Sosialisasi di Morotai, BI Malut Minta Masyarakat Mencintai Rupiah

DARUBA,Beritamalut.co – Bank Indonesia (BI) Wilayah Perwakilan Maluku Utara menggelar sosialisasi kewajiban penggunaan uang rupiah di Kabupaten Pulau Morotai, Sabtu (26/10/2019) tadi di aula kantor DPRD Desa Darame Kecamatan Morotai Selatan.

Turut hadi dalam sosialisasi tersebut yaitu unsur Forkompimda, para pelaku usaha, pihak perbankan, pimpinan SKPD, serta tokoh masyarakat.

Asisten Direktur BI wilayah Maluku Utara Hario Kartiko Pamungkas mengatakan, tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah sebagai upaya Bank Indonesia dalam rangka memberikan edukasi dan meningkatkan pemahaman seluruh elemen masyarakat mengenai tugas dan tanggung jawab Bank Indonesia selaku Bank Sentral di Republik Indonesia.

“Tugas dan Fungsi Bank Indonesia di Bidang Pengelolaan Uang Rupiah sesuai dengan UU Mata Uang Nomor 7 tahun 2011 khususnya tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” katanya.

Menurutnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat memiliki rupiah sebagai salah satu simbol kedaulatan negara yang harus dihormati dan dibanggakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Untuk itu rupiah merupakan alat pembayaran yang sah sehingga wajib digunakan dalam kegiatan perekonomian di wilayah NKRI guna mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lanjut Dia, terkait dengan fungsi dan tugas BI tersebut dan dalam rangka menjaga rupiah sebagai simbol kedaulatan negara yang berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah, Bank Indonesia menerbitkan Peraturan Bank Indinesia (PBI) Nomor: 17/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah NKRI.

Di dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) tersebut merupakan penjabaran dari UU Mata Uang yang menjelaskan secara lebih detail mengenai kewajiban penggunaan rupiah kewajiban pencantuman (kuotasi) barang dan jasa
dalam rupiah larangan menolak rupiah dan pengecualian kewajiban penggunaan rupiah.

“Beberapa informasi yang berkembang akhir- akhir ini mengindikasikan adanya gejala di
masyarakat yang menolak rupiah khususnya uang logam dalam melakukan transaksi pembayaran,” sambungnya.

Sementara Asisten III Lingkup Setda Pulau Morotai Suryani Antarani mewakili Bupati Morotai mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik kedatangan BI di Pulau Morotai karena dengan adanya sosialisasi yang gencar dilakukan oleh Bank BI masyarakat sadar akan penggunaan uang logam sebagai alat pembayaran yang sah yang dapat digunakan di lingkungan masyarakat.

Itu karena, Pulau Morotai merupakan daerah terluar, terpencil, dan terdepan yang langsung berbatasan dengan negara-negara tetangga sehingga pelaksanaan sosialisasi kewajiban penggunaan uang rupiah serta penukaran uang lusuh dan uang koin di pusatkan di Pulau Morotai.

“Melalui sosialisasi kewajiban penggunaan uang rupiah ini harapanya masyarakat kita lebih menyadari mengapa penting menggunakan rupiah di wilayah NKRI,” ungkap Suryani.

Menghargai mata uang sendiri katanya, baik mata uang kertas maupun koin sama halnya dengan berkontribusi menegakkan kedaulatan negara di bidang keuangan. Sedangkan Undang-undang Mata Uang Nomor: 7/ 2011 menyatakan siapapun yang bertransaksi di NKRI wajib menggunakan rupiah baik pecahan kertas maupun logam ujarnya.

Dalam UU Nomor 7/2011 katanya, ada konsekuensi hukum bila pelaku usaha (atau siapapun warga negara Indonesia) tidak menerima uang koin.

“Gerakan peduli koin yang diadakan di Morotai juga untuk mengedukasi bahwa uang koin adalah alat pembayaran yang sah yang sudah sekian lama tidak di berlakukan di pulau Morotai,” kata Suryani lagi.

Selain kegiatan kewajiban penggunaan uang rupiah Bank BI juga pada kegiatan yang bersamaan melakukan, penukaran uang logam dan uang lusuh, hiburan musik, pemasaran produk dan pembukaan rekening bank umum, pembagian souvenir hadia langsung, dan undian doorprize yang berlangsung di taman kota Daruba.

Sementara Kapolres Pulau Morotai AKBP Mikael P. Sitanggang S.IK mengatakan, sosialisasi tentang penggunaan uang rupiah dan penerapan UU No 7 tahun 2011 tentang Mata Uang maka sebagai warga Negara harus mentaati rupiah sebagai alat tukar yang sah baik itu uang kertas maupun uang logam.

“Kami selaku pihak kepolisian Kabupaten Pulau Morotai bakal menindak tegas peredaran uang palsu dan penolakan terhadap uang logam yang beredar di Kabupaten Pulau Morotai,” kata Kapolres.

Hadir pada kegiatan tersebut Asisten Direktur BI Hario Kartiko Pamungkas, Asisten Manager Bagian Kas Keliling Wahyu Ardinegara, Arief Mustofa Bagian Asistem Manager unit perizinan dan pengawasan sistem pembayaran bersama krew Bank BI provinsi Maluku Utara Turut Hadir Kepala Bank BRI Pulau Morotai, Kepala Bank BNI, Dan BNI Syariah, Kepala Bank BPD Maluku Pulau Morotai, Pelaku Usaha, Pimpinan SKPD, dan Tokoh Masyarakat. (mj/promo)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Pemkot dan Kejari Ternate Teken Kerjasama Penanganan Masalah Hukum

TERNATE, Beritamalut.co — Pemerintah Kota Ternate bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate melakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata...

IWIP Serahkan 70 Ekor Hewan Kurban di Sejumlah Kabupaten Kota di Maluku Utara

WEDA, Beritamalut.co — PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menyerahkan 70 ekor hewan kurban Idul Adha 1445 Hijriah untuk masyarakat di Halmahera Tengah,...

Jalan Kaki untuk Menurunkan Berat Badan? Hindari 10 Kesalahan Ini

Jakarta - Berjalan adalah olahraga yang mudah dan efektif untuk menurunkan berat badan. Tanpa perlu peralatan khusus, berjalan juga bisa meningkatkan kesehatan jantung, suasana hati, dan energi. Namun,...

WhatsApp Akhirnya Bisa Video Call 32 Orang di Laptop, Ada Fitur Baru Mirip Zoom

Jakarta - WhatsApp menghadirkan sejumlah fitur baru, khususnya fitur yang akan menambah pengalaman pengguna saat melakukan panggilan video, alias video call. Salah satu fitur baru WhatsApp itu memperluas batas peserta video call di aplikasi versi...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...