DO Empat Mahasiswa Unkhair Dinilai Langgar Peraturan Rektor

TERNATE,Beritamalut.co-Solidaritas Perjuangan Demokrasi Kampus (SPDK) kembali mendesak Rektor Universitas Khairun (Unkhair) Ternate secepatnya mencabut SK pemberhentian atau Drop Out (DO) empat mahasiswa.

Desakan ini agar keempat mahasiswa yakni Arbi M Nur, Fahyudi Marsaoly, Ikara Alkatiri dan Fahrul Abbdulah dapat kembali menjalankan perkuliahan seperti bisanya dan bisa mendapat gelar Sarjana (S1).

Arbi M Nur mengatakan, bahwa tidak ada hubungan hukum yang jelas terkait Surat Kepolisian Nomor B/52B/XII/2019 dengan pemberhentian ke 4 mahasiswa tersebut karena dalam isi surat kepolisian tersebut bukan surat penetapan tersangka atau surat perintah penangkapan tindakan makar atau menggangu ketertiban umum.

“Adapun jika surat tersebut untuk penangkapan atau menjadikan sebagai tersangka tidak lantas Rektor menerbitkan SK DO karena seseorang belum bisa dikatakan bersalah tanpa putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” katanya saat menggelar aksi di depan Kampus Unkhair, Senin (06/01/2020).

Apalagi yang dilakukan ke 4 Mahasiswa tersebut pada 2 Desember 2019 bukan merupakan tindak pidana melainkan dalam rangka mengekspresikan hak konstitusional yang dijamin oleh Negara dalam bentuk unjuk rasa damai/demonstrasi damai memprotes kesewenangan wenangan negara terhadap rakyat papua.

Sehingga tindakan rektor mengambil keputusan pemberhentian ke 4 mahasiswa tersebut menurutnya janggal dan terkesan dipaksakan.

“Saya dan teman saya pernah masuk untuk memberitahukan kepada Wakil Rektor III (Dr Ajid Abdul Sawal SH. MH) diruangannya tentang konfrensi pers yang kami lakukan bersama solidaritas perjuangan Demokrasi Kampus (SPDK) namun saya dibentak dan dikeluarkan,” katanya.

Sementara itu, Fahyudi Marsaoly menambahkan bahwa surat keputusan tidak bisa menjadi dasar karena sifatnya bukan surat penetapan yang memiliki kekuatan mengikat untuk dilaksanakan karena isinya adalah tentang pemberitahuan yang dikirimkan komite aksi yang melakukan aksi damai di depan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara pada tanggal 2 Desember 2019.

“Rektor mengeluarkan SK DO kami anggap tanpa memperhatikan aturan, padahal jelas dan terang disebutkan dalam pasal 74 ayat (1) peraturan Rektor No. 1714/UN44/KR.06/2017 tentang Peraturan akademik bahwa tahapan sanksi dimulai dari: (a) teguran lisan, (b) teguran tertulis. Pada ayat 2 point (a) tidak diizinkan mengikuti kegiatan perkuliahan (b) tidak boleh mengikuti ujian semester, (c) pembatalan mata kuliah tertentu,(d) pembatalan skripsi/tugas akhir dan karya ilmiah lain, (e) diberhentikan sebagai mahasiswa yang menjadi salah satu alasan pelanggaran yang dilakukan ke 4 mahasiswa tersebut,” katanya.

Adapun pernyataan massa aksi tadi diantaranya:

1. Cabut surat keputusan Rektor Universitas Khairun (UNKHAIR) ternate nomor 1860/UN44/KP/2019 dan segera pulihkan Hak-Hak hak akademik.
2. Menuntut pertangungjawaban pihak Universitas Khairun Ternate atas penggunaan kekerasan dalam pembubaran masa aksi Solidaritas perjuangan Demokrasi Kampus (SPDK) pada 30 Desember 2019
3. Cabut surat edaran Rektor nomor 1913/UN44/RT/2019
4. Meminta kepada Mentri dan Kebudayaan RI, (Nadiem Anwar Makarim) untuk memecat rektor Universitas Khairun kerena telah menciderai hak mahasiswa untuk berkumpul, berekspresi dan berpendapat yang dijamin dalam konsititusi
5. Berikan jaminan kebebasan Akademik sesuai dengan amanat konstitusi (sm)

Komentar Disini

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERKINI

Warga Tikep yang Terseret Arus Sungai Ditemukan Meninggal Dunia

TIDORE, Beritamalut.com — Ince Rumube (60), warga desa Gita Raja, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan yang terseret arus banjir pada Selasa (11/6/2024) kemarin, akhirnya...

Cuti Bersama Idul Adha 2024, Berapa Hari?

Jakarta - Pemerintah telah menetapkan hari raya Idul Adha 2024 jatuh pada Senin (17/6/2024). Idul Adha adalah salah satu hari raya umat Islam untuk memperingati peristiwa Nabi Ibrahim...

Hasil Drawing Kualifikasi Piala Asia U-20 2025: Indonesia Masuk Grup F

Jakarta - Hasil drawing grup Kualifikasi Piala Asia U-20 2025 sudah bisa disimak. Timnas Indonesia U-20 ada di Grup F, bersama Yaman dan Timor Leste. Di markas AFC, Kuala Lumpur,...

Cara Cek Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan lewat WA, Cuma Butuh NIK

Jakarta - Cara cek tunggakan BPJS Kesehatan berikut bisa dicoba oleh peserta melalui chat WhatsApp (WA) dengan menggunakan NIK di KTP. Berikut cara mengecek besaran tunggakan...

TERPOPULER

Kalimat Khusnul Khatimah atau Husnul Khatimah, yang Tepat Ya?

Jakarta - Masyarakat masih banyak yang ragu memilih kalimat antara khusnul khatimah atau husnul khatimah. Padahal, setiap kata memiliki arti yang berbeda. Biasanya, kalimat khusnul...

Suami Prioritaskan Ibunya atau Istri?, Ini Penjelasan dalam Alquran dan Hadist

Jakarta – Seorang suami memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar, di antaranya adalah peranan dan tanggung jawabnya kepada istrinya. Karena seorang istri...

Lima Hadits Rasulullah SAW Tentang Keistimewaan Wanita Salihah

Jakarta - Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Islam sangat menjaga harkat,...

25 Ciri dan Gejala Orang yang Perlu Diruqyah

Jakarta - Kita mungkin bisa merasakan ketika tubuh mengalami sesuatu yang berhubungan dengan dunia medis. Namun, ada beberapa hal yang justru terjadi pada tubuh...

Apa Jawaban Jazakalla Khairan? Ini Balasannya dan Arti Lengkapnya

Jakarta - Ucapan 'Jazakalla Khairan' biasa diucapkan ketika sesorang menerima kebaikan dari orang lain. Lantas, apa jawaban 'Jazakalla Khairan'? Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk...

Mengenal Hadits Qudsi dan Contoh-contohnya

Jakarta - Hadits secara bahasa berarti Al-Jadiid (الجديد) yang artinya adalah sesuatu yang baru. Sedangkan hadits menurut istilah para ahli hadits adalah : مَا أُضِيْفُ...