Dinas Pendidikan Morotai Ingatkan Penggunaan Ijazah Paket A, B dan C

MOROTAI,Beritamalut.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Pulau Morotai memberikan peringatan terhadap penggunaan ijazah paket baik paket A, B, maupun paket C.

Hal tersebut karena beredarnya isu penyalahgunaan ijazah paket atau pemalsuan ijazah.

Kepala Dinas Pendidikan Pulau Morotai, Revi R. Darra saat ditemui di kantornya mengatakan, ujian paket baik A, B, maupun C adalah salah satu kegiatan pendidikan nonformal penyetaraan yang dilaksanakan oleh lembaga terkait atau masyarakat.

“Jadi paket A disetarakan dengan pendidikan SD, paket B disetarakan dengan pendidikan SMP, dan untuk paket C disetarakan dengan pendidikan SMA,” katanya, Rabu (13/11/2019).

Namun, sering terjadi sebagian orang yang ikut ujian pakat baik A, B maupun Paket C karena tidak diambil ijazahnya lalu kemudian diberikan kepada orang lain dengan cara yang tidak wajar sehingga ada ijazah pemiliknya orang lain yang gunakan orang lain.

Untuk saat ini di Pulau Morotai ada 2 lembaga yang aktif  yang dikeluarkan ijinnya kedua lembaga itu adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) posi-posi Rao Mandiri Desa Posi-Posi Rao dan New Morotia di Desa Daeo.

“Nah, yang ini adalah lembaga yang resmi selain itu semuanya tidak benar,” jelasnya.

Kata Revi karena sejak tahun 2016 di Pulau Morotai tidak lagi diperpanjang ijin-ijin penyelenggaraan ujian paket baik A, B, dan paket C yang tidak memenuhi syarat.

Tujuannya agar semua harus memenuhi standar karena, walaupun ujian paket itu merupakan pendidikan nonformal tapi, harus memiliki legalitas yang resmi dan memiliki ijin operasional penyelenggaraan serta melaksanakan ujian Nasional sehingga mereka memiliki ijazah yang setara dan hanya dua lembaga ini yang memenuhi syarat di pulau Morotai.

“Bukan serta merta mereka ikut ujian dan mendapat ijazah begitu saja tapi harus melalui proses belajar,” kata Revi.

Untuk proses belajar mengajar akan diatur oleh lembaga terkait dan kerjasama dengan guru-guru dan kepala sekolah dimana ada lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Jadi menurut aturan jika seseorang putus sekolah di tingkat SD kelas 6 lalu mengikuti ujian paket maka proses belajarnya harus di laksanakan selama setahun untuk paket A baru dapat melaksanakan ujian begitu seterusnya untuk paket B, dan Paket C tergantung di kelas berapa dia putus sekolah. Kalau sama sekali belum pernah masuk sekolah misalnya SMA tapi, mau ikut paket C maka harus ikut belajar selama tiga tahun,” terangnya.

Untuk itu sejak di tahun 2016 kita sudah melakukan penertiban sehingga tidak ada lagi pemalsuan ijazah paket oleh lembaga terkait seperti yang terjadi sebelumnya. Jika ada yang memalsukan maka sesuai UU Sistem pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 dikenakan denda Rp 1.000.000.000 atau 9 tahun penjara ujarnya. (mj)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Warga Tikep yang Terseret Arus Sungai Ditemukan Meninggal Dunia

TIDORE, Beritamalut.com — Ince Rumube (60), warga desa Gita Raja, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan yang terseret arus banjir pada Selasa (11/6/2024) kemarin, akhirnya...

Cuti Bersama Idul Adha 2024, Berapa Hari?

Jakarta - Pemerintah telah menetapkan hari raya Idul Adha 2024 jatuh pada Senin (17/6/2024). Idul Adha adalah salah satu hari raya umat Islam untuk memperingati peristiwa Nabi Ibrahim...

Hasil Drawing Kualifikasi Piala Asia U-20 2025: Indonesia Masuk Grup F

Jakarta - Hasil drawing grup Kualifikasi Piala Asia U-20 2025 sudah bisa disimak. Timnas Indonesia U-20 ada di Grup F, bersama Yaman dan Timor Leste. Di markas AFC, Kuala Lumpur,...

Cara Cek Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan lewat WA, Cuma Butuh NIK

Jakarta - Cara cek tunggakan BPJS Kesehatan berikut bisa dicoba oleh peserta melalui chat WhatsApp (WA) dengan menggunakan NIK di KTP. Berikut cara mengecek besaran tunggakan...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...