegaran dan simulasi logistik dan posko yang kita laksanakan. Sebelumnya, para peserta diajak memainkan sebuah skenario pergerakan melalui media tactical floor game (TFG),” ungkap penyelenggara kegiatan Ilham Huznul, Kamis (20/12/2018).
Simulasi ini katanya bertujuan untuk mengetahui alur mobilisasi pergerakan dan untuk memastikan rencana operasi dapat dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan.
Termasuk dalam upaya mengatasi kendala-kendala yang kemungkinan terjadi di lapangan, perorangan maupun kelompok baik teknis maupun taktis.
“Setelah itu, tahapan selanjutnya diadakan breafing peserta akan digambarkan batasan batasan simulasi, peran dan norma para peserta,” ujarnya.
Ilham menjelaskan, memasuki tahapan selanjutnya para peserta memasuki medan operasi melalui gladi lapangan yang mencerminkan kondisi sebenarnya yang meliputi alur koordinasi personil relawan.
“Aktifasi posko tanggap darurat (TDB) mulai dilakukan, para relawan yang ditugaskan memberikan penanganan awal melalui asessmet cepat, membuat rencana operasi dan memulai berbagai pelayanan,” sambung Ilham.
Setelah itu, seluruh kekuatan tim personil baik dari PMI provinsi maupun regional membuka posko utama dan mempersiapkan untuk mendirikan posko lapangan di 5 titik.
Selain itu pengerahan keterlibatan armada, peralatan yang telah disiapkan oleh utama dan Kemudian gudang posko utama melakukan unloading barang dari gudang regional di distribusikan ke titik posko.
“Melalui gladi dan simulasi ini nantinya akan kelihatan peran dan fungsi masing-masing baik logistik maupun posko dalam situasi tanggap darurat bencana,” kata Ilham.
Diakuinya, peran logistik dan posko menjadi ujung tombak tercapainya pelayanan PMI dalam penanganan bencana di lapangan. Targetnya penanganan bencana yang dilaksanakan dapat cepat, tepat sasaran dan terkoordinasi dengan baik.
Sementara itu, salah satu peserta asal Provinsi Papua Gensius Gerad menuturkan, dirinya merasa senang bisa terpilih mengikuti kegiatan seperti ini. Diakuinya, hal ini bisa menjadikan gambaran sebenarnya ketika terjadi bencana khususnya di daerah papua dengan potensi risiko bencana yang ada di wilayahnya.
“Kita berharap kegiatan ini bisa berkesinambungan untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya PMI khususnya di wilayah regional timur papua dalam rangka kesiapan relawan dalam sektor manajemen logistik dan posko pada saat tanggap darurat bencana,” kata Genius.
Hal senada diungkapkan Rasdiana Ikhsan peserta dari Halmahera Selatan.
Menurutnya, ini merupakan pengalamaan pertamanya ketika menjadi petugas posko logistik dalam kegiatan ini. Dirinya mengaku merasa senang bisa bertugas menjadi bagian tim logistik dalam kegiatan simulasi ini.
“Kita bisa mengetahui manajemen pergudangan dan mobilisasi barang bantuan Pergudangan seperti penerimaan barang,penyimpanan,pemeliharaan,pengeluaran barang serta pelaporan,” terang Rasdiana.
Selain itu katanya, dalam simulasi logistik ini diajarkan bagaimana cara membuat layout barang, menata barang yang baik, serta membuat cargo loading plan/perencanaan muat barang.
Hal ini kata Rasdiana menjadi ilmu baru dan pengalaman yang selama ini sebelumnya belum diketahuinya. (sdn)